Baru mau nulis, ambil kalkulator dulu.. Saya lupa umur saya sekarang 21, atau 22 ya?? Ok. Sekarang udah inget.. 21! Hehe.. Berarti kurang lebih ada digaris batas bawah untuk ikutan nulis pengalaman yang tidak bisa dilupakan diumur 20-an. Well, umur 20-an yang belum genap dua tahun saya rasain hampir ga beda dengan masa-masa abg (sekarang pun masih berasa abg lho! :)
Ditahun ini bisa jadi cobaan yang paling berat buat saya (boleh ambil tissyu buat jaga-jaga), mungkin makin tua makin berat derita hidupnya kali ya? Hehe.. (aduh maaf ya kalo lebih dari 500 kata *abis biasa gosip sih*). Ditahun ini, disaat umur saya masih 21 tahun.. Saya harus rela melupakan rencana pernikahan saya . Walaupun belum jauh persiapannya, tetapi rencana ini udah pernah melibatkan keluarga besar dan teman-teman kami. Mungkin rasa malu dan sakit hati yang buat ini makin terasa berat. Diawal Januari pasangan saya udah mulai ga jujur, dan keinginan dia untuk membatalkan pernikahan kita baru saya ketahui dibulan April, beberapa hari sebelum ulang tahun saya yang ke 21. Banyak hal yang ga bisa diterima gitu aja, sedih banget rasanya (ya iyalah). Nah! Tapi bukan disitu inti pengalamannya (hehehe).
Titik Perubahan
Untuk menghindari jatuhnya cucuran air mata yang kerap kali bikin mata bengkak dan malu pergi ke kampus, saya berusaha memperbanyak kegiatan saya setiap harinya, dibantu dukungan dari banyak teman, keluarga, dan ini juga termasuk saran dari sang mantan yang sekarang jadi teman penghibur sejati (padahal dia yang biang keroknya ya?! Hehe.. Ya udahlah.. Ambil positifnya aja-dari-pada-ga-ada-sama-sekali. Entah kenapa saya tiba-tiba jadi maniak belajar, les, baca buku, dan Internet! Woo hoo! Laptop semata wayang bener-bener jadi temen sejati waktu saya ga bisa tidur berhari-hari.
Ada aja yang di utak-atik, dari unduh aplikasi yang lucu-lucu, buat icon dan folder yang warna-warni, dan sok-sok-an merapihkan file yang berantakan sampai entah gimana caranya harddisk saya dengan imutnya saya riset secara sadar, tanpa di back-up terlebih dahulu (*jadi malu*). Padahal saya lagi berusaha mati-matian menyelesaikan skripsi saya di semester 7. Tapi itu malah buat saya makin sering barengan dengan si Laptop saya ini. Dari bangun tidur, sampai mau tidur lagi, dia yang nemenin (kalah deh Edward Cullen hehe). Saya juga jadi gila Internet. Aduh, Internet itu jadi kaya nafas kedua (lebai). Baru-baru ini saya juga dapat award RATU ONLINE dan SOCIAL NETWORK ADDICT dari teman-teman
Pada akhirnya, ketertarikan saya dengan Internet dan website buat saya ikutan kelas special untuk web designer, saya juga jadi rajin nge-blog, nge-twit, ikut milis ini itu, dan menjawab diskusi di forum binusmaya. Saya rasa, banyak banget hal lain yang saya dapat dan pelajari selama saya berusaha
melupakan gimana pedihnya masa lalu. Selain Internet addict, saya juga lebih sering meluangkan waktu untuk baca. Baca apa aja, dari yang saya suka seperti majalah lifestyle dan komik Chibi Maruko Chan, sampai ke buku seperti Organization Exellecent, atau riview keadaan Indonesia ditahun 2007-yang-biasanya-dihindari-mahasiswa-sesusai saya (*0*)
Sinar di balik kegelapan
Setidaknya,saya berusaha menciptakan nilai terhadap kepribadian saya setiap hari. Saya mau orang lain lihat ada banyak nilai di diri saya. Setidaknya, cukuplah untuk berpendapat saya bukan wanita menyedihkan yang ditinggal calon suaminya, ga makan berhari-hari, mendem dikamar ga keluar-keluar, atau IP-nya nasakom. (aduh amit-amit ya!).
Saya mungkin bohong kalau saya bilang saya saat ini ikhlasin semua dan move on. Tapi saya jujur banget kalau saat ini saya bilang, semua jauh lebih baik dan saya cukup berbahagia dengan kehidupan saya -walaupun- masih ada lubang menganga dan serabut zig-zig melintasi hati saya. Saya tahu Tuhan maha adil, walaupun mungkin kejadian-kejadian itu jadi pengalaman yang tidak akan pernah bisa dilupakan bahkan seumur hidup, tapi saya tahu akan banyak pengalaman lain dihari esok yang warna-warni yang mungkin akan terus saya ingat di hidup saya.
Tamat.

Icha dalam foto "Think About Indonesia"
Tulisan diatas ditulis oleh Icha untuk acara Riak Hadiah yang diadakan oleh ArusMedia secara serempak di seluruh blog. Icha berhasil merebut juara ke dua pada Twentea.
Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.
Artikel Terkait
- Pemenang 1 Riak Hadiah: Harga Diri Bukan Diukur Oleh Indeks Prestasi
- Kapan Nikah? Pertanyaan Yang Tidak Perlu Ditakuti!
- Masalah Pra-pernikahan
- Menggoda Jangan Sampai Terlihat Norak
- Persiapan Pernikahan – Bagian 1



Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
January 27th, 2009 at 8:20 pm
Hiks, jadi terharu. Salut sama ketabahan dan kemauan untuk bangkit yang bukan cuma berdiri, tapi langsung lari, hebad cha!
January 29th, 2009 at 2:57 pm
hehe..
trims :)
February 16th, 2009 at 5:31 pm
pasti sakit banget2, tapi kamu hebat bisa menepis itu semua dengan hal yang lebih memajukan hidupmu :) its good !
February 18th, 2009 at 1:11 pm
woh icha! selamat ya cha.. :D selamat menang juara 2 maksudnya.. *sebelom dilempar iPhone*
February 18th, 2009 at 1:32 pm
@zulazula: @Deon P: hohoho.. ko gw jadi malu2 gt.. hihi