Yuk, Kenalan dengan Teh!

Sore-sore di teras rumah. Sembari memandangi ironi yang cantik (Gelombang Cinta Lidah Naga angkuh mengembang di samping sederet pot kecil berisi cabe rawit), sruput-sruput teh hangat, aaah nikmatnya… Eh, kok tiba-tiba pengin membahas teh ya? Yuk, kenalan dengan teh!

Seperti yang telah diketahui seisi dunia, teh adalah minuman yang dibuat dengan menyeduh daun Camellia sinensis (atau Thea sinensis). Kata ”teh” juga merujuk ke tanaman itu sendiri, dan di Inggris dikenal sebagai saatnya ngemil sore-sore, karena yang disuguhkan saat ”tea time” bukan hanya teh, namun juga kue-kue dan buah.

TeaTeh maupun budaya minum teh berasal dari China, kira-kira 4 ribu tahun usianya. Konon, Kaisar Shen Nung yang menemukannya pada 2737 SM. Ketika berjalan-jalan di kebun, sehelai daun teh jatuh ke dalam mangkuk berisi air panas yang tengah dibawanya. Tanpa perlu mempertanyakan logika legenda ini (seorang kaisar membawa mangkuk air panas ke kebun, iseng amat!), sang kaisar mengirup kepulan asap yang wangi, mencicipi air dalam mangkuk yang telah berubah warna (sekali lagi, jangan memusingkan logika legenda, termasuk di mana gerangan juru cicip saat itu!), dan menyukainya. Demikianlah, menurut Bang Konon, asal mula teh.

Para pendeta Buddha kemudian membawa teh dari China ke Jepang. Kandungan stimulan di dalamnya membantu mereka terjaga selama meditasi, menjadikan teh komoditas populer di Jepang. Sementara itu, para pedagang China menyebarkan teh ke negara-negara lain. Dan duta besar China memperkenalkannya pada Rusia awal tahun 1618.

Di Eropa teh mulanya dikenal sebagai minuman herbal. Namun budaya minum teh baru benar-benar mewarnai benua itu ketika Putri Catherine Bragaza dari Portugis menikah dengan Charles II. Dia menyajikan teh untuk teman-temannya di kebun pada suatu sore. Dan inilah cikal-bakal ”tea time”, yang hingga kini masih dilakukan oleh sebagian besar orang Eropa, terutama Inggris.

Kini, teh bisa dijumpai di belahan dunia mana pun. Namun produksi teh terbesar tetap dikuasai Asia, terutama China dan Jepang, selain India dan Indonesia.

Jenis dan Kualitas

Ada ribuan ragam teh; semuanya berasal dari tanaman yang sama, namun karena melewati metode pemrosesan berbeda, dikategorikan menjadi 3 kelompok besar: teh hitam, teh hijau, dan teh oolong. Teh hitam melewati oksidasi selama beberapa jam, sementara teh oolong lebih singkat. Teh hijau tidak dioksidasi sama sekali, melainkan langsung dipanaskan dan dikemas.

Teh Paling Populer

Kategori

Nama Ngetop

Negara Asal

Rupa & Rasa

Hitam

Assam

India

berwarna kemerahan, dengan sentuhan rasa malt

Ceylon

Sri Lanka

merah kecokelatan

Darjeeling

India

berwarna merah atau keemasan, beraroma almond

Keemun

China

beraroma apel dan plum

Yunnan

China

berwarna cokelat, dengan sentuhan rasa pedas (merica)

Beraroma

Melati (teh hijau)

-

beraroma bunga melati

Earl Grey (teh hitam)

-

beraroma bergamot

Lapsang Souchong (teh hitam)

China, Taiwan

beraroma asap bakaran pinus

Oolong

Ti Kuan Yin/Tai Guanyin

China

berwarna hijau pucat, merah muda, atau keemasan; beraroma bunga-bungaan, dengan sentuhan rasa persik

Formosa Oolong

Taiwan

Hijau

Genmaicha

Jepang

berwarna hijau keemasan, dengan rasa herbal yang kental

Gyokuro

Kaki Laba-laba

Mattcha

Sencha

Hojicha

Genmaicha

Longjing/Lung Ching

China

Baozhong

Bubuk Mesiu

Lainnya

Pu-erh (untuk pengobatan alternatif)

China

berwarna merah gelap, dengan sentuhan rasa tanah (beneran! tanah!)

Cara Menyimpan Teh

Bila ingin memperoleh rasa dan aroma optimal dari teh, penyimpanannya harus tepat. Dalam wadah kedap udara, di tempat yang kering dan sejuk. Kaleng logam atau toples kaca bening pun boleh, asal tertutup rapat dan diletakkan jauh dari cahaya.

Lemari es bukan pilihan tepat. Dinginnya memicu kondensasi air yang dapat merusak kualitas teh. Namun, untuk penyimpanan jangka panjang, teh dapat dibekukan. Caranya: simpan dalam wadah kedap udara, bungkus rapat dalam plastik. Sebelum membuka teh yang dibekukan itu, biarkan dulu di tempat terbuka agar suhunya menjadi setara dengan suhu ruang.

Teh Herbal

Ratusan jenis herbal telah dimanfaatkan sebagai minuman. Beberapa di antaranya kerap disebut ”teh herbal”. Ini sebenarnya bukan teh seperti yang dibahas dalam artikel ini, karena asalnya bukan tanaman Camellia sinensis. Teh herbal berasal dari tanaman herbal, seperti pepermint dan bunga krisan, yang diseduh dengan air panas layaknya teh.

Teh Kantung

Oke. Beda ragam teh, beda pula rasa dan aromanya. Lantas, bagaimana dengan teh dalam kantung? Apa salahnya kita minum teh yang mengusung praktikalitas ini?

Tentu tidak salah. Toh budaya minum teh memang regional sifatnya. Di Jepang teh identik dengan ritual, di China bahkan lebih penting daripada air, sementara di Amerika teh kantung merajai pasar karena praktis. Kita bahkan mengenal—tanpa sedikitpun bermaksud ngiklan—slogan ”Apa pun makanannya, minumnya teh botol *peep*”.

Bila punya waktu, bolehlah Anda menyeduh beberapa ragam teh. Bila terlalu repot, celupkan saja teh kantung ke dalam secangkir air panas. Terlalu malas? Ya tinggal teriak, ”Bibik, bikinin teh!” *

Foto oleh: arty_zen

Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.

Artikel Terkait

    None Found

Tentang Penulis

Dian Ara. Jurnalis narsis yang kinyis-kinyis dan manis. Pecandu kopi, rokok, buku, inet, nulis, pilem, dan makanan enak (terutama yang gratis). Masih bersemangat 45 merintis karier baru sebagai ONLINE FREELANCING WRITER. Silakan kulik-kulik cerebrum-nya di sini.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

10 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Felix Widjaja mengatakan:

    Akhirnya qta punya artikel teh juga, trims Dian!

    Gila juga tu kaisar 4ribu tahun yang lalu, kalau kaga iseng sruputin air yang ada benda asing baru jatuhnya bisa2 kita ga kenal teh sampe detik ini!

    Ngemeng2, efek sampinnya minum kebanyakan teh apa yah?

    Oiya sekedar tambahan bagi yang suka minum teh: jangan minum selagi puanas buanget (emang paling enak pas lg panas) karena lama2 bisa bikin kanker tenggorokan (suka terjadi di China). Gak cuman teh sih, tapi minuman apa aja yang penting diminumnya jangan panas2 bo, sabar tunggu sebentar dulu yak.

    ReplyReply
  2. Lany mengatakan:

    Akyu suka bwanget sama teh! Tapi kok itu serem amat nama ngetopnya teh hijau ‘Kaki Laba-Laba’ hiyy!

    ReplyReply
  3. Ben haryoyuda mengatakan:

    Wah gfw bener2 tergila2 sama teh apa lagi kalo dicampur aroma lain kayak camomile, jasmine dan lavender.. Tapi yang teh Indonesia punya kok ga kesebut yah? Apa teh Indo asalnya dari negeri2 seberang sana juga kah??

    ReplyReply
  4. dian ara mengatakan:

    @ felix: sabar yah… masih rada ribet sama buku^^ abis ini kutulis cara minum teh dan efek samping minum teh ^^

    @ lany: masih mending seh, daripada kaki kebo, wakakakakaka…

    @ ben: teh yang anda sukai itu termasuk kategori teh beraroma. dan sebetulnya semua teh di seluruh dunia (termasuk di indonesia) ya sama saja, berasal dari tanaman yang sama, dibagi menjadi 3 (hitam, hijau, oolong) berdasar lamanya oksidasi dalam pemrosesannya. jadi semua jenis teh yang disebut di artikel itu juga ada di indonesia.

    tapi memang, menurut sejarah, yang pertama menanam teh sekaligus mendapati tanaman itu bisa diolah jadi minuman enak bukan indonesia, melainkan china. dan penyebarannya ke jepang, eropa, dan india terlebih dahulu. barulah kemudian pedagang gujarat (dari india) dan penjajah (belanda) memperkenalkannya pada kita.

    maaf, seharusnya dalam artikel itu saya menyebutkan 1 lagi poin penting: jenis teh yang digunakan oleh brand yang kita kenal dalam keseharian. anggap saja ini revisinya ya, hehe…

    *yang menggunakan teh hijau*
    - teh botol sosro
    - kepala jenggot
    - 2 tang

    *yang menggunakan teh hitam*
    - fruit tea
    - teh poci
    - sariwangi
    - tong tji

    yang mau menambahkan, silakan ^^

    ReplyReply
  5. minanube mengatakan:

    Nambahin bu..

    teh CTC (Crushing Curling Tearing), ini yang paling banyak dan umum produksinya, terutama untuk produksi pabrik, karena selain lebih mudah pengolahannya, juga end product-nya lebih kuat secara taste atau organoleptiknya, sebagian orang menyebutnya teh hitam walaupun kurang agak tepat juga.

    Soal mutu teh, negara kita boleh membusungkan dada, produk2 teh dari perkebunan kita terutama dari PTPN (milik pemerintah) sangat disukai konsumen mancanegara dan harganya mahal, jika diumpamakan mobil dia itu selevel ferari gitu deh :D , tapi sialnya kita yang di dalam negeri sendiri kebagian TW-nya aka Tea Waste wekekekek… nasib tenan….

    Mau “Sari Harum” “Seger Tea” “Buah Tea” dll itu bahannya ya TW tadi itu, tapi untungnya masyarakat kita gak tahu mana teh yang bagus heh5x…, jadi TW dikira Top Wahid :D

    ReplyReply
  6. dian ara mengatakan:

    wakakakakaka… kebiasaan orang indo dan bule neh. komoditas terbaik negeri ini diekspor untuk diolah bule jadi produk yang luar biasa mahalnya… untuk dikonsumsi oleh orang tajir di negeri ini.

    aku jadi inget pas pertama kali minum starbucks… kubaca keterangan di kemasannya… buset! biji kopi mandailing! bayar 30 rebu buat secangkir kopi yang tinggal ambil dari kebon tetangga?! wakakakakaka…

    nice info! thanx yah ^^

    ReplyReply
  7. XtiaN mengatakan:

    gua masih penasaran ada yang bilang teh bisa bikin sakit ginjal. bener ga sih?

    ReplyReply
  8. hary devariyanto mengatakan:

    Teh,aq butuh banget info yg 1 ini dan aq butuh info pengolahan dan dimana ya dapatin teh dgn nama di ats?apa harus ke jepang,india,cina???

    ReplyReply
  9. Putri Sarinande mengatakan:

    @XtiaN: teh mengganggu ginjal, ketika kamu kurang minum air putih. sebab itu mengganggu fungsi kerja ginjal, menjadikan ginjal bekerja berat menyaring.. jadi bukan cuma teh tapi minuman apa pun selain air putih. sebab, air terseat ya air putih alias air bening

    ReplyReply
  10. vindra mengatakan:

    trims buat dian ara cos dah bikin artikel tentang teh berkat loe gue bisa tau jns2 teh dan gue bisa ngerjain tgs mencari tau tentang mcm2 teh dan negara asal teh tersebut artikel loe sangat berguna banget bagi gue.sekali lagi trims…

    ReplyReply

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan