Dalam mencari pasangan, kita semua tahu bahwa selalu gampang-gampang susah. Kalau kita mengingat-ingat masa indah di bangku sekolah dulu, kita akan teringat pada teman kita yang sejak masa SMP sudah ‘aktif’ berpacaran dan bergonta-ganti pacar, baik dengan yang satu angkatan, kakak kelas maupun dengan adik kelas; sepertinya semua tak luput dari pesona-nya. Ada juga teman kita yang tidak pernah satu kali pun berpacaran hingga lulus SMA/SMU.

Kupu-kupu di Taman
Waktu terus berjalan dan tak terasa para ijo lumut (ikatan jomblo lucu dan imut) pun mulai terusik kelucuannya. Tanpa disadari umur sudah tidak muda lagi, semakin mendekati 30-an namun si pencuri hati tak kunjung datang jua! Ditambah desakan pertanyaan-pertanyaan hancur dari orang tua, paman dan bibi. Dan yang tak kalah dahsyat-nya adalah teman-teman seperjuangan sudah mulai sibuk mempersiapkan pernikahan dan malah sudah ada yang sibuk bolak-balik periksa ke dokter untuk memonitor kandungannya.
Serangan fajar horizontal tidak berhenti di situ saja! Setiap kali kamu melihat daftar teman di situs jejaring sosialmu, foto pra-nikah dan foto bayi mungil teman-teman sekolah-mu yang pada awalnya dapat kamu tangkis dan acuhkan, lama-kelamaan mulai membuat-mu berteriak di dalam hati “Kapan nih giliranku? Di manakah gerangan si pencuri hatiku? Oh Tidak! Apakah aku ditakdirkan jomblo seumur hidup?”.
Cinta adalah memang suatu esensi yang tidak sulit dimengerti. Namun yang pasti; semakin kamu terobsesi dalam usahamu mencari cinta, semakin jauh pula cinta itu pergi meninggalkan-mu. Bila dianalogikan dalam versi romantisnya, kira-kira begini bunyinya:
Cinta itu bagai kupu-kupu indah yang kamu kejar di taman. Semakin kamu mengejarnya, semakin jauh pula kupu-kupu itu menjauhimu. Namun di saat kamu sedang beristirahat santai duduk di bawah pohon rindang karena telah lelah mengejar kupu-kupu seharian, si kupu-kupu nan indah itu malah hinggap di kepala-mu.
“Lupakanlah” dahulu niatmu dalam mengejar cinta. Sibukanlah dirimu dalam mengembangkan diri, merevisi diri total. Baik dari segi penampilanmu, kepribadianmu, kemampuan sosialmu, semangat dirimu dan sebagainya, pokoknya ‘turun mesin’ dulu sejenak.
Jangan sungkan-sungan untuk menanyakan saran teman terdekatmu mengenai perubahan ini. Mungkin saja kebiasaan gosok gigi sebulan sekalimu harus direlakan diubah menjadi setiap pagi dan malam hari sebelum tidur; Mungkin saja kebiasaan pasif-mu dalam kehidupan sosial harus dirombak; Mungkin saja kebiasaan bermain online game seharian-mu harus dihentikan; Mungkin saja kebiasaan langsung mengajak kencan dan menilpun setiap hari si sexy yang baru saja anda kenal di kantor, sehingga menakutkan diri-nya itu harus diubah; Mungkin saja koleksi baju 1998-mu harus mulai pelan-pelan di-upgrade; Mungkin saja kebiasaan memotong pembicaraan dan tidak begitu mendengarkan lawan bicara-mu harus diubah; Mungkin saja kebiasaan mencari jodoh di internet yang sudah kamu geluti selama 3 tahun terakhir ini harus diakhiri; dan lain-lain.
Sesuai dengan ilmu pemasaran; bila “Product” sudah bagus, pasti People, Promotion, Place, dan “P” lainnya menjadi tidak begitu relevan lagi kan? Maka dari itu ayo buatlah “produk” yang mempesona dan biarkan sang kupu-kupu itu hinggap.
Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.
Foto oleh khasan
Artikel Terkait
- Resep Rahasia Berpacaran
- Duri Dalam Cinta – Perbedaan Agama
- Suka atau Disuka-sukain?
- [Sruput 20-an] Disaat Sang Teman Curhat Cinta
- Lajang di Hari Kasih Sayang



Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
March 9th, 2009 at 1:03 pm
Cucok betul perumapaan cinta dan kupu. Mendingan santai aja sambil “mancing” pake kembang spatu biar nemplok tuh kupu!
March 9th, 2009 at 2:37 pm
ho oh, santai ajah.. yang penting kita menaikan kualitas diri, kalau sudah berkualitas, siapa sih yg ga mau? hehehe
kebanyakan orang bilang “santai aja lagi” tapi mereka tetep gitu2 aja.. ya ga bakal dapet2.. yang nama nya jodoh juga harus di cari, tapi bukan dalam arti “cari” yang sebenarnya..
March 9th, 2009 at 5:23 pm
OMG gw demen nih artikel… kena bgt… siap2 upgrade produk dulu… brb…
March 9th, 2009 at 6:02 pm
Trims Richard atas bantuan klarifikasiannya. Betul banget kalau tidak boleh 100% santai dalam mencari. Yang penting pakai cara-cara halus lah, jangan sampai sang target terusik dan merasa terganggu. Namun, buatlah sang target bersituasi “sama-sama mau”. Sehingga bukan perasaan terganggu dan terusik, tapi malahan kehadiran-mu ditunggu-tunggu olehnya!
March 9th, 2009 at 7:02 pm
bertanya-tanya, saya ini sudah masuk ‘product’ yang bagus belum ya? XD
March 9th, 2009 at 7:15 pm
Benar sekali, kadang ya memang permasalahannya adalah mereka tidak melakukan apa-apa, yang cowo ngga berani ngajak kencan yang cewe, yang cewe langsung menutup “pintu” rapat-rapat ketika ada cowo yang mungkin baru pengin kenal lebih dekat. Yang cowo cuman bisa nelan ludah kalau ada cewe didekatnya, yang cewe kabur menghilang entah kemana ketika ada cowo yang memperhatikannya.
Yang paling basic adalah bagian communication, ketika anda bisa membuat lawan bicara terutama lawan jenis anda merasa nyaman bicara dengan anda, selanjutnya apapun bisa terjadi. Bener ga Fek?… ehehehehe…
March 9th, 2009 at 11:01 pm
Betul sekali Bung OrangeMood! Komunikasi haruslah lancar! Walaupun si target adalah idaman, tapi yang namanya berbicara sambil terbata-bata dan terpatah-patah itu haram hukumnya. Ndak boleh itu, ndak boleh gregorius.
March 9th, 2009 at 11:09 pm
@Pitra Satvika: Pasti produk tersebut bagus! Karena kemampuannya sudah tidak usah diragukan lagi dan kesohor pula. Istilahnya Grade AAA XD
March 10th, 2009 at 5:32 am
Wah, saya rasa Twentea perlu menampilkan tips2 siap pakai mengenai “mengupgrade produk” dan komunikasi nih! Hahahaha :D
March 10th, 2009 at 10:41 am
gile lo ndro…. kok gw bgt yah artikel nya huahhaha
tiba2 jd ingat lyric lagu “way back into love” (OST Music & Lyric)
I’ve been watching but the stars refuse to shine
I’ve been searching but I just don’t see the signs
I know that it’s out there
There’s got to be something for my soul somewhere
I’ve been looking for someone to shed some light
Not just somebody just to get me through the night
I could use some direction
And I’m open to your suggestion
March 10th, 2009 at 2:23 pm
Setuju banget bro! Tapi jgn terlalu pasif, tetep tepe2 tapi lebih adem aja.
Dapetin pasangan itu gampang, tapi yang cuco itu yang susah.
Menurut kalian mana yang bener?
Pedekate terus sampe sreg ato jadian dulu aja test drive hehehe.
March 10th, 2009 at 5:02 pm
@Fera Tang: ya ampun fera tang… jgn curcol (curhat colongan) gitu donk… sampe2 bawa syair lagu pula… hihihihi
@rouxt: waduh, test drive… hmmmm…
March 15th, 2009 at 4:42 pm
Setelah di-upgrade, seperti kata richard fang, kita juga harus berusaha.
Nah dalam berusaha ini tentunya juga harus minta sama yang kuasa.
Salah satu doa minta jodoh yang bisa diaplikasikan, banyak beredar di inet.
Misal kita sudah tau target dan pengen dia mjd jodoh kita :
Ya tuhan ku, buka kanlah hatinya untuk menerima cinta ku. Jika dia bukan jodohku, maka jodohkan lah dia dgn ku. Seandainya dia sudah berjodoh dgn org lain, maka buat dia tetap menjadi jodoh ku. Heheheh
March 17th, 2009 at 7:12 pm
rommi,,, benar sekali doa cari jodomu…
jika ia benar bukan jodoku maka jangan beri ia jodo ^.^
sadis amad yax…
yah, cinta itu seperti tai. sebab tidak dilihat dengan mata. maka ada kalimah Cinta Itu Buta. atau seperti kata Ti Pat Kai? cinta, deritanya tiada akhir? hauhauhau…
NB : Jeung Lani? apakah dikau agak menyesal menjadi istri swamimu? tentu tidak, tidak banyak menyesalnyah. heuheuheu, becanda Jeung ^_*
March 20th, 2009 at 5:17 pm
Cinta emang rumit, biar rumit tapi tetap indah, biar sulit tampaknya sangat mudah oh cinta, kejarlah daku kau ku tangkap
March 27th, 2009 at 11:21 pm
@ (Mas) Pitra Satvika: Jangan bertanya-tanya terus Mas…buktikan kalau Mas Pitra emang produk bagus (tapi juga jangan nyombong ya)… Terus tengok2 juga kiri-kanan, siapa tau sebenarnya yang naksir banyak tapi nggak pernah ditanggapi sama Mas Pitra… Ganbatte
September 2nd, 2009 at 11:58 pm
postingan yang bagus
November 28th, 2009 at 9:03 am
ha ha … inspiratif banget, jadi sedikit ngubah mindset gw nih yg rada-rada purbanisme.
thank you …
January 8th, 2010 at 1:17 pm
santai aja.klo bwt gw yg penting cita-cita akademis gw dulu.masalah cinta ntar aja belakangan