Apakah Aku Harus Beli BlackBerry Juga?

Kiprah BlackBerry di Indonesia benar-benar fenomenal! Bahkan RIM (penggawang BlackBerry) saja sampai kaget kalau produknya sangat laku keras di tanah air kita. Tapi, apakah itu berarti kita harus buru-buru latah beli BB juga lantaran semua teman menggunakannya? Eits tunggu dulu!

bb-channing

Channing Tatum dan BlackBerry-nya

Tanda-tandanya kalau kamu harus beli BlackBerry:

  1. HP kamu saat ini sudah super jadul dan kamu sudah merasa mokal abees dalam menggunakannya di keramaian. Bila kamu sedang makan bersama-sama teman ataupun saudara, kamu menggunakan HP tersebut di bawah meja agar kejadulan itu tidak terlalu terekspos. Mengapa harus beli BlackBerry? Karena HP non BlackBerry (contoh: Nokia, Sony Ericsson, Siemens, dan lain-lain) sedang terhempas ke titik terendah. Dan ini berarti harga bekas dipastikan rendah juga bila kamu menjualnya kembali; karena demand pasar dalam beberapa tahun ke depan bisa dibilang hanya BlackBerry saja. Tapi poin ini sebenarnya bukanlah poin alasan yang kuat bila tidak dikombinasikan juga dengan poin-poin di bawah ini.
  2. Dalam sehari, kamu ditanya “BB PIN dong” lebih dari 3x. Dan seluruh teman sepermainan-mu menggunakan BlackBerry Messenger (BBM) dalam berkomunikasi/bergosip ria. Mengapa harus beli BlackBerry? Kamu dan teman bisa menghemat biaya telepon dan SMS, karena komunikasi kalian bisa dilaksanakan seluruhnya di BBM. Selain itu BBM juga super nyaman bila digunakan untuk kirim-kiriman foto dan suara.
  3. Kamu menerima/mengirim email bisnis (atau email penting) sebanyak kurang-lebih 20 buah sehari. Mungkin kamu pekerja freelance yang banyak berimel dengan klien di luar negeri, atau mungkin juga kamu harus selalu sigap menunggu email dari bos/dosen. Kamu merasa mati-gaya bila tidak ada internet dan komputer. Mengapa harus beli BlackBerry? Dengan adanya BB, kamu bisa kapan saja dan di mana saja berkorespondensi email dengan nyaman. Inilai kekuatan utama BB! Dengan menggunakan teknologi push-e-mail, artinya kamu tidak perlu selalu “check email“. Karena bila ada email baru, email tersebut langsung sampai di ponsel (dapat dianalogikan seperti SMS). Ditambah lagi dengan dukungan keyboard qwerty/qwertz, jari-jemarimu dijamin bisa lincah berdansa dalam mengetik. Oiya, tidak usah khawatir juga mengenai performa BB dalam mengatasi ribuan email-mu karena dijamin super smooth dan wuz-wuz.
  4. Kamu keranjingan Facebook sampai pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Di WC, di mobil, di ranjang, di sofa, di bioskop, di lift, di eskalator, di meja makan, di lantai dansa, di arung jeram, di puncak gunung, pokoknya di mana-mana harus Facebook! Mengapa harus beli BlackBerry? BB memiliki aplikasi Facebook yang cukup tangguh namun belumlah sempurna. Upload foto, update status, komentar status, komentar foto, colak-colek, semuanya bisa dan seperti nomor 3 di atas, notifikasinya juga bersifat “push e-mail” sehingga kebutuhan narismu semakin terpenuhi.

Tanda-tandanya kalau kamu tidak perlu membeli BlackBerry:

  1. Kamu bukan pengguna email sejati dan terakhir kali kamu mengkases email kira-kira 1 bulan yang lalu.
  2. Kamu tidak tau apa itu website dan mengapa harus ke website.
  3. Kamu hanya memiliki 1 orang teman pengguna BlackBerry/BlackBerry Messenger.
  4. Kamu merasa Facebook hanya membuang-buang waktu.
  5. Komputer dan internet selalu berada di sampingmu. Ingat, komputer dan keyboard masih 100x lebih nyaman digunakan dibandingkan dengan BlackBerry. Rata-rata pengguna BB di Indonesia juga menyalakan aplikasi Yahoo Messenger. Jadi tanpa BBM pun, YM komputer-mu masih dapat berkomunikasi dengan YM pada BB teman-temanmu.

Bila kamu tetap memaksa membeli BlackBerry walaupun kamu memenuhi beberapa poin “tidak perlu membeli BlackBerry” di atas, inilah yang akan terjadi:

  1. Tidak tahu mau ngepain di BlackBerry, yang berbuntut perasaan yang sedikit kesal karena pengeluaranmu jadi bertambah untuk membayar biaya layanan BIS (BlackBerry Internet Service). Tarif yang umum pada saat ini adalah Rp. 5000,- per hari, itu artinya kamu harus menyisihkan dana tambahan Rp. 150.000,- setiap bulan.
  2. Akhirnya karena poin 1 itu, BlackBerry-mu hanyalah sebuah mesin telepon dan SMS layaknya HP biasa saja karena BIS tidak dinyalakan. Lalu teman-teman akan bertanya padamu: “Kenapa lu beli BlackBerry? Buat mamer doang yah?”.

Banyak orang yang sebenarnya tidak memenuhi kriteria namun tatap saja membeli BlackBerry disebabkan alasan gengsi dan ikut trend. Jadi membeli BlackBerry dulu, lalu belajar email dan internet setelahnya. Ada juga yang malah sebenarnya benar-benar gaptek tapi ikut arus latah juga karena artis-artis sinetron kesayangannya semua sudah menggunakan BB; alhasil BB-nya tidak difungsikan secara maksimal, dan hanya menjadi sebuah mesin telepon dan SMS biasa saja.

Jadi, apakah kamu harus membeli BlackBerry juga?

Foto oleh: http://celebrityblackberrysightings.com/

Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feedemail. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Felix Widjaja. Felix adalah salah satu dari penggagas Twentea dan sehari-hari sibuk menjalankan agensi web desain Stucel. Selain bertanggung jawab untuk menjaga penampilan Twentea agar selalu yahud, ia juga terkadang menulis artikel (salah satunya adalah yang barusan anda baca diatas). Oiya, Felix juga memiliki blog bersama istrinya di SodaSoup.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

45 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Lany mengatakan:

    semoga temen gw yg masih salah dalam mengeja website –> nulisnya WEBSIDE gak beli bb. plisss pliss..

    ReplyReply
  2. Sissy mengatakan:

    Gw si cinta mati ama nokia E71 gw…secara kemaren2 hape itu sempet ga laku, padahal model & kemampuan nya mirip banget ama Blackberry (kecuali BBM,BIS,Facebook-nya…gpp lah, gw update dari Twitter ajah :P Lagipula ada Blackberry Connect nya kok). Ampe sekarang masih sering banget ditanyain temen “Blackberry-nya keren banget, putih gitu warnanya, bahannya logam lagi”…yang suka gw jawab dengan “Iya donk, gw gitu” (ambil jari2 gw nutupin logo nokia-nya =))

    ReplyReply
  3. Richard Fang mengatakan:

    @Lany: epic!!! LOL

    ReplyReply
  4. Demi Kian mengatakan:

    BBB-Blackberry Benda Beracun. Meracuni seluruh pemerhati tren teknologi untuk segera memiliki. Sejauh ini BB hanya dipakai sebagai tren bukan manfaat dari aplikasi yg tertanam di BB yang dipakai kalangan atas. Jadi BB ya hanya sebagai Blackberry biasa, tidak ada yang menganggapnya sebagai bukan blackberry biasa.

    ReplyReply
  5. Kuswanto Kus mengatakan:

    wicked!! Jleb jleb jleb ehahaha..

    Sequel please, Apakah aku harus beli iPhone juga?

    ReplyReply
  6. Charlie mengatakan:

    Pak, ini pengalaman pribadi????

    ReplyReply
  7. Aria Rajasa mengatakan:

    Pakailah BB kalo memang dunia internet dan (terutama) email merupakah sesuatu yang sangat integral dalam hidup Anda. Bila tidak, ya ga perlu la..

    ReplyReply
  8. Widi mengatakan:

    G sih masih mereasa cukup banget dengan dopod 818 pro g yag umurnya dah hampir 4 tahun wakaka. Secara dirumah n kantor ada inet, buat apa beli BB. Kalo tujuan browsing mending ambil pake unlimited HSDPA.
    Peace!!!

    ReplyReply
  9. Amir Karimuddin mengatakan:

    @Sissy ralat aja, E71 TIDAK ADA BB Connect

    ReplyReply
  10. Akhmad Fathonih mengatakan:

    WEBSIDE??! Hahahaha. o-em-ji

    ReplyReply
  11. Hendrik mengatakan:

    ati2 loh sis, penulis itu anti bb pada awalnya (sempet gw panas2in)… namun skrg berubah pikiran jg hohohoho….

    ReplyReply
  12. Sissy mengatakan:

    @Amir Karimuddin Kalo ada juga ga peduli sebenernya sih, secara temen gw yg pake blackberry cuma tau cara make blackberry buat facebook-an doank :) ) Artinya pegawai nokia-nya butuh di-train lagi tuh, mereka yg bilang ada BBconnect-nya *protes ke nokia, ah* :(

    ReplyReply
  13. Felix Widjaja mengatakan:

    @Kuswanto Kus: Belum dapet aset kantor iPhone nih dari ArusMedia, jadi belum bisa nulis tentang itu pak!

    @Charlie: Iya dong, biar absah harus dialami sendiri baru bisa mengkritisisi kan.

    @Hendrik: Maklum, hp saya waktu itu sudah pakai soletip dan cukup memalukan. Tidak ada pilihan lain kecuali BB (alesan).

    ReplyReply
  14. Dilla mengatakan:

    hihii.. Ayahku emg pernah bilang aku ini bkn org yang konsumtif.. ingin bersombong hati nampaknya julukan itu benar, karena sudah hampir 5taun aku masih saja menggunakan hp yang sama walaupun cm CDMA dan tidak jarang “insert UIM card”

    bWakakKKkakakakK

    ReplyReply
  15. Ron mengatakan:

    jangan beli BB, tanggung..tungguin bentar lagi HTC keluarin the best WinMobile everrr, hehehe… peace…

    ReplyReply
  16. taufiq mengatakan:

    ha3x baru iktan!! setuju!!!
    lagi bayangin poin yang ada klo artikelnya “Apakh harus beli Iphone?”
    pasti poinnya makin berentet :D
    sequel pliz!

    ReplyReply
  17. Eka Adiputra mengatakan:

    beli ah…untuk istri…

    ReplyReply
  18. Melissa mengatakan:

    Salam kenal semuanya! :)

    Saat ini, saya lagi bikin thesis S2 tentang orang-orang yang anti BB nih… dan musti wawancara orang dengan kriteria: orang tersebut musti udah pernah pake BB minimal 1 minggu, terus berbalik jadi benci dan anti BB. Yang mau dicari tau adalah: kenapa dari user bisa berbalik jadi anti BB? Kalo ada yang memenuhi syarat dan bersedia diwawancara, boleh kabarin saya di blueshell_1776@yahoo.com. Oya, riset ini hanya untuk tujuan akademis dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan distributor/produser/kompetitor BB. Thanks for your kind attention! :)

    Buat Pak Felix, thanks udah boleh numpang komentar yah, Pak… :)

    ReplyReply
  19. ady mengatakan:

    klu gw pake BB tobat karena pengalaman buruk dgn Mr. Javeline … baru 3 bulan eh keypad nya gag bisa fungsi, layar idup dapi fungsi tombol rusak, dan saat mau di betulin susah nya minta ampun kesana – kesini ,,, kayak koper di oper-oper.

    Tetap deh E71 n SE X1 yg jadi pilihan

    ReplyReply
  20. Melissa mengatakan:

    @ady: Wow… Ady… boleh ngga kalo gw mau wawancara loe? Loe masuk kriteria untuk jadi informan gw tuh… bisa kasi tau gw email loe? Thanks. :)

    ReplyReply
  21. Handi mengatakan:

    banyak yg cuma tau mengikuti trend alias latah :) padahal masih jauh lebih canggih iphone ketimbang BB :)

    ReplyReply
  22. ocha mengatakan:

    hehe… baru liat lagi ada tulisan mokal hari gini… but overall… sepakat sama artikel ini ^_^

    ReplyReply
  23. Hori Prastowo mengatakan:

    gak dech… cukup puas dengan handphone yang sekarang..
    pernah menggunakan tetapi… yaa gitu dech.. tidak terlalu menarik :P

    ReplyReply
  24. Joseph mengatakan:

    Ga begitu menarik. tetep cinta dengan N70-1 tersayang, bisa push email juga kok, buat apa BB :D

    ReplyReply
  25. Aan Andriatno mengatakan:

    Bingung euy, beli gak ya?!! Bingung, ga ada duitnya..hahaha..

    ReplyReply
  26. Putri Sarinande mengatakan:

    gila! gwa demen dah melihad isi komentar kalian semua di sini (dan cenderung mengabaikan isinya, sebab jelas jika saya punya uang saya lebih memilih wat nambah biaya mbikin visa daripada mbeli BB)

    tau gaak seeeh. masa temen gwa sempet pitneh sebab gwa OL molo (secara ketika itu lagi long-wik-en dan si saya membusuk gak keru-keruan di rumah majikan. hahaha!)

    ReplyReply
  27. Putri Sarinande mengatakan:

    @Putri Sarinande: pitneh bahwa saya punya BB. hahaha, pitnah lebih kejam daripada tidak mempitnaaah…!

    ReplyReply
  28. Lany mengatakan:

    @Putri Sarinande: boong ah, pasti punya bb kann ;p

    ReplyReply
  29. rya mengatakan:

    2 mggu yang lalu aku beli hp BB..eh tau2 pas dicas kok malah gk penuh2 seh..padahal tu baru aku beli..dan padahal udah aku perbaiki,,tetap juga gk bisa..ya udah dr pd ntr byk yang rusak,,aku jual deh..trus,,pas dijual kok harga na turun banget,,aku ntesal beli na,,bagusin aku beli hP E63..udh bgs,.pemakaian na gampang lagi..

    ReplyReply
  30. rio mengatakan:

    HP pertama saya th 1997 N*kia. Pernah pakai merk lain juga, branded maupun buatan cina. Istri ada BB 8900. Sampai saat ini, saya compare, yang paling user friendly dalam kemudahan menu, sinkronisasi, transfer all data n contact kalau ganti hp lain adalah N*kia. BB? sebagai new user, saya rasa tidak terlalu mudah dan friendly. Agak ribet. Security-nya memang toplah. Kurang customize menurutku. N*kia ku sudah oprek2 dan install macam2, GPS akurat dsb. GPS BB? harus konek internet dan bayar (gak janji deh). Tapi itu menurut saya lho.. kan ada yg bilang kalau lama2 jadi cinta, siapa tahu makin lama dipakai makin cinta. :) ) Peace friend! Oh ya 1 lagi: File word2007 yang dipassword, bisa dibuka dengan memasukkan passwordnya dan diedit di nokiem saya tapi di BB istri dak bisa karena ada password dan tidak meminta dimasukkan passwordnya. Masalah kompabilitasnya kali. Jadi kalau ada email dgn attachment >200kb BB mulai masalah. Bahkan Jpg 700kb aja dak bisa dibuka! di Nokiyem, no problem at all. Just share ya.

    ReplyReply
  31. Devilzzz mengatakan:

    Aduh pingin make bb deh.. Penasaran seh….. Pinginny si gemini kalo g bold gt… Akan tetapi si e71ku ini lebih pinter ne drpd tu dua hp..
    Gmana ya??? Tuker g yah???

    ReplyReply
  32. Felix Widjaja mengatakan:

    @Devilzzz: Kenapa jadi stres bos? Kalau mau ganti ya ganti ajah.

    ReplyReply
  33. Devilzzz mengatakan:

    @felix= sebenernya si g stress cuma konflik batin aj… Soalnya pingin coba gimana rasanya make BB si tp hati dagh terlanjur cinte ma nokiyem… hufffff

    ReplyReply
  34. afa mengatakan:

    Salam kenal,

    gue menolak pakai bb sejak 2 tahun yang lalu, tapi kok ya kayanya apa boleh buat, berhubung 90% relasi kerja dan temen sudah ber bb ria, kayanya mau ga mau gue harus bergabung dengan pemakai bb, bisa tolong kasih info tipe, harga dan beli dimana

    thanks ya

    ReplyReply
  35. Ayi mengatakan:

    Kalo gw seeh cinta mati ma N71, mantap, ga perlu BB-BB-an (bau badan maksudnya)MAHAL

    ReplyReply
  36. Heru mengatakan:

    Saya heran,
    apa bagusnya sih BB itu?
    barang katro aja di lebih lebihin.
    Lihat lah masa depan, Iphone!
    Yah kalo cuma mikir sekarang dan masa lalu ya sudah dong ngeliat masa depan.

    Market share bole lebih dikit coba liat profit share.
    http://techcrunch.com/2009/11/11/while-rivals-jockey-for-market-share-apple-bathes-in-profits/
    No one touches Apple inc and high-priest Steve Jobs dahhhhh.

    Ya kalo di ibaratin jual segudang Lexus/ Toyota/ Hondas or lousy white goods lainnya tetep aja ga sebanding sama Ferrari/Rolls Royce kan?

    ReplyReply
  37. JB mengatakan:

    tanggung mah bli BB

    mending bli PC aja

    setau gw lom ada gadget tercanggih saat ini yang bisa nyaingin PC

    wkwkwkwkkw

    (asal bisa bawanya kemana2)

    ReplyReply
  38. Jojo mengatakan:

    mulanya ngga mau latah. tapi karna sering email2an sama relasi, kayaknya butuh juga BB. tapi bingung… punya duit cuma pas2an. beli BB atau netbook ya? kasih saran dong.

    ReplyReply
  39. arief mengatakan:

    Aq mo beliin istriku BB tp nda mau na…. setia ma N79.
    klo Aq mah E71 forever tetep lbh pinter dr BB.
    Anti BB tp kok mo BB (bobo bobo ah…) pissss

    ReplyReply
  40. indah mengatakan:

    ahahhahahahah like this ^^

    ReplyReply
  41. Astrell mengatakan:

    Kalo buat saya ngga usah beli BB.. Daripada BB mending beli hape yang lainnya aja,, terutama bagi orang yang ngga ingin digangu privasinya pluz ngga terlalu suka dengan dunia maya. So sorry ya karena BB semua jadi terlupakan dan beberapa teman” saya yang menggunakan BB,, terutama yang memiliki hubungan jadi pada bubar!! Akibat dari notif” di BB yang selalu bunyi dan BBnya diutamakan daripada orang yang ada disamping. Selain itu, buat yang kerja yang saya temui juga jadi ngga profesional!!! Terkesan buat saya ngga sopan. Lagi ngobrol dengan pelanggan, lagi meeting, lagi ngobrol dengan atasan, lagi menginterview, BBnya bunyi yawda BBnya diutamakan. Untung anda punya atasan, pelanggan, etc yang baik. Kalau ngga, … hidup anda!! OUT cuman karena BB (konyol); apalagi atasan anda bukan pengguna BB. *Hidup dengan dunianya sendiri tanpa melihat situasi dan kondisi itulah pengguna BB* Padahal kalo saya liat, apa sie bagusnya BB??? Handphone yang cuman karena trend aja jadi booming,, tapi kalo feature”nya biasa aja. Maaf ya kalo kata-kata saya kasar tapi itulah kenyataannya. Terima Kasih.

    ReplyReply
  42. Jeanny mengatakan:

    @Astrell:
    setuju banget..! kemaren ini saya bikin paspor, masa pegawainya meng-interview sambil BB-an.. jadi dia ngomong ke saya, tapi matanya di BB-nya sambil ketik2.. ga banget deh! betul tuh, jadi ga profesional! kesel jadinya….

    ReplyReply
  43. Astrell mengatakan:

    @Jeanny: Wow.. Ternyata ada yang mengalami sama seperti saya.

    Tolong buat pengguna BB kalo bisa lebih menghargai orang yang tidak menggunakan BB,, terutama dalam hal keprofesionalan anda pada saat bekerja dan ketika sedang diajak bicara. Jika anda mau dihargai, tolong hargailah orang lain. Thanks Jean buat balesan commentnya..

    ReplyReply
  44. Astrell mengatakan:

    For all and buat pendiri thread ini (Boz Felix).
    Just share ya. It’s my opinion and my experience. Thank You

    ReplyReply

1 Tautan Untuk Artikel Ini

  1. Diskusi: iPhone atau Blackberry  |  Ruang Freelance Mengatakan:

    [...] dari perang smartphone di Indonesia, Blackberry sepertinya lebih unggul bila dibanding  iPhone. Kenapa hal ini terjadi? [...]

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan