Selain penghasilan utama, terkadang kita memerlukan tambahan-tambahan dana guna mencukupi kehidupan sehari-hari. Banyak sekali berbagai cara untuk mendapatkan penghasil tambahan, salah satunya dengan bermain saham (Stock Market).
Sebelum memulai lebih jauh, harap dibedakan antara saham dan forex. Forex adalah transaksi perdagangan nilai tukar mata uang asing di pasar uang internasional, sedangkan saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas.
Bermain saham memang “susah-susah-gampang”. Pada zaman dahulu, kita harus menghubungi broker untuk menjual/membeli saham, tetapi seiring dengan kemajuan teknologi, maka kegiatan jual/beli sudah dapat kita eksekusi sendiri melalui piranti lunak yang dibuat oleh perusahan-perusahaan 3rd party seperti ipotindonesia, etrading, dan lainnya.
Melalui website yang disebutkan diatas, kamu bisa mendapatkan semua informasi mengenai saham-saham serta berita-berita terkini yang bisa kamu jadikan pertimbangan apakah saham akan naik atau turun. Biasanya perusahaan-perusahaan itu mengharuskan kita untuk mendepositkan sejumlah uang (biasanya antara 5-20juta) sebagai initial fee untuk kita “bermain saham” menggunakan software mereka.
Ada 2 tipe “permainan”, jika kamu sudah paham mengenai seluk beluk saham, kamu bisa bermain profit taking, yaitu bermain secara cepat, jika saham naik beberapa poin langsung jual. Walaupun mungkin untungnya tidak begitu banyak, tetapi jika sering dilakukan maka lama kelamaan akan terlihat keuntungan yang berlimpah. Tipe kedua adalah bermain aman, jika kamu memiliki banyak dana lebih untuk bermain saham, maka cara kedua ini terbilang aman dan resikonya pun cukup minim. Kamu membeli saham dalam jumlah besar, kemudian beberapa bulan kemudian setelah sahamnya naik cukup jauh, barulah kamu jual.
Satuan dalam dunia saham dikenal dengan nama LOT. Satu lot berisi 500 lembar saham dan minimum pembelian adalah 1 lot. Selain itu, kamu juga harus mengingat kode-kode perusahaan yang tergabung dalam Bursa Efek Jakarta, seperti BTEL (Bakrie Telkom), BUMI (Bumi Resources Tbk), ENRG (Energi Mega Persada Tbk) dan masih banyak lainnya yang bisa kamu pelajari melalui website yang sudah saya sebutkan di atas.
Nah, setelah sudah jelas mengenai hal-hal dasar bermain saham, sekarang saya coba berikan contoh simulasi keuntungan yang bisa didapatkan:
Saham BTEL pembukaan kemarin (18 Mei) pada posisi 128 poin kamu membeli 100 LOT seharga Rp. 6,400,000,- (128 x 100 x 500). Kemudian pada sesi penutupan menjadi 145 poin.
Lalu, kamu menjualnya pada angka 145 poin, sehingga menjadi Rp. 7,250,000,- (145 x 100 x 500). Keuntungan kamu dalam sehari adalah Rp. 850,000,-
Cukup lumayan kan? Jika kamu konstan mendapatkan keuntungan seperti itu dalam sebulan saja kamu sudah bisa mengumpulkan kurang lebih Rp. 20.000.000,-
Kembali saya ingatkan, sebelum memulai ada baiknya kamu mempelajari dulu mengenai antar-muka piranti lunak yang kamu gunakan, cari tahu dulu saham apa saja yang berpotensi profit taking. Dan yang paling penting adalah, berkonsultasi dengan para broker yang siap membantu kamu. Dalam waktu 1-2 bulan, kamu sudah siap untuk bermain saham.
Selamat mencoba!
Foto oleh: dump9x
Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.
Artikel Terkait
- 7 Langkah Pemulihan Keuangan Pribadi
- Duri Dalam Cinta – Perbedaan Ekonomi
- Lupakan Gengsi dan Menabunglah Sekarang
- Romantis Tidak Perlu Mahal
- Tips Bertahan Saat Krisis Ekonomi




Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
May 19th, 2009 at 5:01 pm
wew jadi penasaran nih :D
May 19th, 2009 at 10:13 pm
@Richard Fang: yup enak loh :P dulu gw skeptik bgt sama yg namanya saham, tapi seiring bertambah umur, keknya hal itu semakin terkikis, dan saham ngak seperti yg kita pikirkan dulu… asal pinter2 nyiasatin aja dan tau berita duluan, bisa untung terus d :D
May 22nd, 2009 at 12:55 am
ooh, kirain judi valas ^,^
eh, tapi khan??? yah saham sih yah? yowes lah… keknyah sih damai2ajah…
May 22nd, 2009 at 8:33 am
@Putri Sarinande: huahuahua, sama kek gw lu put mikirnya judi (dulu) tapi skrg umur udha bertambah, keknya pemikiran mengenai ini udah berubah jg dan hasilnya mayan, asal analisa manteb mah.
May 22nd, 2009 at 3:01 pm
sampe sekarang blm terpanggil buat nyentuh si saham, walopun suka sirik sih klo denger temen punya duit melimpah ruah gara2 saham (hehe, ketawan deh orgnya sirikan).. mungkin suatu saat nanti.
May 24th, 2009 at 11:27 am
@ hendrik : oke deh boz. gua cari-cari relasi dulu yah ^,^ (biar rezeki lancar jaya, rajin-rajinlah berteman dulu cuy…)
@ Lany : kalem wae jeung. hari ginih mah sirik ud jadi semacam pilihan sikap. selagi engga ganggu orang, kenapa tidak boleh sirik? benul, tidak Jeung Lan? ^,^
May 25th, 2009 at 8:46 am
@Putri Sarinande: quote ttg siriknya keren, Pur. Akan kuingat selalu. Sirik tidak menggangu :-D
June 6th, 2009 at 8:10 am
kudu punya temen yg udah banyak pengalaman main saham dan bisa dimintain opininya
June 6th, 2009 at 9:20 am
@iqranegara: yup bener bgt, kalo ngak punya temen yg udah jago, minimal kenal sama pialang yang terpercaya supaya dia bisa kasih masukan ke kita saham2 apa aja yang bakal naek/turun… main saham jg yah iqranegara?
June 9th, 2009 at 10:20 am
susah gak punya modal main saham ga tau caranya pengen juga sih