Menyisihkan sebagian uang, alias menabung mungkin memang bukan topik yang sering dibicarakan dibandingkan si BB atau si iPhone. Kuliner, sale, bazar, gadget terbaru lebih mendominasi pembicaraan setiap kali bertemu dengan teman-teman. Bagi usia dua-puluhan, terlebih yang jomblo atau yang belum ada rencana untuk berkeluarga; prioritas menabung menempati urutan yang sangat jauh di belakang.
Kalau-kalau ingin menabung-pun, biasanya hanyalah alasan semu. Karena jika nominal tabungan telah menembus angka sekian, kamu langsung membelanjakan barang hasrat/obsesi pribadi yang telah lama dipendam, dan akhirnya tabungan kembali hampir nol lagi.
Memang tidak salah menikmati hasil jerih payah mumpung belum ada beban dan tanggungan. Apalagi jika kamu saat ini masih tinggal bersama orang tua, pendapatan sebulan bisa langsung kamu habiskan tanpa perlu memikirkan hari ini dan bulan-bulan ke depan, karena setiap hari makanan akan selalu ada di meja makan. Hal yang sama terjadi juga pada anak kost yang setiap bulannya tak pernah luput dikirimkan uang oleh orang tua di rumah.
Tapi siapa sih yang tidak ingin menikah, berkeluarga dan beranak pinak? Cepat atau lambat saat itu akan tiba dan semua itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Mau tidak mau kamu pun harus menabung. Jika tidak dimulai sekarang, maka kamu pun akan semakin terbiasa dengan gaya hidup yang terlalu konsumtif, gengsi-an dan malu kalau sampai ketinggalan tren.
Kebiasaan ini pun akan terbawa sampai kamu berkeluarga nanti, akibatnya keuangan keluarga menjadi tidak sehat (karena sering dikorbankan), apalagi keluarga muda yang biasanya perlu belajar dalam mengurus keuangan bersama. Semua hal ini dapat berujung pada percekcokan tiada henti antara suami istri, karena salah satu pilar utama dalam pernikahan mulai goyah dikarenakan terlalu konsumtif.
Lain halnya jika mulai saat ini kamu membiasakan diri untuk menyisihkan minimal 10% dari pendapatan kamu setiap bulannya. Dan jangan pernah memakai uang itu kecuali untuk keperluan yang sangat mendesak seperti misalnya sakit, menikah, dll. Abaikan garage sale, bazaar, apalagi promo buy 1 get 1. Akan lebih baik jika kamu menginvestasikan sisa uang tersebut. Dengan cara seperti ini, kamu akan terbiasa melihat angka di tabungan cukup tinggi, tidak pernah merasakan tabungan kering kerontang, dan sikap hemat ini pun akan terbawa sampai kamu berkeluarga. Karena kamu tidak akan pernah tahu apa yang akan kamu hadapi nanti.
Perlu ditekankan, menabung bukan berarti menyisihkan uang sisa. Tapi sisakan terlebih dahulu sebagian dari pendapatan kamu untuk ditabung. Baru sisanya dipakai untuk kebutuhan lainnya. Jadi tidak ada alasan untuk kehabisan uang bukan? Jika kamu tetap merasa kurang, berarti ada yang salah dan kamu harus segera mencari jalan keluarnya entah itu menekan pengeluaran atau meningkatkan pendapatan.
Berikut adalah beberapa tips menabung ala Twentea yang semoga bisa membantu kamu:
- Jika tidak perlu, jangan terlalu banyak mengambil penawaran untuk membuat kartu kredit walaupun biasanya menawarkan gratis iuran di tahun pertama. Karena biasanya kamu akan tergiur dengan penawaran cicilan-cicilan/hutang yang sebenarnya tidak perlu. Dan setelah setahun berlalu, iuran tahunan kartu kredit pun menjadi beban tabungan.
- Jangan pernah pergi berbelanja untuk kebutuhan harian dalam keadaan lapar. Karena akan menyebabkan “lapar mata yang tak terkendali” sehingga kamu akan mengambil lebih banyak makanan dan minuman kemasan. Jadi sebaiknya isi perut dulu sebelum pergi :)
- Bagi anak kost, belajarlah memasak. Jika perlu ajaklah teman kos lainnya atau pasangan. Dengan memasak kamu dapat menekan pengeluaran makan di restoran.
- Tentukan biaya hidup dalam sebulan. Dan catatlah pengeluaran kamu. Jika melebihi batas segera telusuri catatan pengeluaran dan pastikan tidak terulang di bulan depan.
- Tambahkan jumlah setoran tabungan setiap kali kamu mendapat kenaikan gaji, THR dan bonus lainnya.
Jika kamu sudah bisa mempunyai tekad bulat untuk menabung, tidak perlu kok sampai buka tabungan baru khusus untuk tabungan dan menontaktifkan kartu ATM nya. Karena hal itu akan menjadi sia-sia jika semangat menabungmu belumlah bulat! (malahan menjadi repot)
Menabunglah dan bersiaplah jadi “millioner”!
Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.
Artikel Terkait
- Tips Bertahan Saat Krisis Ekonomi
- 7 Langkah Pemulihan Keuangan Pribadi
- Mencari Tambahan Lewat Saham
- Romantis Tidak Perlu Mahal
- Duri Dalam Cinta – Perbedaan Ekonomi



Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
January 30th, 2009 at 12:19 am
Tapi siapa sih yang tidak ingin menikah, berkeluarga dan beranak pinak?
wah sangat menyentuh :D
January 30th, 2009 at 10:43 am
bagi yg masih tinggal sama keluarga, kalau bisa malah 50% di tabungkan. 10% rasanya terlalu dikit dan gampang kena inflasi.
January 31st, 2009 at 12:32 am
tips yang ke 1 betul tuh, suka bingung sama orang yg bangga punya banyak kartu kredit.. banyak kartu kredit bukannya banyak utang yah? lol!
klo mau bangga tuh ya banyak kartu debet.. XD
January 31st, 2009 at 12:16 pm
@Hendrik Habeahan: Pertanyaan standar untuk umur 20-an, kapan kawin?
@Adi Chandra: Betul! Kalau perlu 110% alias minta bonyok tambahin tabungan ;p
@Richard Fang: Pasti yang suka pamer orang jadul tuh ya, kan jaman dulu susah dapet kartu kredit. hehehe.
February 1st, 2009 at 8:07 pm
Jangan pernah pergi berbelanja untuk kebutuhan harian dalam keadaan lapar Setuju banget, biasanya kalo belanja abis makan jadi ngga pengen apa-apa lagi :))
February 2nd, 2009 at 1:39 am
kapan kawin? ya kapan-kapan ^.^ Hohoho *Santa Laugh*
benar. hari ginih mah gak usah sombong en belagu lah. mending hidup prihatin demi cita-cita hidup senang di masa depan. hayok, mari menabung…
February 2nd, 2009 at 1:25 pm
Bener Mbak Putri.. belagu-belagu eh taunya setelah kenal lebih dekat dia ya ga punya apa-apa juga even saving.. ya tipe org yang hidup buat hari ini doang gitu deh.. Tapi yang terjebak dengan gaya hidup kayak gitu kayaknya gak dikit deh..
February 2nd, 2009 at 3:09 pm
@daaan: Iya, terbukti mengurangi pengeluaran gw sekitar 5%. Lumayan tokh..
@Putri Sarinande: Mari Jeung..Jangan lupa setor ke twentea yah tabungannya ;p
@Ben haryoyuda: Iya, heran deh sama orang-orang yang gonta ganti hape, jam tangan, baju gak bermerk ga mao. Tapi sekalinya gajian, abis dah buat bayar tagihan kartu kredit.
February 5th, 2009 at 12:02 pm
Yoi, se7 dengan lance.
Nabung itu penting banget. Kalau boleh ditambahkan 1 point lagi:
Terbuka dan mintalah dukungan dari pihak teman dekat / pasangan. Mereka tidak akan otomatis membantu kita menabung jika kita tidak terbuka dan memberitahu bahwa kita ada target menabung.
Ada kalanya disaat kita ingin menabung dan irit, justru ada pihak lain yang akan membuat program menabung kita berantakan. Misalnya saat kita ingin menabung, banyak godaan dari kerabat kita yang mengajak kita boros, mulai dari main ke mall sambil berbelanja barang diskon, makan minum di restoran yang sebenernya bisa dilakukan di rumah, dll.
February 6th, 2009 at 12:18 am
fadielgozaimatsu@yahoo.com
hai sobat kirim2 dunk ke email gw
btw,
nabung
sah aja sich sal wat ngedet ma someone gak kacau
February 19th, 2009 at 6:02 pm
hehehe… klo nabung itu harus punya motivasi dan tujuan uangnya mau ditabung untuk apa… klo perlu, biar nabungnya disiplin, bikin tabungan berencana saja… uang di rekening biasa akan langsung didebet ke rekening tabungan berencana tiap bulannya, udah gitu uangnya ga bisa diambil lewat atm… jadi terpaksa nabung deh :-P
February 24th, 2009 at 2:42 pm
nabung nabung ayo kita nabung, , , , ,