Ketika cinta sudah tidak dapat dibendung lagi, kamu mulai memikirkan indahnya mengikat janji setia sampai mati dengan pasangan. Sebelum itu semua, yakinkah akan keinginan menikah tersebut? Jika sudah siap tempur, tariklah napas dalam-dalam, dan perhatikan terlebih dahulu poin-poin berikut ini. Jangan mudah tergoda dengan memikirkan hal lain yang belum saatnya dipusingkan seperti mati-matian mencari model gaun pengantin di internet, majalah dan menghadiri pameran-pameran. Hal itu akan sangat menyita waktu kamu, padahal kamu bisa memilihnya nanti setelah yang ini:
Tanggal Pernikahan

"Senangnya, kita akan segera menikah"
Daripada memikirkan model cincin seperti apa yang akan kalian beli, sebaiknya tentukan terlebih dahulu kapan saat yang tepat untuk pernikahan kamu. Akan lebih baik jika masing-masing meminta pendapat ke kedua belah pihak keluarga, dan setelah mencapai kata sepakat jangan pernah mengubah-ubah tanggal tersebut kecuali karena alasan penting. Sebaiknya pilihlah hari dimana bukan liburan akhir tahun, musim hujan besar (kemungkinan banjir), musim liburan anak sekolah, long weekend atau Valentine karena akan memperbesar kemungkinan tidak hadirnya para tamu undangan.
Menentukan budget
Tentukan budget untuk total acara pernikahan, dan jangan gunakan seluruh tabunganmu. Karena semakin mendekati hari H semakin banyak pula biaya tak terduga. Jangan pula cepat tergoda untuk meng-upgrade budget-mu, tentu kamu tidak ingin menderita migrain di hari pernikahan karena memikirkan tabungan yang terpangkas habis dan tagihan kartu kredit bulan depan kan?
Tempat Pernikahan
Ketika akan menentukan hal ini, saya dan suami sempat sangat tertarik untuk menikah di pesisir pantai dan membuang jauh-jauh resepsi membosankan didalam gedung. Hampir semua lokasi pinggir pantai sudah kami survey, tapi pada akhirnya kami mengalah untuk memilih gedung sebagai tempat mempresentasikan kebahagiaan kami waktu itu. Karena menurut beberapa lokasi outdoor yang kami datangi, mereka tidak bisa menjamin 100% tidak terjadinya hujan (walaupun sudah ada 2 orang pawang hujan sekalipun). Beberapa tamu undangan yang sudah cukup berumur membuat kami berpikir ulang untuk membiarkan mereka terkena angin malam, bisa-bisa mereka masuk angin semua.
Jadi, sebelum memutuskan pertimbangkanlah segalanya.
Jumlah tamu undangan
Setelah kamu menentukan tipe lokasi resepsi, hitunglah berapa jumlah tamu undangan. Ini akan sangat mempengaruhi besarnya budget. Utamakan dahulu keluarga dan kerabat dekat. Jika masih ada budget sisa, catatlah tetangga, relasi, dsb. Jangan memaksa untuk mengundang semua teman. Karena biasanya percakapan ini sangat sering terjadi “eh darling, kalau undang si Tommy, tapi ga undang si Andre gaenak deh.. undang aja yah?”. Beberapa saat kemudian, “eh tapi si Andre kan temen deket banget sama Susi sama adeknya, masa ga undang Susi sihh?? Undang aja kali yah, nambah 2 undangan lagi masih bisa kan?” dan begitu seterusnya yang biasanya berbuntut sangat panjang.
Jika memang budget kamu terbatas, jangan ragu-ragu untuk mencoret beberapa nama teman, pastinya kamu akan mendapat sindiran “jadi itu yang namanya pertemanan, kok ga ngundang-ngundang sih?” atau “ehem, tau deee yang uda lupa sama temen”. Sebelum dia mengatakan itu, sebaiknya kamu memberitakan kabar bahagia kamu dan menjelaskan ke mereka bahwa kamu hanya mengadakan resepsi kecil bersama keluarga. Dijamin mereka akan mengerti.
Hindari Stres
Sebelum memulai semuanya yang mungkin memang cukup menyita waktu kamu, ingatlah bahwa ini adalah persiapan untuk hari paling bahagia kamu dan pasangan. Bukan orang lain, jadi lebih baik nikmatilah. Lakukan semuanya dengan santai.
Sebisa mungkin hindari paksaan dari orang lain (biasanya keluarga) yang ingin mengatur dan meminta banyak hal di luar keinginan anda dan pasangan seperti misalnya ‘Makanannya western food semua doonk, mama kan ga suka rujak pengantin’ atau ‘Jangan lupa ya panggil tukang sulap, klo gak ada kan ga seru’. Jika ternyata kejadian ini menimpa kamu, usahakan untuk menjelaskan dengan hati-hati ke pihak yang memaksa bukan seperti itu yang kamu inginkan.
Beberapa poin diatas masih belum seberapa loh, masih banyak lagi persiapan yang harus kamu jalani. Oya, selama ada waktu sembari menunggu tips lanjutan dari Twentea, rajin-rajinlah bertanya ke relasi tentang vendor yang pernah dipakai. Pengalaman mereka biasanya sangat dapat dipercaya dibandingkan kamu mencari informasi di forum semisal weddingku.com, weddingindonesia.com yang kebenarannya belum tentu dapat dipercaya.
Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.
Foto oleh: www.lifedynamix.com
Artikel Terkait
- Persiapan Pernikahan – Bagian 2
- Masalah Pra-pernikahan
- Menghadapi mantan pacar sebelum menikah
- Menerjemahkan Bahasa Tubuh Wanita
- Persahabatan Pria dan Wanita, Hanya Topeng dari Rasa Cinta







Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
February 24th, 2009 at 11:45 am
pengalaman nih? :p
btw soal tamu undangan, mungkin lom nge-trend di indo ya, kl d luar, undangan musti di-RSVP, and kasi tau brp org yg datang, jadi jumlah tamu lebih akurat.
March 10th, 2009 at 3:06 pm
Bilang aja di kartu undangan, “harap dikirmkan kembali jika hadir, karena untuk keperluan door prize notebook”.
Wakakakaka
March 12th, 2009 at 9:37 am
yg di undang org-org yg berduit ja hehe
December 21st, 2009 at 8:29 pm
tamunya g datang gpp asal duitnya sampe…wekekekeke…
June 26th, 2010 at 10:05 am
salam kenal dari Belle sis
Mungkin yang paling agak ribet diurusan undangan ya? Berapa nih yang akan diundang…Misal yang diundang si A, ntar si B nggak diundang, ntar si C sewot nggak diundang…fiuhhh..
Buat temen2 yang siap nikah nih mampir ke weddingbelle ya, Kami menawarkan sebuah buku wedding planner nih. Kami jamin buku ini akan
sangat berguna untuk membantu membuat Wedding Planning Anda lebih sempurna lagi.Mampir juga ke blog nikah ya
Cek tkp ya sis
July 8th, 2010 at 8:12 pm
Kalau misal org tua sulit sekali diajak berkompromi bgmana ya mbak?? trims