Categorized | Cinta & Seks

Benarkah Selingkuh itu Indah?

Salah seorang teman baik saya (sebut saja Anita), menelepon saya seminggu sebelum hari pernikahannya, dia menangis sambil bercerita saat ini dia sangat ragu menghadapi hari pernikahannya.

Ternyata Anita sedang dekat dengan pria lain, sebut saja Tony. Mereka adalah teman satu kantor, hampir setiap hari Tony mengantar Anita pulang ke rumahnya, jika ada waktu luang seringkali mereka mampir ke cafe/resto terdekat untuk sekedar ngobrol ataupun berkencan. Ternyata dari yang tadinya teman, tanpa disadari mereka menjadi lebih dari sekedar teman. Rasa suka dan kemesraan yang tidak bisa dibendung-pun akhirnya timbul diantara mereka.

Anita-pun merasa lebih percaya diri (PD) jalan denngan Tony. Secara, dilihat dari segi fisik, Tony memang terlihat jauh lebih cool dibanding calon suami Anita. Intinya, Tony serasa begitu indah di mata Anita.

Charlie (calon suami Anita), tentu saja tidak tahu menahu tentang keadaan ini. Dia tenggelam dengan pekerjaan-nya dan sama sekali tidak menaruh rasa curiga kepada Anita yang sudah beberapa kali menolak untuk dijemput dari kantornya dengan berbagai alasan. Lama kelamaan, hubungan Anita dan Tony semakin dekat. Sampai-sampai hampir saja menggagalkan rencana pernikahan Charlie dan Anita yang sudah dipersiapkan dengan begitu matangnya.

Setiap kali Anita bercerita, saya hanya bisa untuk menenangkannya dan mengajaknya untuk berpikir jernih.

Dan lama berselang setelah kisruh yang menghebohkan tersebut, hari pernikahannya tiba juga. Hati saya sangat lega karena akhirnya Anita dan Charlie jadi menikah. Dan yang berdiri di pelaminan benar-benar Charlie yang di samping Anita.

Saya hanya bisa berharap bahwa, semoga akhirnya Anita sadar bahwa Toni memang seseorang yang cukup menyenangkan, tapi Anita tidak akan bisa hidup tanpa Charlie.

Lalu, apakah dalam hal ini Anita yang bersalah?

Teman-teman saya suka beranggapan, “semasa pacaran selingkuh, it’s oke toh belum ada ikatan apa-apa. Kalau dimaafkan syukur, kalau tidak ya.. cari yang lain”. Namun sadarkah anda jika dari awal sudah belajar untuk bermain curang, akibatnya saat sudah menjalin hubungan yang resmi dan serius pun akan sangat rentan untuk tetap melirik dan menjalin hubungan dengan yang lain alias berselingkuh?

Sebenarnya apa saja yang menyebabkan seseorang untuk berani bermain api?

  • Mencoba mencari seseorang yang sempurna
    Kriteria cewek idaman: cantik, body sexy, serba montok (jika perlu sampai tumpah-ruah), rambut panjang, baik hati, lemah lembut, dan kaya?
    Kriteria cowok idaman: ganteng, berotot, sopan, romantis, dan kaya?
    Jika benar suatu saat bertemu dengan seseorang yang sangat sesuai dengan kriteria diatas, yang sering kita lupakan adalah benarkah orang tersebut memiliki kepribadian yang cocok dengan kita?
    Apakah anda bisa membayangkan jika ternyata dibalik semua itu si dia yang terlihat begitu sempurna ternyata klepto maniac? Atau setelah anda selidiki ternyata doi memiliki pekerjaan yang tidak halal.
    Tidak ada manusia yang sempurna, jadi segera coret kriteria diatas dari benak Anda dan mulailah melihat lebih jeli lagi kelebihan masing-masing pasangan, dan masukkan itu sebagai kriteria cewek/cowok idaman Anda.
  • Melihat realita bahwa ada segudang kekurangan pasangan
    Awal-awal berpacaran segalanya begitu indah, serasa berada di dunia lain, serasa bangkit kembali dari kubur (untuk yang udah kelamaan jomblo). Namun setelah tahun-tahun berikutnya, mata mulai terbuka akan kekurangan pasangan dan menyadari bahwa diluar sana ternyata banyak yang “lebih” dan menanti untuk ditaklukkan. Di saat inilah seharusnya Anda lebih mengagumi kelebihan masing-masing pasangan dan menyadari bahwa kita pun sebenarnya mempunyai lebih banyak kekurangan untuk diperbaiki.
  • Long distance
    Pasangan berada lebih dari 200 – 2.000.000 KM dari Anda? Cobalah untuk mengisi waktu luang Anda dengan kegiatan positif, seperti misalnya aktif di kegiatan keagamaan, aktif berolahraga dan tetap rutin menghubungi pasangan Anda. Jika tidak, bisa jadi imajinasi liar yang akan menguasai Anda setiap kali melihat lawan jenis yang amat menarik.

Saya ingin menyampaikan bahwa ada begitu banyak godaan di luar sana yang selalu lebih dan dijamin 100% kalau pasangan Anda bukanlah apa-apa. Tapi cobalah untuk berpikir realistis, apakah benar si dia begitu berharganya untuk menggantikan pasangan Anda yang selama ini sudah menemani dalam suka dan duka?

Sebelum menikah, saya berpacaran lebih dari 4 tahun. Tahun ke 2 dan selanjutnya adalah masa-masa yang cukup kritis, karena di masa-masa itu mata saya mulai terbuka akan kekurangan pasangan. Untuk menanggulanginya, setiap weekend kami berdua selalu meluangkan waktu untuk bertemu dan mencoba melakukan sesuatu yang berbeda. Seperti misalnya:

  • Melakukan kegiatan outbond bersama, misalnya diving, arung jeram, hiking, dll.
  • Memberikan surprise, tidak perlu yang terlalu mahal yang penting cukup berkesan (psstt… tanpa perlu menunggu si dia ultah).
  • Special fine dining! Eits, ini bukan dinner biasa, kali ini berangkatlah dari tempat tinggal masing-masing, dan langsung bertemu di restaurant yang dituju. Dijamin akan memberikan kesan yang berbeda.

Lalu kalau sudah begini, apakah benar selingkuh itu indah?

Photo oleh: fall photo chaffey college

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Lany. Tertarik untuk membagi informasi dan pandangannya dari sisi fashion dan gaya hidup semasa umur dua puluh-an. Sehari-hari menghabiskan waktunya sebagai ibu rumah tangga sekaligus bekerja sama dengan suaminya membangun agensi web desain yang bernama Stucel.

26 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. fera tang mengatakan:

    kata org2 yg pernah selingkih sih… ktnya selingkuh itu indah bu…
    tapi ngerepotin, karena mesti nge-boongin 2 org, yah pacar… yah selingkuhan
    :p

  2. somebody mengatakan:

    boro2 selingkuh, pacaran aja susah.

    maruk amat yg suka selingkuh

  3. Felix Widjaja mengatakan:

    Selingkuh sungguh amat menyakitkan, terutama di saat anda sudah menikah. Pikirkan masak-masak sebelum anda berbuat sebelum yang tersisa hanyalah kesedihan, kehancuran dan penyesalan.
    Selingkuh sungguh bukan “selingan keluarga utuh”.

  4. rouxt mengatakan:

    Selingkuh mananya yang indah? Yang ada perasaan takut, bersalah dll.
    Akhirnya? hidup gak tenang, nyesel karena telah kehilangan kepercayaan dari pasangan. Paling jelek putus, sekalipun gak putus ini bakal jadi cacat hubungan seumur hidup.

  5. lany mengatakan:

    Nambahin lagi:

    sekalipun sekarang ini kartu perdana sudah murah, jangan perna deh kepikiran beli 2 cuma buat sms-an ama selingkuhan. RACUUUUNNN!

  6. Adi Chandra mengatakan:

    rumput tetangga selalu lebih hijau rasanya, tapi padahal bagi tetangga pun rumput yg kita punya lebih hijau. so stop untuk mencari sesuatu yang sempurna, karena disaat kita lihat org lain yang sepertinya sempurna, ternyata ada hal2 dari mereka juga yang cacat.

    yang paling sempurna ya putra sampoerna karena duitnya banyak!

  7. Ivan @ NavinoT mengatakan:

    Hmm.. Saya nggak deh, dah puas ama yang ini satu … :) Felix kerja mulu tuh, mana sempat selingkuh…

  8. Felix Widjaja mengatakan:

    @Adi HAHAH lucu banget buntutnya! Bener juga tuh setelah dipikir2 analogi lu yang tentang bales2an rumput hijau.

    @Ivan Sapa juga yang suruh situ selingkuh! Baguslah puas2 ama yg satu itu :p
    Hehe iya nih kerja terus, tapi untung ditemani sama istri!

  9. andries mengatakan:

    boro2 selingkuh bu…pacar aja lom punya…

  10. kucing mengatakan:

    selingkuh? jgn pernah! ttm aja…. cekakak cekikik di kantor, ym-an mesra di kantor, sebatas kantor aja, tp…. jangan pernah pake sms-an! ketauan repot, bo!

  11. lany mengatakan:

    @ Andries: didoakan cepet punya pacar de ;p

    @ Kucing: terimakasih masukkannya, btw mungkin bisa sharing tentang indahnya ttm-an? ;p

  12. nano mengatakan:

    selingkuh.???!!!
    biasa aja kalee..
    jgn dianggp serius aja,”minimal” sebage(bisa diblng Refresing aja)klo “maksimal”nya emmmm…..up to u….
    kita manusia sangat ketergantungan dengan lawan jenis,banyak2lah cari kesegaran sementara.hidup hanya sekali.
    he

  13. Aria Rajasa mengatakan:

    Saya si lebih baik tetap single agar tidak merasa bersalah pergi dengan banyak wanita. Kalo sudah terikat dan selingkuh? Artinya cuman 2: Ada yang dirasa kurang, atau Tidak bisa menahan nafsu :P

  14. zidan mengatakan:

    hhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

  15. Hendrik mengatakan:

    @nano
    waduh… tampaknya udah ada pengalaman berselingkuh nih?

    @zidan
    hhhhhh maksud loe…. kaga ngerti nih kita2 hihi

  16. Putri Sarinande mengatakan:

    selingkuh???
    yah, mungkin idem ama yg dikatakan aria rajasa
    juga idem nano
    lalu idem ama analogi rumput nye adi
    lantas ama kucing, sama aje mpok ama aria rajasa…
    jadi apa esensi eces saya ini???
    dinikmati aja bagaimana brengseknya, pemirso… (^_^)

  17. jornabae mengatakan:

    waaah bisa panjang nih klo masalah selingkuh…ini singkatnya aja ya. ntar kubikin versi panjaaaaaanggnya.

    kita lihat aja dari makna katanya : selingkuh >>>suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong

    jadi kenapa terjadi selingkuh?
    jelas ada yang kurang pada pasangan utamanya. kebetulan kekurangan itu ada pada sosok lain yang otomatis akan disembunyikan demi kepentingan pribadi :D
    salahkah selingkuh?
    salah–>>untuk pihak pasangan utamanya : pacar/suami/istri.
    benar–>>untuk peselingkuhanya.
    lalu solusi?
    luangkan waktu pribadi untuk segera merespon sikon ini.
    1. coba evaluasi lagi target utamamu dalam menjalankan hubungan yang sudah terjalin dengan pacarmu.
    2. evaluasi juga targetmu terhadap selingkuhanmu ini.
    3. saatnya logika bekerja : lihat ke alam nyatamu. jika terjadi perubahan pun akan tetap yang terbaik yg akan kamu putuskan (misal jadi milih selingkuhanmu akhirnya)

    huuuuh udah kepanjangan ya? udah ah.
    masih bingung?
    mari lanjut…di…( ngiklan deh :D )

  18. Lany mengatakan:

    @jornabae: Mungkin bisa dilanjutkan dengan versi Selingkuh selanjutnya?

  19. Kemuning Larassatie mengatakan:

    selingkuh? selingan yg indah
    asal jgn keterusan ajah… hehehehe…

  20. Ibal Lunnizom mengatakan:

    terkdang kt blum terfkir jka hal itu terjadi sm kt..!
    jka kt memulai cinta dgn swtu penghianatn, sya sngat ykin klw hsil’ny g’ sebaik yg kt hrapkan..

    g’ usa berfkir selingkuh dlu, lebh baik kt fkirkn utk kt bs lebh menghrgai cinta..!

  21. Lany Listijo mengatakan:

    @Ibal Lunnizom: Betul, mana lagi krisis mendingan mikirin cari duit aja kali yee ^^

  22. gautama mengatakan:

    ah ya.. membicarakan perselingkuhan memang selalu menarik
    ada kalimat yang saya garis bawahi dari tulisan ini
    boleh jadi seseorang memang menyenangkan tapi mengorbankan seseorang yang kita tidak bisa hidup tanpanya demi hal menyenangkan tsb, sangatlah perlu pemikiran matang..
    ya ya.. rasa memang impulsif, tapi logika selalu dingin melihat realitas.. kesimpulan saya, perselingkuhan memang membutuhkan kematangan pikir dan olah batin..eh apa tidak??

  23. Ivan Utomo mengatakan:

    Selingkuh = Selingan Indah Keluarga Utuh :D
    sekedar selingan aja gpp :p wakaka

  24. Eka mengatakan:

    Selingkuh itu hanya indah pada titik tertentu setelah itu banyakan resikonya daripada indahnya. blm keitung pasti bakal ada yg akan sakit hati ato minimal sedih lah… Apakah itu yg selingkuh, yg diselingkuhi atau si selingkuhan. Tapi ibarat rokok, walau udah jelas bahayanya tetep aja banyak yang melakukan.Soalnya bikin ketagihan dan sulit dihentikan. Setelah berhenti pun, kerusakan yg sudah terlanjur ditimbulkan belum tentu akan hilang. so i say to myself : i never know what i’ve got till it’s gone.

  25. Ari mengatakan:

    yang anda katakan semuanya benar

  26. Gina Yumna mengatakan:

    selingkuh???hmm…aku pernah jadi selingkuhan senior di kantor.
    awalnya dia curhat…eh, ketahuan sama istrinya kalo dia doyan telp2 gw trus disidang deh aku sama dia di depan temen n kk sepu2 istrinya.
    dah gitu dianya masih contact2 lagi…(najis tralala bgt tuh laki…)
    terakhir malah aku yang disalahin sama dia gara2 aku nunjukin mukaku di foto fbku (ya iyalah…secara itu fb gw!!!)trus jadi masalah coz istrinya jadi tau kl aku friend dia di FB (ya iyalah kita kan satu kantor…)
    ribet bgt!!!yang ada sekarang aku benci bgt sama tuh laki…
    pingin aku silet2 tangannya trus aku kasih air garam+cuka habis itu aku tonjokin mpe warnanya item keijo2an hahaha….kejam y gw???

3 Tautan Untuk Artikel Ini

  1. Persiapan Gadget Sebelum Travelling | Twentea Mengatakan:

    [...] yang baru saja berpisah dengan anda?, Ingin merencanakan pernikahan?, atau jangan-jangan anda ingin mencari selingkuhan, atau cuma ingin buat tattoo dan piercing anting di lidah [...]

  2. Masalah Pra-pernikahan | Twentea Mengatakan:

    [...] hal ini dengan pasangan jika memang anda mulai mencium sesuatu yang tidak beres. Jika memang kenyataan pahit yang harus anda terima, ambil saja hikmahnya daripada setelah menikah anda harus bercerai. Batal [...]

  3. Pantangan Ketika Bercinta | Twentea Mengatakan:

    [...] bercinta sembari memikirkan bahan presentasi besok atau tabungan kamu yang mulai menipis, apalagi terbayang-bayang sexy nya si anak baru ketika kamu berpapasan di pantry siang tadi. Sepenting apapun hal yang [...]

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Facebook Connect

Sudah menjadi anggota Twentea?
Login
Login dengan Facebook:
Pengunjung Terakhir

Twentea @ Twitter