Categorized | Kantor & Karir

Apa Kelemahan Anda?

Dalam wawancara kerja pertanyaan ini sering sekali muncul, dan kebanyakan dari kita agak sulit untuk menjawab pertanyaan ini. Mengingat kelemahan jangan sampai diketahui orang lain, apalagi perusahaan tempat anda melakukan wawancara kerja. Sebaiknya anda jangan takut dan gugup mengenai masalah kelemahan ini, cobalah untuk berkata jujur, karena perusahaan belum tentu menjadikan kelemahan ini untuk menolak atau tidak menerima anda bekerja.

Nah, jika anda binggung akan menjawab apa ketika ditanya mengenai kelemahan anda, kami berikan beberapa tips jawaban yang mudah-mudahan dapat membantu menjawab pertanyaan tersulit dalam sesi wawancara kerja ini, serta menjadikan kelemahan ini kelebihan yang tentunya menguntungkan diri anda.

Saya agak bawel

Tentu saja bawel yang dimaksud disini bukanlah bawel dimana anda menghabiskan setengah dari hari kerja anda untuk ngobrol dengan teman kerja anda. Anda mungkin bisa menjelaskan kepada orang yang mewawancara anda bahwa bawel yang anda miliki akan sangat berguna dalam dunia kerja, dimana anda bisa berkomunikasi secara efektif dengan calon klien ataupun anda bisa menjadi pembicara dalam sebuah seminar misalnya. Gunakanlah jawaban ini pada jenis pekerjaan yang agak sesuai semisal Sales Manager atau Marketing Manager.

Saya workaholic

Workaholic memang bisa menjadi kelemahan namun jika anda pandai menjelaskan maka hal itu bisa menjadi kelebihan anda. Coba jelaskan seperti ini kepada pewawancara kerja. Workaholic yang saya miliki bukanlah workaholic yang selalu bekerja dikantor bahkan sabtu dan minggu juga masuk ke kantor untuk bekerja. Saya bisa mendapatkan ide untuk perusahaan ketika sedang browsing diwaktu luang diluar jam kerja. Saya juga bisa mendapatkan calon klien ketika bertemu teman atau rekan di suatu pertemuan keluarga. Tujuan dari jawaban ini adalah untuk memberitahukan kepada pewawancara kerja bahwa anda bukanlah penggila kerja kantoran dari jam 9 sampai 5, namun anda juga dapat memanfaatkan waktu luang untuk memberikan keuntungan kepada perusahaan.

Saya perfeksionis

Menjadi seorang perfeksionis memang bisa dibenci (kelemahan) dan disenangi (kelebihan) oleh rekan kerja. Jika anda menjawab dengan jawaban ini, mungkin anda bisa menambah penjelasan kepada pewawancara bahwa perfeksionis yang anda miliki sangatlah berguna karena anda sangat memperhatikan hal-hal kecil yang berpotensi menjadi kesalahan terbesar dimana karyawan lain kurang memperhatikan. Lagipula atasan pasti akan menyenangi jika anda dapat menjelaskan pekerjaan anda secara detail tanpa ada kesalahan sedikitpun. Gunakan jawaban ini pada jenis pekerjaan seperti Project Manager.

Saya bisa menjadi pemimpin walaupun peran itu tidak diberikan kepada saya

Menjadi seorang pemimpin yang stand out jika tidak ada yang memipin memang bagus, namun belum tentu disukai oleh rekan kerja anda, bisa jadi anda disangka sok pintar, sok jagoan. Gunakanlah jawaban ini untuk menunjukan bahwa anda sangat berminat untuk bertanggung jawab dan menggambarkan keinginan anda untuk memajukan perusahaan. Namun pastikan anda juga menyatakan bahwa anda dapat mendelegasikan pekerjaan dengan baik dan benar kepada karyawan lain dan bukanlah tipe diktator yang mau tahu jadi saja.

Namun dibalik semua jawaban diatas, tentunya harus dibarengi dengan kenyataan yang ada, sebagai contoh anda menyatakan bahwa anda agak bawel, namun pada kenyataannya ketika anda diterima bekerja, anda malah lebih banyak diam dan tidak bergaul dengan sesama karyawan lain serta tidak mendatangkan calon klien baru.

Apakah Twentea’ers memiliki jawaban lain atas pertanyaan diatas? langsung saja jelaskan mengenai jawaban anda melalui kotak komentar dibawah ini.

foto oleh: Language Translations

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Hendrik. Bertanggung jawab dalam mengurus konten di Twentea. Ia juga merupakan salah satu pengagas Twentea. Selain menjadi kontributor tetap di Twentea, beliau juga bekerja sebagai Product Manager di PT IAHGames Indonesia

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

5 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. aditya mengatakan:

    3 terakhir koq sy melihatnya malah sbg kelebihan, bukan kelemahan :D

    sy kira dalam wawancara tak apa kalo kelemahan anda diceritakan kpd pewawancara, tidak usahlah dikait2 kan kalo kelemahan tsb akan jd kelebihan, itu justru memunculkan kesan bahwa anda mengeluarkan kelemahan yg “menguntungkan” saja, sedangkan kelemahan yg merugikan ditutupi …… kesan spt ini bisa membuat pewawancara mengira kalo anda bohong

    IMHO

    ReplyReply
  2. hendrik mengatakan:

    @aditya
    kalo org bicara kekurangan itu paling susah untuk diungkapkan, laen cerita kalo kelebihan sangat digembor2kan… namun memang kekurangan yang sangat fatal sebaiknya sih jgn sampe ketauan yah :D

    yup kan diatas adalah “alternatif” jawaban kalau binggung mo jawab apa.

    ReplyReply
  3. Widi mengatakan:

    Jujur akan kelemahan kita boleh aja koq, asal juga kita bisa kasih solusi nya. Misalnya :
    “Saya itu pelupa, tapi sekarang sudah dapat saya atasi dengan menggunakan reminder pada PDA. Semua pekerjaan saya telah di organize dengan baik.”

    Better tell the truth than have to lie

    ReplyReply
  4. hendrik mengatakan:

    @widi
    setuju sama elo :D harus ada solusinya

    ReplyReply
  5. nandito mengatakan:

    sya kra dlam kasus bawel,sebaiknya tdak perlu diungkapkan dalam wawancara,
    karna mnurut sya,orang yang mempunyai kelemahan ini blum tentu bsa berbicara dalam seminar atau berbicara dengan klien.
    namun pada intinya adalah bagaimana cara kita dapat memberikan solusi yang dapat meyakinkan si pewanacara,
    thx..

    ReplyReply

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter