Categorized | Keseharian

Patutkah Obsesi Diperjuangkan?

Twentea’ers pasti punya obsesi donk? Sebagai seorang manusia sangatlah mustahil jika anda mengatakan tidak punya. Bagaimana cara anda menyikapi obsesi anda? Apakah anda terus mengejar obsesi anda? Well, apapun obsesi anda, pastikan anda jangan sampai terlena. Obsesi boleh jadi pemicu anda untuk mengapai sukses, namun alangkah baiknya jika anda milihat kedalam diri anda, apakah obsesi anda patut diperjuangkan?

Umur dua puluhan bagi saya merupakan umur dimana saya merasa ingin mengapai semua obsesi saya, apalagi ketika saya sudah bekerja dan menghasilkan uang sendiri.  Kebetulan memang obsesi saya dibidang audio video serta komputer. Pada saat itu obsesi saya ingin mendapatkan sebuah home entertainment terlengkap dikamar saya, layar datar yang besar, komputer super canggih serta game console yang bisa menemani saya ketika saya merasa bosan. Memang semua itu membutuhkan biaya yang cukup banyak, namun satu per satu saya dapatkan dengan susah payah.

Saya tidak perduli dengan ucapan serta nasihat teman saya waktu itu, Felix mengatakan “buat apa sih loe beli gituan, apa ngak terlalu berlebihan, kenapa ngak beli yang standar aja, trus sisa uangnya ditabung“. Saya masih ingat dia mengatakan hal yang sama ketika saya mempunyai rencana untuk memperbaharui semua perangkat komputer saya, namun lagi-lagi obsesi mengalahkan segalanya, saya tidak menghiraukan perkataannya.

Terkadang memang obsesi membuat orang gelap mata. Namun sekarang saya baru menyadari betapa salahnya jika mengejar obsesi secara berlebihan.  Dimana semua teman dan sehabat saya sudah bisa dikatakan sukses, saya sendiri masih bersusah-payah untuk mencari sumber penghasilan yang memadai untuk modal kehidupan baru (pernikahan) kelak.

Saya mendapat pelajaran baru dalam hidup saya, dimana obsesi bukanlah segalanya. Ketika saya berhasil mendapatkan semua yang saya idam-idamkan yaitu home entertainment, di sisi lain saya menyadari bahwa saya juga kehilangan sesuatu yang sangat berharga lainnya dalam hidup yaitu kesempatan untuk menabung demi masa depan. Menyesal di kemudian hari memang tidak ada gunanya, namun itulah fakta. Obsesi bisa mengalahkan segalanya, jadi harap berhati-hatilah dengan obsesi anda.

Masih banyak cerita dan pengalaman mengenai obsesi lainnya. Namun yang ingin saya sampaikan, obsesi hanya akan memberikan kebahagiaan serta kepuasaan sesaat. Bukan berarti saya melarang anda untuk mengejar obsesi anda, namun alangkah baiknya jika anda menfokuskan diri pada masa depan anda yang masih panjang. Obsesi masih bisa anda penuhi satu, dua, bahkan sepuluh tahun kemudian, namun masa depan dan kebahagiaan dalam hidup harus anda pupuk sejak dini sehingga anda bisa menuai hasilnya di masa yang akan datang.

So, twentea’ers apa obsesimu? Apakah patut diperjuangkan?

Artikel Terkait

    None Found

Tentang Penulis

Hendrik. Bertanggung jawab dalam mengurus konten di Twentea. Ia juga merupakan salah satu pengagas Twentea. Selain menjadi kontributor tetap di Twentea, beliau juga bekerja sebagai Product Manager di PT IAHGames Indonesia

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

15 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. ncus @ MakeMac mengatakan:

    Obsess! Menuntaskan semua mimpi-mimpi menjadi kenyataan.

    Apa obsesimu? Jadi kaya iklan ya.

    ReplyReply
  2. Hendrik mengatakan:

    wah obsesi loe ambigu ncus… ngak jelas hahahahaha

    ReplyReply
  3. lany mengatakan:

    Yahh abis baca ini gajadi deh beli Wii :(

    ReplyReply
  4. smurfin mengatakan:

    yang penting sih, obsesi itu sesuai dengan keadaan sekarang. misalnya, kita uda kerja gila2an selama beberapa tahun, ngirit sengirit ngiritnya ngirit, dan kala semua kewajiban sdh dilaksanakan, dan menabung jg sudah bisa dirutinkan, ya boleh lah, memanjakan diri sedikit… duit kan juga ga dibawa mati!

    ReplyReply
  5. hendrik mengatakan:

    @smurfin
    yup kan sudah saya jelaskan diatas, boleh2 aja, tapi bukan prioritas utama…

    @lany
    hehehehe, bli aja wiinya tar gw tinggal maen deh di apart loe. :P

    ReplyReply
  6. Aria Rajasa mengatakan:

    Wah, obsesi itu penting banget untuk diperjuangkan. Tapi tentu saja obsesi yang bertanggung jawab. Kalo saya sendiri terbiasa mengeset prioritas dari primer, sekunder dan tersier, walaupun kadang suka aneh prioritasnya (seperti beli wii, ds dan PSP over buying my sister a laptop :P )

    ReplyReply
  7. Andy OrangeMood mengatakan:

    Untung obsesi g selalu bisa di rem… priority saja, dan sekarang cenderung sesuatu yang berguna juga… misal obsesi sekarang pengin punya bisnis online lagi… Obsesi g sekarang mungkin ingin jadi sukses di bisnis baik offline / online… :)

    ReplyReply
  8. hendrik mengatakan:

    @aria
    lol udah setting masih menyimpang jg, ga beres tuw hahahaha

    @andy
    manteb, kalo gitu loe perjuangin obsesi loe, wajib itu :D

    ReplyReply
  9. Felix Widjaja mengatakan:

    Obsesi gw dalam dunia bisnis itu ingin memiliki situs yang ramai digunakan orang. Sudah gagal wartakita.com dan moodmill.com, namun tidak akan pernah berhenti selama masih bernapas! Horeee.

    Pernah punya juga pengalaman menarik mengenai obsesi, yaitu sewaktu akan berencana merit. Obsesi kami sewaktu itu adalah menikah dengan uang sendiri yang notabene amat pas2an. Tapi ya jadi positif banget, kita jadi mencari duit semakin semangat dan gila2an waktu itu, ditambah lagi dengan keharusan mencari uang extra untuk furnitur apartemen.
    Dan ternyata setelah berhasil, rasanya nyaman, nikmat tiada duanya lho setelah memaksa tubuh dan pikiran ini sampai ke batas yang paling maksimal.

    Obsesi sih boleh banget dilakukan, asal yang positif dan bukan yang melulu membanting tulang demi membeli barang X, barang Y (sori ya penulis hehe) dan berbagai barang tidak produktif lainnya. Sesekali boleh, namun jangan menjadi racuuuuuuuuuuuuun ;)

    Selamat mengejar obsesi positif!
    Bersama kita bisa!
    YES WEEKEND!

    ReplyReply
  10. angky mengatakan:

    hmmmm..

    jadi gitu yahhh..mashimaroo.. :]

    aku jadi terharu..hehe
    Jadi inget sama Quote “it’s hard being 20sumthing”..

    Obsesiiiku banyakkkkk..

    ReplyReply
  11. hendrik mengatakan:

    wah ada angky mampir disini juga hihihihi
    selamat datang… apa donk obsesinya yang paling obsess bgt :P

    ReplyReply
  12. Tedi mengatakan:

    Wah..
    gw kayaknya harus jual gitar satunya lagi ni
    blom punya mobil, blom punya rumah T_T

    ReplyReply
  13. hendrik mengatakan:

    @Tedi
    yah ngak usah sampe sebegitunya kok, kan masih bisa menabung dari skrg… ga perlu sampe jual2, toh dgn loe menjual gitar kan ga bakal kebeli mobil atau rumah jg kan :D … santai aja mulai skrg dipilah2 obsesinya yg mana yg wajib diperjuangkan dan yg ga wajib :D

    ReplyReply
  14. Putri Sarinande mengatakan:

    oh, tentunya…
    gimana yah – obsesi sayah cuma satu : menjadi seniman dan hidup di Bali (^_^)
    layak atau tidak diperjuangkan? yah, drpd gua berakhir di ruang konsultasi psikiater hayoh? (_ _ “)

    ReplyReply
  15. rachmat mengatakan:

    terkadang obsesi hilang begitu saja teriring perjalanan waktu. setiap orang punya obsesi..tapi realitas keadaan..bisa terkubur obsesi itu.
    mengalir sajalah dalam hidup ini. tidak dilarang anda punya obsesi

    ReplyReply

5 Tautan Untuk Artikel Ini

  1. Siap Nikah? Tunggu Dulu! | Twentea Mengatakan:

    [...] berpergian bersama teman semaunya, harus 90% selalu bersama dia. – Tidak bisa lagi selalu memuaskan obsesi gak penting anda. Misal: gadget, laptop. – Tidak bisa lagi makan gorengan disaat sedang sakit leher [...]

  2. Hutang Memang Bikin Susah!!! | Twentea Mengatakan:

    [...] bisa mencari uang sendiri dengan bekerja, maka masalah keuangan pasti akan muncul seiring dengan keinginan anda untuk membeli barang favorit. Didukung lagi oleh kemajuan zaman yang memperbolehkan anda untuk [...]

  3. Lupakan Gengsi dan Menabunglah Sekarang | Twentea Mengatakan:

    [...] semu. Karena jika nominal tabungan telah menembus angka sekian, kamu langsung membelanjakan barang hasrat/obsesi pribadi yang telah lama dipendam, dan akhirnya tabungan kembali hampir nol [...]

  4. Mengasah Kemampuan Menuju Sukses | Twentea Mengatakan:

    [...] sedang menuju kesana. Saya juga yakin bahwa kita pasti ingin memenuhi kebutuhan kita sendiri, membeli semua apa yang selama ini diobsesikan, membahagiakan orang tua dan masih banyak lagi. Namun untuk mencapai semua itu dibutuhkan [...]

  5. Layanan Keuangan Yang Sebaiknya Dihindari | Twentea Mengatakan:

    [...] namun tanpa uang kita tidak akan bisa hidup. Sungguh ironis memang, apalagi di umur 20-an dimana keinginan dan hasrat untuk mendapatkan semua barang keinginan bisa digapai karena sudah bisa berpenghasilan sendiri. [...]

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan