Alasan Terselubung Dibalik Kecanduan Facebook

Dahulu kala, Friendster memang pernah cukup populer di Indonesia. Namun tidak seperti Facebook saat ini, apalagi ditambah dengan hadirnya ponsel kategori smartphone semacam iPhone ataupun BlackBerry yang dapat diinstal aplikasi Facebook ke dalamnya; sejauh mata memandang mulai dari anak-anak sekolahan sampai para executive kantoran rajin melatih jempol dengan menari-nari diatas keypad BB sembari berjalan di mall, nongkrong di cafe, mengantri bioskop, dan sebagainya. Dan bisa ditebak, pada umumnya mereka sibuk ber-Facebook ria (mengupdate status dan mengupload foto hasil jepretan sekitar). Trus faktor apa saja sih yang membuat Facebook mampu merubah mereka menjadi manusia autis?

facebookAlasan standar:

  • Bertemu teman-teman lama: Sebagian berpikir “ah ini nih cewek yang dulu gue incer waktu masih SMA, masi cantik nih aja gw pepet lagi ah”. Sebagian lagi merasa sangat beruntung ketika melihat lagi wajah-wajah para target cinta pertama yang dulu tidak kesampaian, karena sepertinya setelah dilihat-lihat dan dipikir-pikir jadi sadar telah dibutakan oleh cinta.
  • Cari jodoh: Kalau alasan ini sih sudah ada sejak zaman chatting via mIRC ya?
  • Dokumentasi perjalanan hidup.

Alasan diatas sudah biasa, berikut adalah alasan terselebung di balik semua itu:

  • Upload foto di cafe: Nunjukin ke teman-teman khususnya teman sekolah jadul kalau “Sekarang gw udah ga culun lagi looh, gw sering dugem, cafe to cafe dan punya bokin cakep, sexy, kaya lagih!”.
  • Update status apa saja setiap menit (yang biasanya gak penting): Gue bak selebritis yang perlu memberi kabar apa yang sedang gue lakukan setiap detiknya. Dan yang pasti gw juga melek internet, gak gaptek.
  • Update status “dinner@….” atau upload foto dengan latar belakang restoran: Mampu makan malam di resto sama bokin (padahal bukan weekend loh).
  • Update status “akirnya beres juga kerjaan gw” atau “horee baru deal 2 project hari ini!”: gue bukan pengangguran dan masa depan gw tidak suram.
  • Update status “baru beli barang-x nih”: kepercayaan diri mungkin kurang dibina sejak kecil.
  • Upload foto bersama mobil andalan: Dulu gue emang naek sepeda ke sekolah kadang-kadang nebeng lagih, sekarang coba liat donk gue dan Jazz putih full spoiler atas-bawah gw.
  • Upload foto anak: Anak gw lucu kan.
  • Upload foto pre-wed/wedding: Jelek-jelek gini gw bisa kawin juga loch!
  • Upload foto liburan/tugas kantor ke luar negeri: Gue sering bolak-balik luar negeri. Lu pernah ga?

Benar atau tidaknya analisis diatas, silahkan teman-teman yang menghakimi sendiri :P . Bila ada yang tersinggung, resiko ditanggung sendiri!

Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feedemail. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Lany. Tertarik untuk membagi informasi dan pandangannya mengenai gaya hidup semasa umur dua puluh-an. Sehari-hari menghabiskan waktunya menangani pekerjaan rumah tangga sekaligus bekerja sama dengan suaminya membangun agensi web desain yang bernama Stucel.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

24 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. bulbul mengatakan:

    emm…semua bagaimana menyikapi dan menilainya aja…
    alasan-alasan diatas menurut saya terlalu negative thinking..
    capek juga hidup kalo semua dinilai seperti itu…
    namanya juga sharing…
    hem…
    overall saya hargai artikelnya…

    ReplyReply
  2. Felix Widjaja mengatakan:

    Sabar bul, hanya lucu2an dan seru2an doang koq artikelnya :)
    Seperti yang ada di penutup… bila tersinggung, resiko ditanggung sendiri huahuahaha.

    ReplyReply
  3. Hendrik mengatakan:

    intinya sih, pengen mamer udah pake BB, sehingga bisa update status, upload foto dimana pun kita berada. huhauhauhaua…
    kalo gw sih lebih sering maen aplikasinya restaurant city, mafia war, ngak bisa dilakuin di BB tuw…

    ReplyReply
  4. Kuswanto Kus mengatakan:

    Eh ada juga kan yang alasannya:
    “Ingin ganti hape” kenapa? Ya untuk update facebook. Beli hape baru untuk update facebook, atau make facebook untuk beli hape baru? Mana yang bener?

    Alasan standar tambahin donk:
    * untuk meluaskan networking usaha
    * untuk riset thesis/skripsi/buku/penelitian

    pisss

    ReplyReply
  5. Eka mengatakan:

    hahaha alasannya masuk akal semua. Walopun aku jarang update status FB sedetil itu. Buat sebagian org yg suka sharing segala hal ya it means “segala hal”. Sebagian lain merasa hanya perlu mengupdate “sebagian” kehidupannya via FB. Yang manapun, kita nikmati saja “demam” yang satu ini, asik sih..

    ReplyReply
  6. Bayu Hernanto mengatakan:

    Beberapa poin memang ada benernya. kalo aku lebih sering untuk diskusiin masalah2 coding, berbagi link, belajar facebook platform untuk bikin aplikasi, sering jg ngasih solusi ke temen2 yg nanya ttg programming. Ngga cuma itu kok, aku jg dapet info event2 penting yg itu g ada di facebook.

    Kalo foto, hmm… aku g pernah upload2 foto, cukup satu untuk foto profile. Cek aja deh!

    ReplyReply
  7. Richard Fang mengatakan:

    yang pasti intinya caper!! :D

    ReplyReply
  8. ChaCha mengatakan:

    hahahaha

    “Upload foto pre-wed/wedding: Jelek-jelek gini gw bisa kawin juga loch!”

    hahhahaha.. kesian..

    ReplyReply
  9. Lavonn mengatakan:

    People should read this.

    ReplyReply
  10. Felix Widjaja mengatakan:

    @Richard: wah kata yang amat tepat! Caper.
    @ChaCha: cuplikan terbaik dari artikel ini tu ya :)

    ReplyReply
  11. Twentea mengatakan:

    biar tetap exist dan mudah dicari kemana-mana

    ReplyReply
  12. Andy OrangeMood mengatakan:

    Manusia mahluk sosial, suka berkomunikasi pada dasarnya, tinggal medianya apa. :)

    ReplyReply
  13. Widi mengatakan:

    Bener juga sih, kalo g sendiri sih lebih manfaatin share foto aja

    ReplyReply
  14. reza mengatakan:

    wahahah, byk kali yg kena sentil tu! emanglah, yang lagi kena pandemi FB. :)

    ReplyReply
  15. Aria Rajasa mengatakan:

    bwahahaha…

    ReplyReply
  16. upie mengatakan:

    Exist dunk Booo…..hahahaha, mending nyela status org yang SO … SO…. ENGLISH..!! hehehe..padahal ….ffuuiiiihhhhhh ..

    ReplyReply
  17. Putri Sarinande mengatakan:

    hahancriiit…. gud gud gud… Jeung Lany inih memang paling bisa. hahay, saya jadi merasa sendiri.
    sejujurnya, saya suka dan malas dengan si PesBuk inih. suka kerna saya mendapat teman-teman baru yang seideologi *halaaaah, ideologi pisan kek pelajaran PPKn eh sejarah HAHA* malasnyah, ya idem sama Jeung Lany : buanyak yang lebai madu, termenyek-menyek ^^

    ReplyReply
  18. Rio mengatakan:

    HAHAHAHAHHA.. seru nih artikelnya… lumayan buat lucu2an..
    tp kayanya gw tau beberapa orang yang seperti itu deh,,,heeheheehe..

    ReplyReply
  19. Dilla mengatakan:

    @ Lavonn & Putri Sarinande : i agree w/ ya, lebai madu, yes! hahhaa

    saya juga setuju sekali dengan artikel ini, emang ada satu orang yg memiliki semua ‘alasan terselubung’ diatas, atau satu orang dengan beberapa poin alasan saja.

    Tapi banyak juga ko yang pake seperlunya, seperti.. pasang iklan t-shirt ‘Soul dan Mate’, analisa psikologi, misionaris, riset, dll

    Bisa jadi artikel ini masih menyingkap alasan penggunaan fb dari sisi garuda tidak termasuk sisi Jalak Balinya

    v(n_n)v

    ReplyReply
  20. ocha mengatakan:

    hahahahaha!!! lucu, lucu artikelnya!

    ReplyReply
  21. Putri Sarinande mengatakan:

    @ocha: cha,,, gwa idem ama Dilla… hehehek… nggilani yoo… ^,^

    ReplyReply
  22. Gina Yumna mengatakan:

    mantaab…lucu2…TOP markotop dah

    ReplyReply
  23. tukangdisain mengatakan:

    hehehehe…..ketauan dehhh gw…

    mantap bro artikel nyahh…izin dshare gan… :D

    ReplyReply
  24. moko mengatakan:

    Sedih jika teknologi yang bisa jadi fun thing malah disalah gunain…

    ReplyReply

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan