Seperti yang Ayah saya bilang, “Jaman dulu emang identik banget sama preman, tapi kayaknya sekarang sudah lebih mengarah ke gaya hidup/life style”.
Itulah komentar yang saya dapatkan ketika pulang dari Bali pada tahun 2007 lalu. Ketika itu bersyukurlah saya karena rasa cemas saya hilang seketika dengan tattoo yang dibuat tanpa ijin dan restu oleh orang tua.
Tatto yang tergambar di diri saya sekarang sudah berjumlah 6 buah dan mungkin akan bertambah lagi di kemudian hari. Banyak orang beranggapan bahwa “sekali sudah tattoo pasti ketagihan dan pengen lagi”. Saya tidak bisa menjamin anggapan itu benar 100%, tapi apa yang terjadi pada diri saya adalah benar, rasa sakit tattoo itu merupakan rasa sakit yang bisa membuat diri saya kangen, kangen atas rasa sakit yang menurut saya enjoyable. Aneh? tidak juga, belum lama ini juga saya baru tahu bahwa banyak orang juga merasa seperti itu, salah satunya adalah pemain bintang sepak bola terkenal milik klub L.A Galaxy bernama David Beckham.
Sebuah tulisan berasal dari halaman Wikipedia tentang tattoo David Beckham.
“Beckham has attributed the many tattoos to his obsessive-compulsive disorder, and claims to be addicted to the pain of the needle”.
Banyak sekali anak-anak muda yang ingin membuat tattoo karena ikut-ikutan seperti tren tattoo bergambar tribal atau gambar barbed wire yang mengelilingi lengan. Seiringnya waktu berjalan, tattoo bergambar tribal dan barbed wire sudah mulai ditinggalkan dan akan menjadi kelihatan membosankan karena gambar tersebut adalah termasuk dalam kategori tren musiman.
Beberapa bulan lalu ketika saya sedang berada di tempat pembuat tattoo/tattoo artist di Jakarta, saya mendengar pertanyaan seorang anak muda yang sedang melihat-lihat buku berisi gambar-gambar tattoo dan bertanya kepada tatto artist tersebut “Rp.300.000 bisa dapet gambar yang mana nih?”.
Memang semakin tahun teknologi untuk menghilangkan tattoo pasti semakin canggih, contohnya adalah teknologi laser, dan krim yang bernama Rejuvi yang masih terus di kembangkan.
Tetapi untuk saat ini menghilangkan tattoo masih sulit, jadi alangkah baiknya kalau tattoo yang ingin anda pasang di diri anda adalah sesuatu yang bermakna, mempunyai kesan, arti dalam hidup anda, yang membuat anda tidak akan menyesal di kemudian hari. Contohnya adalah ideologi anda, atau sebuah perjalanan hidup anda yang berkesan dan tidak anda mau lupakan. Tidak seperti anak muda tersebut yang hanya karena sangat ingin mempunyai tattoo, jadi berharap mendapatkan tattoo dengan design apapun seharga Rp.300.000.
Ada 2 pantangan yang menurut saya yang berlaku, yaitu:
- Jangan pernah mencoba-coba untuk men-tattoo nama pacar, bahkan istri atau suami anda.
- Janganlah pernah untuk mentattoo sebuah gambar hanya karena gambar itu menurut anda menarik, karena di masa depan, anda pasti akan merasa bosan.
Jadikan tattoo adalah sebuah makna, sebagai contoh tatto ideologi yang saya miliki adalah tatto-tatto saya yang bergambar Dewa Ganesha yang berarti dewa pelindung dalam agama Hindu, tulisan Ave Maria yang menyiratkan Katolik, tulisan Tripitaka dalam bahasa sanskerta, dan simbol agama Islam yaitu bulan dan bintang. Semua terletak di tangan sebelah kanan saya, yang berarti bagi saya adalah semua agama adalah sama. Tattoo kecil bergambar muka kartun iblis yang mempunyai tanduk kecil di kaki saya adalah menandakan bahwa perbuatan jahat akan selalu menempatkan kita berada di dasar paling bawah.
Penempatan tattoo juga sangatlah penting. Bayangkan bahwa tubuh kita adalah sebuah kertas gambar polos, jika anda ingin mentattoo gambar yang kecil, tatto lah pada pinggiran kertas/bagian tubuh yang memang sempit, dan ketika suatu saat jika kita ingin mentattoo sebuah gambar yang agak besar, kita bisa menempatkannya di bagian kertas yang besar/daerah tubuh yang mempunyai bidang lebih besar, sehingga tattoo-tattoo yang kecil tersebut tidak menggangu bagian bidang tubuh yang besar/kertas bagian tengah untuk tattoo bagian besar yang akan di gambarkan.
Have fun getting a tattoo!








Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
October 20th, 2008 at 10:19 pm
abis baca artikel lu, gw baru tau makna2 tato elu… ck ck ck gw pikir lu asal tato sana sini, ternyata emang ada artinya yah.
gw sendiri tidak begitu suka sama tato, selain ortu ga setuju, gw jg sayang ama kulit, kba alo tato udah bisa diapus, mungkin gw mo coba deh.
October 20th, 2008 at 10:19 pm
Kalo cewe ditato kira2 apa sih pandangan orang2? Sexy, keren atau justru terlihat murahan ya?
October 20th, 2008 at 10:37 pm
penyesalan itu mungkin ada pas 20 tahun kemudian, tapi gua rasa 20 tahun kemudian itu cara2 untuk tattoo removal semakin canggih dan gampang. so no worries.
@lany, kalau tattoo nya kecil dan imut, menurut gua sih fine2 aja. semua kembali lagi dari pandangan orang. kalau gak kenal pasti mereka nganggep kita nakal, tapi lu berdua temen gua menganggap gua fine2 aja kan walaupun ber tattoo. hehe..
October 20th, 2008 at 11:31 pm
artikel nya serasa kurang lengkap tanpa kehadiran foto dari tatto2 si penulis
October 21st, 2008 at 8:46 am
saya sengaja tidak mau mengekspos tattoo, karena nanti artikel ini akan lari dari arahan dan terkesan menjadi seperti artikel pribadi.
October 21st, 2008 at 1:21 pm
di singapore bakalan ada pameran tattoo yang pertama, jadi bakalan berdatangan orang – orang untuk memamerkan tattoo-nya lho!
pengen sih, punya tattoo, tapi katanya habis di tattoo bakalan pegel2nya itu yange nggak tahan wakakakakak…
October 21st, 2008 at 6:23 pm
gw sendiri punya 2 tattoo, lower back (2004) dan kaki kiri bagian dalam (2008). semuanya mulai dari letak dan design dipikirkan banget2…
October 21st, 2008 at 6:25 pm
nambahin pitshu, yang nanti di spore itu bukan pameran, tapi kompetisi. kelas dunia tuh! yg botak dr miami ink jg ada tuh! 11 – 14 januari 2009.
October 21st, 2008 at 8:34 pm
@ Adi: hmm, klo boleh jujur sih, gw menganggap lu sebagai temen yang ngga fine2aja di ;p
@ Kucing: wah, keren juga. Ikutan donk ke kompetisi di spore?
October 21st, 2008 at 10:27 pm
@kucing
sepertinya loe pengikut setia acara miami ink yah di discovery yah atau di nat geo kalo ga salah ^^
gw jg penah nnt acaranya tuw.. emang bagus sih… soalnya yg nato ga sembarangan kasih masyukan, emang bener2 yg cocok punya sama body plus letak.
October 22nd, 2008 at 1:32 pm
@lany, not fine to myself (sejauh ini tidak merugikan orang lain), but i think i’m fine and nice to other people. . ask felix and wiwi. hehehehe.
October 22nd, 2008 at 4:54 pm
sbenernya sih bukan maniak tattoo, pas kmrn g bikin, tattoo artistnya bilang dia butuh relawan untuk ditattoo di kompetisi itu, jadinya g tau dah!
October 23rd, 2008 at 4:12 pm
hmmmm boleh dunk liat gambar tatoo dr penulis na ……, hehhehe, aq jg nah tatoo tp temporary aja kl d suruh tatooo yg beneran takut dchh ma efek na ma kulit kita ,,,, , hehehe
October 27th, 2008 at 1:52 pm
gw pengen banget puna tato di bagian pinggang kanan,pinggul sampe ketiak.
tp mikir jg,sakitnya segima seeh….
kata tmn2 gw seeh biar sakitnya ngk parah2 amat,”klo tato tu bkin tato-nya sket ja dlu,trus dikemudian ari(klo dah ada doit) baru di arsir/blok gt.
bener kagak kayak gt???
jd penasaran
October 27th, 2008 at 11:30 pm
Sebenernya lagi pengen tattoo juga sih, tapi temen2 g bilang gak cocok cos muka n image g udah good boy banget hahahaa.
October 28th, 2008 at 2:15 am
Haha iya rouxt, muka elu sih uda anak mami banget.
Ga cocok pake tato
November 4th, 2008 at 12:01 pm
kenapa gk bole tatto nama pacar?
November 4th, 2008 at 4:12 pm
@kyoko
nanti kalo putus gimana? repot kan tatoonya ga bisa diapus.
November 25th, 2008 at 3:27 pm
hehehe…jadi ketawa ngeliat bagian di bawah ini.
“…dan simbol agama islam yaitu bulan dan bintang…”
sekedar info, jika penulis artikel merupakan non-muslim, di islam tato itu diharamkan. sholat gak akan bisa diterima jika tato itu ada.
“…Semua terletak di tangan sebelah kanan saya, yang berarti bagi saya adalah semua agama adalah sama…”
non sense, lad.
November 25th, 2008 at 3:56 pm
oza: saya adalah non-muslim dan agama saya adalah ke Tuhanan yang maha esa. jadi bagi saya semua agama itu sama baiknya.
dan masalah semua agama terletak di tangan kanan saya yang berarti BAGI SAYA semua agama adalah sama, yang berbeda itu orangnya. jika anda merasa setiap agama berbeda-beda, dan merasa agama anda lebih superior ya silahkan saja. orang bebas mengeluarkan pendapatnya.
peace..
November 25th, 2008 at 4:32 pm
“”dan masalah semua agama terletak di tangan kanan saya yang berarti BAGI SAYA semua agama adalah sama, yang berbeda itu orangnya. jika anda merasa setiap agama berbeda-beda, dan merasa agama anda lebih superior ya silahkan saja. orang bebas mengeluarkan pendapatnya.”"
hehe.. saya cuma bisa ketawa melihat pendapat macam itu, maaf..
November 26th, 2008 at 7:40 am
curut: gak perlu minta maaf bro. gak ada yg salah.
November 26th, 2008 at 9:00 am
ndak pengen coba “body sculpture”, bang adi? bukannya lebih sakit tuh, kulit dikerok-kerok gitu, hehehe…
November 28th, 2008 at 8:47 pm
huhuu, ndak ah… klo lagi masuk angin aja ntar di keroknya
December 14th, 2008 at 10:42 pm
paling bener sih maenan temporary tattoo huehehe…
yah, bener bangeud tuh :
1. pas putus, cerei? mampus aja bayar duit wat ngapusnya (>_<)
2. pas bosen, idem dito…
nagih ama rasa sakit? wah, sayah sih nagih ama rasa geli-geli gemannnaaaa gitu pas bikin tato temporer,,, cihuy cihuy asoyyy, halakh…
April 17th, 2009 at 11:19 am
jadi inget berita smlm ttg 4 org di Bojonegoro yg ditipu dpt kerjaan jd intel, tp harus tatto dimukanya, itu muka udah kaya dakocan abis dibatik tulis
April 17th, 2009 at 11:20 am
haha. bodoh sekali ya mereka. tidak masuk akal.
September 12th, 2009 at 9:49 pm
@lany: Jeung Lany, saya berpendapat bahwa meski murahan pun asal selektif tak masyalah *__* (I’m on my way to accomplish another theme for this topic, nyahahaha..)
October 30th, 2009 at 9:49 pm
saat ini aku lagi pengen bgt hilangin tatto yang aku buat sekitar 3tahun yg lalu. bisa kasi aku info untuk cara hilanginnya ga?! Please bgt niy… thx
January 14th, 2010 at 1:44 pm
bagi gua tatoo itu seni ya,klo lu bilang tatoo itu murahan yaa……
“ke laut aje”gua gag tau paradigma primitif orang2 yang mengatakan bahwa tatoo is a crime
January 14th, 2010 at 1:50 pm
@hendrik:
klo kepingin gampang bang pake cat tembok aja buat tatoo…..apa pake pensil biar gag keliatan……..tapi gua paling demen ditatoo pake bibir……enak rasanx gimannnna getuuuuu,……?