Categorized | Cinta & Seks

Cinta Jangan Kau Cari

Dalam mencari pasangan, kita semua tahu bahwa selalu gampang-gampang susah. Kalau kita mengingat-ingat masa indah di bangku sekolah dulu, kita akan teringat pada teman kita yang sejak masa SMP sudah ‘aktif’ berpacaran dan bergonta-ganti pacar, baik dengan yang satu angkatan, kakak kelas maupun dengan adik kelas; sepertinya semua tak luput dari pesona-nya. Ada juga teman kita yang tidak pernah satu kali pun berpacaran hingga lulus SMA/SMU.

Kupu-kupu di Taman

Kupu-kupu di Taman

Waktu terus berjalan dan tak terasa para ijo lumut (ikatan jomblo lucu dan imut) pun mulai terusik kelucuannya. Tanpa disadari umur sudah tidak muda lagi, semakin mendekati 30-an namun si pencuri hati tak kunjung datang jua! Ditambah desakan pertanyaan-pertanyaan hancur dari orang tua, paman dan bibi. Dan yang tak kalah dahsyat-nya adalah teman-teman seperjuangan sudah mulai sibuk mempersiapkan pernikahan dan malah sudah ada yang sibuk bolak-balik periksa ke dokter untuk memonitor kandungannya.

Serangan fajar horizontal tidak berhenti di situ saja! Setiap kali kamu melihat daftar teman di situs jejaring sosialmu, foto pra-nikah dan foto bayi mungil teman-teman sekolah-mu yang pada awalnya dapat kamu tangkis dan acuhkan, lama-kelamaan mulai membuat-mu berteriak di dalam hati “Kapan nih giliranku? Di manakah gerangan si pencuri hatiku? Oh Tidak! Apakah aku ditakdirkan jomblo seumur hidup?”.

Cinta adalah memang suatu esensi yang tidak sulit dimengerti. Namun yang pasti; semakin kamu terobsesi dalam usahamu mencari cinta, semakin jauh pula cinta itu pergi meninggalkan-mu. Bila dianalogikan dalam versi romantisnya, kira-kira begini bunyinya:

Cinta itu bagai kupu-kupu indah yang kamu kejar di taman. Semakin kamu mengejarnya, semakin jauh pula kupu-kupu itu menjauhimu. Namun di saat kamu sedang beristirahat santai duduk di bawah pohon rindang karena telah lelah mengejar kupu-kupu seharian, si kupu-kupu nan indah itu malah hinggap di kepala-mu.

“Lupakanlah” dahulu niatmu dalam mengejar cinta. Sibukanlah dirimu dalam mengembangkan diri, merevisi diri total. Baik dari segi penampilanmu, kepribadianmu, kemampuan sosialmu, semangat dirimu dan sebagainya, pokoknya ‘turun mesin’ dulu sejenak.

Jangan sungkan-sungan untuk menanyakan saran teman terdekatmu mengenai perubahan ini. Mungkin saja kebiasaan gosok gigi sebulan sekalimu harus direlakan diubah menjadi setiap pagi dan malam hari sebelum tidur; Mungkin saja kebiasaan pasif-mu dalam kehidupan sosial harus dirombak; Mungkin saja kebiasaan bermain online game seharian-mu harus dihentikan; Mungkin saja kebiasaan langsung mengajak kencan dan menilpun setiap hari si sexy yang baru saja anda kenal di kantor, sehingga menakutkan diri-nya itu harus diubah; Mungkin saja koleksi baju 1998-mu harus mulai pelan-pelan di-upgrade; Mungkin saja kebiasaan memotong pembicaraan dan tidak begitu mendengarkan lawan bicara-mu harus diubah; Mungkin saja kebiasaan mencari jodoh di internet yang sudah kamu geluti selama 3 tahun terakhir ini harus diakhiri; dan lain-lain.

Sesuai dengan ilmu pemasaran; bila “Product” sudah bagus, pasti People, Promotion, Place, dan “P” lainnya menjadi tidak begitu relevan lagi kan? Maka dari itu ayo buatlah “produk” yang mempesona dan biarkan sang kupu-kupu itu hinggap.

Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feedemail. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.

Foto oleh khasan

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Felix Widjaja. Felix adalah salah satu dari penggagas Twentea dan sehari-hari sibuk menjalankan agensi web desain Stucel. Selain bertanggung jawab untuk menjaga penampilan Twentea agar selalu yahud, ia juga terkadang menulis artikel (salah satunya adalah yang barusan anda baca diatas). Oiya, Felix juga memiliki blog bersama istrinya di SodaSoup.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

19 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Lany mengatakan:

    Cucok betul perumapaan cinta dan kupu. Mendingan santai aja sambil “mancing” pake kembang spatu biar nemplok tuh kupu!

    ReplyReply
  2. Richard Fang mengatakan:

    ho oh, santai ajah.. yang penting kita menaikan kualitas diri, kalau sudah berkualitas, siapa sih yg ga mau? hehehe

    kebanyakan orang bilang “santai aja lagi” tapi mereka tetep gitu2 aja.. ya ga bakal dapet2.. yang nama nya jodoh juga harus di cari, tapi bukan dalam arti “cari” yang sebenarnya..

    ReplyReply
  3. Hendrik mengatakan:

    OMG gw demen nih artikel… kena bgt… siap2 upgrade produk dulu… brb…

    ReplyReply
  4. Felix Widjaja mengatakan:

    Trims Richard atas bantuan klarifikasiannya. Betul banget kalau tidak boleh 100% santai dalam mencari. Yang penting pakai cara-cara halus lah, jangan sampai sang target terusik dan merasa terganggu. Namun, buatlah sang target bersituasi “sama-sama mau”. Sehingga bukan perasaan terganggu dan terusik, tapi malahan kehadiran-mu ditunggu-tunggu olehnya!

    ReplyReply
  5. Pitra Satvika mengatakan:

    bertanya-tanya, saya ini sudah masuk ‘product’ yang bagus belum ya? XD

    ReplyReply
  6. Andy OrangeMood mengatakan:

    Benar sekali, kadang ya memang permasalahannya adalah mereka tidak melakukan apa-apa, yang cowo ngga berani ngajak kencan yang cewe, yang cewe langsung menutup “pintu” rapat-rapat ketika ada cowo yang mungkin baru pengin kenal lebih dekat. Yang cowo cuman bisa nelan ludah kalau ada cewe didekatnya, yang cewe kabur menghilang entah kemana ketika ada cowo yang memperhatikannya.

    Yang paling basic adalah bagian communication, ketika anda bisa membuat lawan bicara terutama lawan jenis anda merasa nyaman bicara dengan anda, selanjutnya apapun bisa terjadi. Bener ga Fek?… ehehehehe…

    ReplyReply
  7. Felix Widjaja mengatakan:

    Betul sekali Bung OrangeMood! Komunikasi haruslah lancar! Walaupun si target adalah idaman, tapi yang namanya berbicara sambil terbata-bata dan terpatah-patah itu haram hukumnya. Ndak boleh itu, ndak boleh gregorius.

    ReplyReply
  8. Felix Widjaja mengatakan:

    @Pitra Satvika: Pasti produk tersebut bagus! Karena kemampuannya sudah tidak usah diragukan lagi dan kesohor pula. Istilahnya Grade AAA XD

    ReplyReply
  9. Fikri @ Bloggingly mengatakan:

    Wah, saya rasa Twentea perlu menampilkan tips2 siap pakai mengenai “mengupgrade produk” dan komunikasi nih! Hahahaha :D

    ReplyReply
  10. Fera Tang mengatakan:

    gile lo ndro…. kok gw bgt yah artikel nya huahhaha
    tiba2 jd ingat lyric lagu “way back into love” (OST Music & Lyric)
    I’ve been watching but the stars refuse to shine
    I’ve been searching but I just don’t see the signs
    I know that it’s out there
    There’s got to be something for my soul somewhere
    I’ve been looking for someone to shed some light
    Not just somebody just to get me through the night
    I could use some direction
    And I’m open to your suggestion

    ReplyReply
  11. rouxt mengatakan:

    Setuju banget bro! Tapi jgn terlalu pasif, tetep tepe2 tapi lebih adem aja.
    Dapetin pasangan itu gampang, tapi yang cuco itu yang susah.
    Menurut kalian mana yang bener?
    Pedekate terus sampe sreg ato jadian dulu aja test drive hehehe.

    ReplyReply
  12. Hendrik mengatakan:

    @Fera Tang: ya ampun fera tang… jgn curcol (curhat colongan) gitu donk… sampe2 bawa syair lagu pula… hihihihi

    @rouxt: waduh, test drive… hmmmm…

    ReplyReply
  13. Rommi Ariesta mengatakan:

    Setelah di-upgrade, seperti kata richard fang, kita juga harus berusaha.

    Nah dalam berusaha ini tentunya juga harus minta sama yang kuasa.

    Salah satu doa minta jodoh yang bisa diaplikasikan, banyak beredar di inet.

    Misal kita sudah tau target dan pengen dia mjd jodoh kita :
    Ya tuhan ku, buka kanlah hatinya untuk menerima cinta ku. Jika dia bukan jodohku, maka jodohkan lah dia dgn ku. Seandainya dia sudah berjodoh dgn org lain, maka buat dia tetap menjadi jodoh ku. Heheheh

    ReplyReply
  14. Putri Sarinande mengatakan:

    rommi,,, benar sekali doa cari jodomu…
    jika ia benar bukan jodoku maka jangan beri ia jodo ^.^

    sadis amad yax…

    yah, cinta itu seperti tai. sebab tidak dilihat dengan mata. maka ada kalimah Cinta Itu Buta. atau seperti kata Ti Pat Kai? cinta, deritanya tiada akhir? hauhauhau…

    NB : Jeung Lani? apakah dikau agak menyesal menjadi istri swamimu? tentu tidak, tidak banyak menyesalnyah. heuheuheu, becanda Jeung ^_*

    ReplyReply
  15. Kartika mengatakan:

    Cinta emang rumit, biar rumit tapi tetap indah, biar sulit tampaknya sangat mudah oh cinta, kejarlah daku kau ku tangkap

    ReplyReply
  16. sissy mengatakan:

    @ (Mas) Pitra Satvika: Jangan bertanya-tanya terus Mas…buktikan kalau Mas Pitra emang produk bagus (tapi juga jangan nyombong ya)… Terus tengok2 juga kiri-kanan, siapa tau sebenarnya yang naksir banyak tapi nggak pernah ditanggapi sama Mas Pitra… Ganbatte

    ReplyReply
  17. lischantik mengatakan:

    postingan yang bagus

    ReplyReply
  18. setia mengatakan:

    ha ha … inspiratif banget, jadi sedikit ngubah mindset gw nih yg rada-rada purbanisme.

    thank you …

    ReplyReply
  19. zick mengatakan:

    santai aja.klo bwt gw yg penting cita-cita akademis gw dulu.masalah cinta ntar aja belakangan

    ReplyReply

1 Tautan Untuk Artikel Ini

  1. Orang tua Tidak Suka Pacar Baru-mu | Twentea Mengatakan:

    [...] sudah kamu mencari sosok seseorang yang spesial. Dan tibalah saatnya kamu membawa si dia untuk diperkenalkan ke keluarga, tapi tidak pernah kamu [...]

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan