Categorized | Kantor & Karir

Antara Karir dan Wiraswasta

Ada kalanya kita mahluk 20-an ini yang sebagian besar merupakan mahluk-mahluk 7P (pergi pagi pulang petang, penghasilan pas-pasan) merasa mulai tidak nyaman dan jenuh dalam berkarir. Anda mulai membenci gaji anda yang segitu-gitu saja setiap tahunnya, benci politik saling sikut di kantor, benci disuruh-suruh bos terus, benci mengerjakan pekerjaan serabutan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan posisi dan tanggung jawab anda.

Wanita karir

Wanita karir

Lalu anda mulai berangan-angan, seandainya anda membanting setir, melarikan diri dari kegilaan kantor yang lama-lama bisa membuat anda menjadi gila beneran itu, untuk memulai usaha sendiri, menjadi bos sendiri!

Setelah hasrat memiliki usaha sendiri menggebu-gebu, lagi-lagi anda terbentur oleh 2 hal yang amat penting untuk memulai suatu usaha: ide dan modal.

Lalu setelah terbelenggu pilihan ke kiri, ke kanan, ke atas dan ke bawah mentok, anda mulai berangan-angan memiliki orang tua kaya raya, yang bisa tanpa diminta akan menawarkan modal untuk memulai usaha. Uh oh, sayangnya nasib anda belum semujur itu.

Selama anda belum memiliki landasan kuat untuk berwiraswasta, sebaiknya anda tetap menjadi anak yang baik dan alim di kantor sekarang. Hati boleh panas dan tak sabar ingin pergi, namun muka dan performa harus tetap positif. Apalagi kantor anda tidak memiliki peraturan ketat mengenai penggunaan internet, dan beban pekerjaan anda toh hanya sekitar 70%.

Gunakan sisa waktu 30% itu untuk mencari informasi-informasi di internet untuk menggerakan ide brilian wiraswasta mutakhir anda. Stop berselancar mencari gosip, bermain game, tebar pesona terhadap rekan-rekan di kantor, ber-narsis ria di Facebook dan hal-hal tidak produktif lainnya.

Bekerja Sambil Berwiraswasta

Siap dijual

Perlengkapan bayi siap dijual

Kreatiflah dalam mencari dan memilah-milah informasi ide wiraswasta. Amat disarankan untuk “mencoba dulu sebelum membeli“, artinya jangan dulu berkonsentrasi dan masuk 100% ke dalam usaha baru anda dan meninggalkan karir anda, jenius!

Semisal anda memulai usaha menjual perlengkapan bayi, anda bisa membuat website, membuat akun Friendster baru yang pada dasarnya foto-foto perlengkapan bayi tersebut dapat terpampang dengan jelas disana 24 jam tanpa memakan waktu anda 1 detik pun dalam melayani calon pembeli untuk melihat-lihat.

Untuk lebih mendongkrak pemasaran, anda bisa beriklan di forum-forum yang menyediakan fasilitas jual beli umum seperti Kaskus, Kafegaul. Ataupun untuk target pembeli spesifik ke produk perlengkapan bayi anda, bagaimana kalau Weddingku? Disana banyak sekali calon pasutri dan pasutri muda yang siap memiliki momongan. Itu artinya Rp. kan?

Tetap di kantor namun bisa sambil berwiraswasta, itu intinya! Syukur-syukur keadaan ini bisa berjalan langgeng dan bersinergi, karena itu berarti: 2 sumber penghasilan, wow *cring-cring* $_$ !!!

Persimpangan Jalan

Ada kalanya baik karir maupun kehidupan wiraswasta anda melesat tinggi. Kalau sudah begini, cepat atau lambat anda akan dihadapkan pada pilihan sulit untuk memilih salah satu dari 2 jalan yang berbeda tersebut. Dan mungkin saja, ini merupakan pilihan terbesar dan tersulit dalam hidup anda.

Penjualan perlengkapan bayi inovatif melalui internet anda sudah hampir setara dengan gaji / bulan dan masih sangat terbuka untuk adanya peningkatan. Bahkan setelah anda hitung-hitung, seluruh hasil penjualan di internet plus 10% gaji kantor anda sanggup mencicil kios di lokasi strategis untuk ekspansi toko riil perlengkapan bayi anda!

Namun seminggu kemudian, bos besar memanggil anda dan ada jabatan baru menanti! Gaji yang ditawarkan pun 2.5 x lipat, namun anda diharuskan untuk bermigrasi ke luar kota. Yang itu artinya selamat tinggal bisnis perlengkapan bayi.

Apa yang akan anda pilih, bila dihadapkan pada situasi pilih salah satu ini?

Filosofi

Filosofi Roda

Filosofi roda

Seharusnya, filosofi ada di bagian awal setiap artikel. Namun pada artikel Twentea kali ini, sengaja saya taruh setelah studi kasus, agar semoga lebih seru.

Seperti yang dikatakan oleh papi saya sewaktu saya belum menginjak umur-umur twentea, filosofi karir dan wiraswasta bisa dianalogikan sebagai roda yang berputar. Posisikan diri anda di bibir roda apabila anda memilih wiraswasta, dan posisikan diri anda di poros roda apabila ingin berkarir.

Hidup di poros roda tentunya lebih aman dan nyaman, pada dasarnya tidak banyak perubahan dan kejutan dalam kehidupan finansial anda. Anda di tengah, selalu di tengah dan hampir selalu di zona aman dan nyaman. Sisi positifnya tentu anda bisa mengambil kredit atau langkah investasi berjangka, karena penghasilan bersih 2 tahun ke depan pun sudah dapat diketahui dari sekarang (cukup mengalikan gaji anda dengan jumlah bulan, dikurangi rata-rata pengeluaran).

Sisi negatifnya, sudah tentu anda “bukanlah” penentu nasib anda sendiri. Ikut orang (bos), dan nasib anda ditentukan olehnya; jiwa wiraswasta anda pun menjadi hampir nol. Dan sumber penghasilan ini sifatnya tidak dapat diturunkan ke istri, anak atau ahli waris anda.

Di sisi lain, hidup berwiraswasta memang sangat beresiko tinggi. Kadang diatas, kadang dibawah sampai-sampai merasakan “kerikil jalanan”. Kadang bulan ini tidak ada pemasukan, bulan depan bisa $5000 (hanya ilustrasi saja, untuk menggambarkan tingginya).

Sisi positifnya:

  1. Menjadi bos diri sendiri.
  2. Tidak terikat oleh waktu kerja.
  3. Penghasilan tak hingga.
  4. Bisa diwariskan.

Sisi negatifnya:

  1. Penghasilan tak menentu, tapi pengeluaran sudah pasti ada.
  2. Resiko lebih besar.
  3. Selalu mencari ide untuk pengoptimalan dan pengembangan bisnis.
  4. Kompetitor yang terus merongrong.

Akhir Kata

Saya tidak mengatakan kalau wiraswasta lebih baik atau sebaliknya, apalagi keadaan zaman sekarang yang sedang semakin sulit ditebak akibat banyak faktor luar yang tak terduga, seperti resesi ekonomi global misalnya. Namun kalau menurut pendapat saya pribadi, ayo berwiraswasta! Namun tetap bijaksana dan penuh perhitungan. Jangan meresikokan segalanya sejak awal, karena itu namanya bodoh.

Berkarir pun sama sekali tidak salah. Apabila anda memiliki bakat dan otak cemerlang (terutama sih keberuntungan), bisa saja bergaji hingga Rp. 25.000.000 / bulan dan itu artinya anda memiliki modal untuk membangun usaha sampingan wiraswasta perlengkapan bayi anda ;)

Anda bisa memilih jalan sebagai freelance dan mendapatkan penghasilan dari luar negri dengan hanya cukup dengan bekerja di rumah. Penulis, desainer, semuanya bisa! Kunjungi blog saudara kami Ruang Freelance untuk mendapatkan pengetahuan lebih lanjut mengenai hal ini.

Namun dilihat dari teori ekonomi, setahu saya semua negara lebih menginginkan warganya untuk berwiraswasta agar perekonomian secara makro lebih maju. Negara tetangga Singapura bahkan secara blak-blakan dan tegas mendukung hal ini, terbukti dengan banyak sekali kemudahan untuk mengurus administrasi pendirian badan usaha dan biayanya pun minim.

Oiya, perlu saya tekankan untuk jangan berjualan perlengkapan bayi sebagai ide bisnis anda, karena sudah banyak sekali saingannya. Itu hanyalah sebuah contoh belaka :)

Foto oleh SCSSAPICS, initdesign2003, Mr. T in DC

Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.
Jangan lupa juga untuk berpartisipasi di sayembara Riak Hadiah ArusMedia berhadiah iPod!

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Felix Widjaja. Felix adalah salah satu dari penggagas Twentea dan sehari-hari sibuk menjalankan agensi web desain Stucel. Selain bertanggung jawab untuk menjaga penampilan Twentea agar selalu yahud, ia juga terkadang menulis artikel (salah satunya adalah yang barusan anda baca diatas). Oiya, Felix juga memiliki blog bersama istrinya di SodaSoup.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

11 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Lany mengatakan:

    Bner bgt nih, saat2 lagi ‘diperes’ sama si bos suru lembur, suru jadi tameng, temen kantor rese (plis deh, ngapain si rese2, secara sama2 cari makan gitu loch!). Pengen bgt rasanya langsung cabut saat itu juga. Tapi memang musti berpikir panjaaannngggg..
    Tidak semudah itu kawan. Dan selama waktu penantian itu, tetep nyengir :D

    ReplyReply
  2. Amir Karimuddin mengatakan:

    Very interesting article. Two thumbs up!

    ReplyReply
  3. anggi@ruangfreelance mengatakan:

    istri gue jualan makaroni lewat website dan friendster bisa lumayan lowh hasilnya. berikut illustrasi :
    1 minggu = 3-4 makaroni
    1 makaroni = RP 40.000
    modal 1 makaroni = RP 25.000
    ongkos kirim = 5000-10000

    waktu pembuatan = bangun jam 3 pagi
    pengiriman = siang or sore (suaminya jadi supir tembak)

    keuntungan = 60.000 – 90.000/minggu

    kesimpulan
    kecil tapi sangat menjanjikan, hanya dalam waktu 1 minggu sudah menghasilkan. Selama 2-3 bulan menghasilkan 1-1,5jt kalau saja istriku menambah orang bisa lebih besar lagi penghasilannya… sayangnya dia kecapean dan tidak diteruskan lagi bisnis ini. bisnis coba2 via internet dalam produk apa saja pasti menjanjikan, asal mau ditekuni dan dijadikan hobi :D

    ReplyReply
  4. david mengatakan:

    artikel yg sangat bagus…

    dulu sempat ngalami juga wiraswasta.. tp modal dan hoki kurang.. mungkin timing juga.. dan wkt itu gw’nya belum matang..

    jd skrg balik lg ke jalur kuli, masih wait n see untuk kesempatan kedua…

    ReplyReply
  5. Widianto mengatakan:

    Cukup bagus artikel ini, tapi untuk saat ini lebih baik wait and see dulu bagi yang punya modal pas2an. Lain halnya kalo punya modal berlimpah dan tidak menggangu kehidupan pribadi apalagi keluarga (makan pasir? hehe).

    ReplyReply
  6. blogpreneur mengatakan:

    @anggi

    kecil tapi lumyan… well , iyasih tapi kok mending makroninya dinaikin gtu , kalau cuma 1,5 lah.. adsense lebih gede… :-P becanda …

    ReplyReply
  7. Richard Fang mengatakan:

    wah bagus banget nih artikelnya! :D

    klo gue pas di persimpangan mungkin bisa ambil yang wiraswasta, itu kalo sikon di kantor emang gue ga suka, percuma gaji gede tapi ga berkembang..

    nah yang lagi gue alamin yah yg wira ini alias freelance, setelah 10 bulan freelance baru mulai berasa nih gaji ga tetep, tapi rasanya kok lebih menantang buat gue dan ga pernah kepikiran untuk balik ngantor lagi, menurut gue mumpung masih blom ada tanggung jawab yg lebih besar (istri,anak,dll yg lebih ruwet) jadi terjang aja lah apa pun itu hehehe and keep prayin’ also :)

    ReplyReply
  8. Felix Widjaja mengatakan:

    Trims semuanya!

    Dulu gw juga berada di persimpangan jalan, pas Stucel baru agak ramai ada perusahaan teman menawari pekerjaan yang cukup asik dari segi job desc dan gaji.

    Akhirnya gw dulu pilih Stucel, entah mengapa. Mungkin gara2 sesuatu yg gw perjuangin dengan keringet darah bertahun2, gw ga rela untuk menyerah he3.

    Tapi setuju ama Richard, tantangannya lebih asik. Dan kalau memang income masih menjanjikan, pasti tetep alergi sama yang namanya ngantor. Jangan lupa juga bagi yang masih single, tancap gas terus manuver bisnisnya!

    ReplyReply
  9. Toni @ NavinoT mengatakan:

    Saya suka artikel ini. Realistis.

    ReplyReply
  10. Putri Sarinande mengatakan:

    artikel yang cihuy… provokatif dalam hal positif, sekaligus realistis!

    secara,,, ngerasain sendiri pilihan hidup menjadi seorang bos yg numpang hidup di rumah ortu. gyahahaha!

    ReplyReply
  11. Gunawan mengatakan:

    Bgus bgus bgt n logika… Ju2r aja q pgn skali berwiraswasta. Q jg ga jelekin kerjaq yg skrg q bangga bhkan bangga skali dgn pkerjaanq skrg(TNI_AL) meski gaji pas2an. tp ju2r hdup djaman skrg smua ujung2nya ekonomi. Jdi bg sapa yg mw bbagi ilmu ttg bisnis mhn ajari aq. Bsa dhub 085649315524

    ReplyReply

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter