Categorized | Cinta & Seks

Duri Dalam Cinta – Perbedaan Ekonomi

Ketika pada akhirnya kamu menemukan the one si cinta sejati, dan bersamanya bagaikan memiliki kisah Yoko dan Bibi Lung di Legenda Return of Condor Heroes, mungkin sudah saatnya kamu mengambil langkah yang lebih serius untuk dilanjutkan. Entah itu bertunangan atau langsung menikah. Tapi sebelumnya, sudahkah kamu mempertimbangkan beberapa hal yang menjadi perbedaan di antara kalian? Perbedaan-perbedaan kecil seperti sifat, sikap, adat dan tata cara di dalam keluarga mungkin wajar. Tapi kalau soal perbedaan yang cukup sensitif seperti keadaan ekonomi keluarga yang berbeda jauh, agama, bahkan urusan tinggi badan kadang bisa menjadi batu sandungan.

Screen shot 2009-09-11 at 8.16.16 PM

Hore, aku dapat suami kaya raya!

Siapa yang tidak ingin berada di kondisi ekonomi yang berkecukupan setelah menikah? Memiliki rumah luas di kawasan elit, mobil tinggal pilih dan bisnis mantap warisan keluarga di zaman yang padat persaingan ini. Tapi di balik semua sisi kemujuran dan keuntungan itu, pihak pasangan yang biasanya dianggap “dapet duren montong” itu kemungkinan besar seringkali dipojokkan.

Beberapa kejadian yang kerap kali saya dengar misal, diacuhkan oleh salah satu anggota keluarga pasangan apalagi kalau belum juga menunjukkan kepiawaian dalam “menjinakkan” keluarganya.

Siapa yang tahan mendapat perlakuan seperti ini? Kalau di sinetron-sinetron sih biasanya cerita akan berakhir dengan happy ending alias pihak keluarga kaya pada akhirnya menerima dengan lapang dada anggota keluarga “kelas bawah” baru tersebut, setelah seluruh keluarga sadar akan kesalahannya. Tapi kalau di kehidupan nyata, hal itu biasanya berujung pada hancurnya hubungan cinta pasangan tersebut.

Gampang-gampang susah, enak-enak menyengsarakan. Ada baiknya jika kamu beruntung mendapat pasangan yang memiliki kemampuan ekonomi yang jauh di atas, jangan terlalu lama terlena. Usahakan untuk tetap melakukan kegiatan seperti membuka bisnis kecil-kecilan, ngantor atau apapun itu yang penting jangan terlihat terlalu santai yang terkesan mengincar warisan. Terlihat malas-malasan akan merusak image dan bisa-bisa predikat matre melekat kuat di namamu. Oh no no!

Pastikan kamu tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Kamu bisa berlangganan melalui RSS feedemail. Kamu juga bisa bergabung dengan grup Facebook.

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Lany. Tertarik untuk membagi informasi dan pandangannya mengenai gaya hidup semasa umur dua puluh-an. Sehari-hari menghabiskan waktunya menangani pekerjaan rumah tangga sekaligus bekerja sama dengan suaminya membangun agensi web desain yang bernama Stucel.

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

3 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Yofie Setiawan mengatakan:

    Setuju, kalau perlu buktikan bahwa kita bisa jg menjadi orang yang bisa dibanggakan. Bukan sekedar menunggu saja, tapi action…

    ReplyReply
  2. Yessica mengatakan:

    Menarik. Apa bisa minta yang perbedaan usia? :D

    ReplyReply
  3. Putri Sarinande mengatakan:

    @Yessica: nanti dicoba sayah menuliskennyah ;)
    bersabarlah hingga ada di antara kami berhasil melakukan riset yak ;)

    ReplyReply

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan