Bahasan, literatur, kampanye dan sosialisasi mengenai bahaya pemanasan global maupun penyelamatan bumi sudah sering menghampiri kita, tapi seringkali kita beranggapan prilaku hidup kita sudah cukup go green? Benar-benar yakin?
Benar-benar Mematikan Alat Listrik Yang Tidak Dipakai

Bumi, planet yang sedang sakit
Sudah sering didengungkan, bahkan PLN sendiri memiliki kampanye sosialisasi kepada masyarakat agar jam 17.00 mematikan seluruh lampu kecuali satu. Mungkin karena didikan keluarga saya sejak dulu yang sudah seperti dirjen PLN dalam menghemat listrik, saya sering dikagetkan ketika berkunjung ke tempat teman maupun kolega karena:
- Mereka tidak akan mematikan AC di kamar mereka bila tidak ada rencana untuk berpergian lebih dari 3 jam. Karena alasan mereka: “ah nanti gw kepanasan, kan enakan pulang2 masuk kamar uda adem”.
- Tidak mematikan TV, komputer, lampu ruangan, lampu WC, walaupun sedang tidak dipakai. Bahkan ditinggal menonton bioskop (artinya berjam-jam lamanya).
Saya juga memperhatikan, sepertinya anak kost lebih berpeluang tidak mematikan peralatan listrik apabila bepergian. Mungkin mereka berpikiran “ah udah bayar 1 alat listrik = 50 rebu, masa gw matiin, kan rugi dong!”.
Benar-benar Menghemat Air
Bila kita perhatikan kegiatan orang sewaktu sedang mencuci tangan (berlaku juga untuk kegiatan menggosok gigi) di wastafel; di kala tangan sedang menuju ke tempat sabun setelah pembilasan, sebagian besar mereka tidak mematikan air yang mengucur bebas di keran. Hal ini artinya menyia-nyiakan sumber daya alam! Tapi akhir-akhir ini untungnya sudah banyak tempat umum yang menggunakan keran ramah lingkungan, seperti: keran sensor elektronik, keran yang memiliki timer pencet.
Selain urusan keran sewaktu mencuci tangan dan menggosok gigi, kita juga bisa mempraktekkan go-green lainnya dengan:
- Sewaktu mandi, tidak membuang-buang air berlebihan. Nikmatnya kesegaran guyuran air sewaktu mandi memang tiada tara, namun bukan berarti harus gebyar-gebyur terus. Untuk mengantisipasi hal ini, bisa mengganti bak mandi kamu dengan sistem shower yang lebih ramah lingkungan.
- Mencuci mobil tidak usah terlalu sering. Bagi yang gemar mencuci mobil 3 hari sekali, sebaiknya kebiasaan itu diubah menjadi 2 minggu 1x atau tergantung keadaan mobil; lebih baik lagi bila tunggu kotor saja. Tapi jangan lupa, untuk mencuci sela-sela di rumah roda yang memang harus rutin disemprot air agar tidak bersarang debu dan pasir (cikal bakal karatan).
Selain kiat menyelamatkan bumi tercinta yang akrab dengan kehidupan kita sehari-hari di atas tadi, apakah kamu memiliki kiat lainnya? (Misal: menyimpan plastik belanjaan yang masih bersih agar dapat digunakan kembali, dan sebagainya). Mungkin orang akan berkata kita terlalu berhemat berlebihan dengan melakukan ini semua, tapi memang jarang perbuatan baik yang tidak dibarengi dengan pandangan sinis.
Foto oleh: NASA
Pastikan anda tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Anda bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Anda juga bisa bergabung dengan grup Facebook.



Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
July 8th, 2009 at 4:19 pm
Beli sumpit portable, jadi sebisa mungkin tidak memakai sumpit kayu yang sekali pakai di restoran.
July 8th, 2009 at 5:03 pm
go green .. my bumi ,, our bumi
July 14th, 2009 at 1:56 pm
Switcher juga kalo bisa benar2 dimatiin, lampu merah kecil yang menyala itu aja udah menandakan kalo listriknya masih berjalan ( alat elektronik mati tapi switchernya masih merah juga tetap menghabiskan 20 persen pemakaian listrik loh :D) Buat yang doyan masak, air cuci sayurannya bisa dipakai lagi buat nyirem tanaman atau ngepel lantai :D
August 18th, 2009 at 10:57 pm
emang yang punya kos tuh suka sialan. mustinya kampanye Go Green ke para pemilik kos juga,,
benar felix. hanya dengan mencoba sehemat mungkin memakai Kantong Plastik, saya dianggap sableng.. “cuma plastik..” (dalam hati, karena itu Ayah saya yang bicara, saya berkata : mabok planet bumi ini, Be, kalok semua mikir kayak dikau)