Sex toys seringkali dianggap menjijikan bagi masyarakat. Namun bagi sebagian orang, sex toys sudah menjadi benda wajib. Nah kali ini mari kita bahas apa sih sebenarnya sisi positif dari sex toys itu? Dan setelah tim twentea melakukan penelusuran singkat, sebenarnya sex toys memiliki banyak juga lho sisi positif-nya.
- Para pelaku free sex
Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa saat ini di negara timur pun seolah-olah menghalalkan free sex, walaupun UU pornografi masih saja gencar dibahas. Hasrat sexual yang tidak dapat dibendung ini juga berlaku bagi kaum hawa, mereka seringkali menggunakan teknik ‘One night stand’ untuk menyalurkan hasratnya yang notabene tidak terlalu berbahaya dibandingkan menyewa seorang PSK pria.
Nah bagi mereka yang sudah terjun ke lembah free sex inilah yang sangat rentan terhadap resiko terjangkitnya penyakit HIV. Dengan adanya sex toys, diharapkan dapat membantu melampiaskan hasratnya dengan lebih higenis.
- Untuk pasutri
“Masa setiap hari makan nasi uduk terus, boleh donk sekali-sekali makan nasi campur”. Kurang lebih begitulah analogi sarkasme di masyarakat yang menggambarkan betapa bisa menjemukan-nya kehidupan sex setelah menikah.
Beberapa pasutri yang sudah menjalani perkawinan yang cukup lama, perasaan kurang puas biasanya sering berkelibat di benak masing-masing pasangan.
Ditambah juga mungkin bila pasangannya seringkali bertugas keluar daerah untuk waktu yang cukup lama. Hal ini akan lebih meningkatkan resiko pasangan berselingkuh. Sex toys diharapkan dapat memberikan bumbu bagi pasutri dan mencegah pasangan untuk ‘jajan di luar’.
- Penderita disfungsi sexual
Bagi yang terkena penyakit disfungsi sexual, sudah tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan sex pasangannya seharusnya tetaplah dipenuhi. Karena selalu akan ada kekhawatiran untuk mencari WIL/PIL. Untuk menghindari hal ini, bisa dengan menggunakan sex toys, sehingga pasangan tetap terpuaskan, sementara menunggu pasangan sembuh dari penyakitnya. Sehingga keutuhan keluarga tetap terjaga.
- Untuk jomblo-ers
Lapangan pekerjaan yang kini kian sempit dan kebutuhan sehari-hari yang semakin menggila rasanya membuat beberapa orang mengurungkan niatnya untuk berumah tangga. Jaringan PSK kini makin menjamur, dan hasrat seorang lajang yang biasanya meluap-luap biasanya dilampiaskan ke tempat ini.
Walaupun sudah menggunakan pengaman, namun tetap saja ada kemungkinan untuk tertular penyakit sexual. Selain sex toys tidak membawa penyakit selama tidak dipinjamkan ke orang lain, juga dapat menekan angka prostitusi.
- Mengurangi tindakan kriminal
Kembali ke free sex, seperti yang biasanya diceritakan di media-media, tindakan kriminal biasanya tidak terelakkan saat pelaku free sex yang tidak siap untuk bertanggung jawab atas perbuatannya, mengetahui pasangannya hamil dan tidak berhasil memaksa untuk menggugurkan kandungannya. Biasanya hal ini berakhir dengan tindakan kriminal seperti pembunuhan.
Nah, ternyata sex toys yang selama ini dianggap hanya orang-orang ‘tertentu’ saja yang menggunakannya, tidak melulu mempunyai arti super negatif dan taboo bukan?







Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
October 17th, 2008 at 9:04 pm
wah bener jg yah… hiihi, sayangnya disini masih dianggap barang yang tabu kali yah… toko aja jarang, kalopun ada, mo bli juga ragu dan malu… bahkan mo bli kondom di apotik atau supermarket aja malu bayarnya. hihihi
October 17th, 2008 at 11:41 pm
“bahkan mo bli kondom di apotik atau supermarket aja malu bayarnya” < --- wah wah wah gw bilangin nyokap lu ahhh, anaknya bli kondom tuh tante!
October 22nd, 2008 at 12:20 pm
Budaya kita(timur) budaya malu dan tertutup masalah sex, tapi anak mudanya banyak yang ingin tahu, sex toys masih belum cocok untuk kita. Bagi yang tidak tahan akhirnya melakukan free sex, dan kalau ada penyelewengan lalu dihukum dengan diarak/dipermalukan.(mungkin tujuannya agar tidak berbuat lagi). apakah undang-undang dapat menjadi “benteng” kebutuhan mendasar tersebut? maka sebaiknya berpuasa atau cepat menikah (terutama bagi yang tidak tahan). Bukankah bertanggung jawab lebih penting dari kenikmatan sesaat?
November 7th, 2008 at 7:35 pm
wah…wah…wah…
memang di tiap hal pasti ada sisi negatif dan positipnya, tinggal dari sisi mana kita melihatnya…
tapi kayanya sih…sampai saat ini masih terpuaskan tuh…(aw…aw..aw…)
jadi blum butuh yang begituan…hehehhehe
January 20th, 2009 at 11:30 pm
ouchhhh,,, ampe yang bergetar-getar juga ada… ituh,,, henpun ajah tuh dipasang nada getarnya…hauhauhau…
NB : emang ada yah? ooo, adult shop bukan?
NB.NB : jiaaah, felix mo ngaduin hendrik ke emaknya…ck ck ck…
January 20th, 2009 at 11:36 pm
Aduh Jeng Put, pengalaman aib pribadi jangan diekspos dong ke media masa. HAHAHAHAH
January 28th, 2010 at 10:13 pm
Yayaya.
Sextoys jg bgus t2 buat cow or cew yg kspian.
2 Tautan Untuk Artikel Ini
October 31st, 2008 at 10:32 pm
[...] Sisi Positif si Sex Toys 2. Tattoo? 3. Benarkah Selingkuh itu Indah? 4. Syarat Utama Long Distance 5. Membangun Jaringan [...]
June 22nd, 2009 at 10:40 am
[...] sepertinya kamu harus mencari tahu terlebih dahulu apakah pasangan memiliki keinginan bercinta yang satu aliran dengan kamu atau [...]
Berkomentar