Categorized | Kantor & Karir, Keseharian

Mengatasi Kegugupan dengan Kejujuran

Jantung berdetak dengan cepatnya, keringat dingin mulai berjatuhan. Telapak tangan anda pun sudah bersuhu minus 5 derajat Celcius! Oh tidak, anda sedang gugup dalam melakukan presentasi pertama! Apa yang harus dilakukan?

Disaat anda gugup, tegang ataupun ragu-ragu dalam berbicara, apapun kondisinya, obat yang paling manjur adalah kejujuran. Itulah pelajaran berharga yang saya dapat dari si penyiar radio, pemandu talk-show dan pewawancara luar biasa: Larry King dalam buku-nya How to Talk to Anyone, Anytime, Anywhere. (Versi Bahasa Indonesia-nya berjudul: Seni Berbicara).

Disaat presentasi kerja pertama anda yang pastinya telah membuat anda gugup setengah mati setengah hidup, sebagai kata pembuka-nya selipkanlah kata-kata: “Maaf bapak, ibu dan teman-teman sekalian, jujur saya agak gugup karena pengalaman saya berbicara di depan orang banyak sangatlah minim. Jadi sebelumnya saya minta maaf apabila hasilnya kurang memuaskan, saya akan berusaha semaksimalnya”.

Setelah anda jujur, pelan-pelan namun pasti .. rasa percaya diri anda meningkat ke lantai 2 (tadinya berada di bawah tanah), dan tak terasa peluh-peluh keringat dingin anda menghilang disertai kembali hangat-nya suhu tubuh anda. Pikiran anda-pun bisa kembali rasional, dan pastinya anda akan lebih lancar dalam berpresentasi maupun menjawab pertanyaan-pertanyaan spontan dari para peserta presentasi anda.

Hal itu juga bisa dipraktekkan dalam momen-momen penting hidup anda, semisal: wawancara kerja (“Maaf pak/bu, saya jadi agak tegang sedikit”), mengungkapkan rasa cinta kepada pujaan hati anda (“Koq jadi tegang ya? Ehm-ehm begini mas … “), dan lain-lain.

Bahkan saya melakukan-nya juga sesaat sebelum melakukan speech di hari pernikahan saya! Disaat sebagian besar orang cukup dengan spontan tanpa teks disaat berbicara, saya menggunakan teks dan masih saja gugup dan tegang. Namun setelah saya katakan “sebentar ya, saya cari dulu contekan-nya” sambil mencari teks di kantung jas saya, segalanya jadi lebih baik. Dan bahkan, waktu itu malah berbalik menjadi hiburan tersendiri. Karena para tamu-tamu yang sebagian besar merupakan relasi orang tua kami (tipikal Indonesia) menjadi tertawa kecil.

Saya memang agak terbata-bata dan kurang dapat menjaga intonasi suara saya waktu itu, namun setidaknya saya yakin bahwa kejujuran telah menyelamatkan saya dan istri saya di hari penting tersebut.

Selamat mencoba kejujuran ;)

Foto oleh: mach5.

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Felix Widjaja. Felix adalah salah satu dari penggagas Twentea dan sehari-hari sibuk menjalankan agensi web desain Stucel. Selain bertanggung jawab untuk menjaga penampilan Twentea agar selalu yahud, ia juga terkadang menulis artikel (salah satunya adalah yang barusan anda baca diatas). Oiya, Felix juga memiliki blog bersama istrinya di SodaSoup.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

1 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Adi Chandra mengatakan:

    betul banget tuh. kejujuran seperti kepolosan, kadang malah bikin tamu atau client malah jadi rileks.

    ReplyReply

1 Tautan Untuk Artikel Ini

  1. Apa Kelemahan Anda? | Twentea Mengatakan:

    [...] lain, apalagi perusahaan tempat anda melakukan wawancara kerja. Sebaiknya anda jangan takut dan gugup mengenai masalah kelemahan ini, cobalah untuk berkata jujur, karena perusahaan belum tentu menjadikan kelemahan ini untuk menolak atau tidak menerima anda [...]

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan