Antara uang yang membahagiakan dan cinta yang menenangkan tapi tak membuat kenyang. Mana pilihanmu?
Nongkrong di cafe enak gak?
Jalan-jalan ke Itali, seneng?
Punya villa di Ubud, pengen?
Gadget yang selalu uptodate, keren yah?
Beli sepatu 5-10 juta merasa bak Victoria Beckham kah?
Menenteng tas branded, bangga?
Lagi-lagi uang! Uang memang bisa memanjakan kita dari ujung rambut hingga ujung kaki. Tapi semua itu tentu saja hanya bisa dirasakan oleh manusia-manusia berduit. Bukannya orang-orang yang masih memikirkan “besok mau makan apa” atau yang ketika tanggal tua masih sakit kepala.
Uang dan kemewahan menjadi semakin rumit ketika dipadankan dengan cinta. Ketika seseorang sampai kepada pilihan untuk memilih pasangan hidup antara si kaya atau si miskin. Mungkin ada yang tanpa pikir panjang segera menjawab “ya jelas cinta donk, duit kan bisa dicari”. Iya sih bisa dicari, tapi kenyataan akan hidup yang tak akan pernah puas membuat beberapa orang merasa harus memikirkan hal ini matang-matang. Benarkah saya bisa bahagia hidup sederhana berasamanya? Dua tiga bulan pertama mungkin bisa, tapi bulan dan tahun-tahun selanjutnya apakah cinta benar-benar bikin bahagia?
Damn I love the jag, the jet and the mansion, oh yeah!
And I enjoy the gifts and trips to the island, oh yeah!
It’s good to live expensive you know it. But my knees get weak intensive.
When you give k-kisses. That’s money honey!
Itulah sepenggal lirik dari lagu Lady GaGa yang berjudul “Money Honey!” yang menggambarkan nikmatnya dekat dengan uang. Salah seorang relasi saya, sebut saja Shierly. Dia cantik; sepanjang masa ABG nya mempunyai cukup banyak stok pria yang siap jadi pacarnya. Sebelumnya dia tidak pernah pikir panjang mengenai siapa yang menjadi pacarnya. Asal caem, charming ataupun cool bisa menjadi pacarnya.
Tapi ketika usia sudah menginjak akhir duapuluhan, Shierly mulai berpikir tentang keadaan pacarnya saat itu. Dia baik hati, penyabar dan tampangnya mirip-mirip si Rain, cool. Tapi pedapatannya hanya cukup untuk biaya kost dan makan sebulan.
Melihat itu, orang tuanya mulai khawatir dan segera mengenalkan (baca: menjodohkan) Shierly dengan anak teman orang tuanya. Dia memiliki usaha waralaba yang sangat sukses. Wajahnya jauh dari caem, tapi hartanya bisa dibilang tidak akan habis untuk tujuh turunan dan tujuh tanjakan. Tidak memaksa namun mengarahkan, orang tuanya akhirnya berhasil menikahkan Shierly dengan si lelaki sukses itu. Setelah setahun kehidupan pernikahan, iseng-iseng saya tanya Shierly mengenai kehidupan perkawinannya. Tak disangka, Shierly merasa menyesal karena memilih suaminya sekarang. Hidupnya memang bergelimangan harta, tapi hatinya tetap merasa hampa. Mengapa begitu? Mungkin hanya dia yang tahu.
Cinta memang buta, tapi uang bisa membutakan segalanya. Kamu lebih memilih dibutakan yang mana?
Foto oleh: nomm
Pastikan kamu tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Kamu bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Kamu juga bisa bergabung dengan Facebook Page.
Artikel Terkait
- Persahabatan Pria dan Wanita, Hanya Topeng dari Rasa Cinta
- [Sruput 20-an] Disaat Sang Teman Curhat Cinta
- Hal Yang Dibutuhkan Wanita Dalam Sebuah Hubungan
- Menggoda Jangan Sampai Terlihat Norak
- Di Saat Jalinan Asmara Harus Diakhiri




Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
December 11th, 2009 at 11:38 am
Wah, emang susah ya?
kalo aku…milih nya yah…married dgn org yg aku cinta namun cukup juga dalam hal materi (hehehhehe :P ngarep bole kan?)…
yah, aku juga ga serakah kok…bukan cukup yang mewah2 gimana…
sederhana aja, yang penting bahagia…aminnnn
December 11th, 2009 at 11:59 am
@Gabby: Yang penting cukup aja yah.. cukup kaya maksudnya haoahoahaohao
December 11th, 2009 at 3:14 pm
kalo gw jelas duit dulu… ada duit ada cinta kali yeeeee
December 11th, 2009 at 6:33 pm
kalo gue pilih duit yang menghasilkan cinta…wakawakakak
December 11th, 2009 at 6:33 pm
kalo gue pilih duit yang menghasilkan cinta atau cinta yang menghasilkan duit
December 12th, 2009 at 8:02 pm
aq milih cinta yg menghasilkan uang wkwkwk…
December 13th, 2009 at 2:07 pm
saya mengalami trauma temporer dengan kata uang.
tapi saya sekarang buta mata-kiri-dan-kanan-akibat-cinta (ada dua cinta yang buat buta..) hwakakakak.. buta tapi kok malah semakin banyak jalan terbentang, tapi gak sampe juga ke sanaa?? (jiah elah gwa curhat..)
December 15th, 2009 at 10:11 am
@Lany : Setujuuuu :P
@Putri : Cinta emang selalu kayak gitu (membutakan…wakakakak)
December 24th, 2009 at 6:52 am
dillema atuh ini yah… jiaaaaahhh…
ya yang penting ahlak nya donk….
klo akhlak nya udah baik.. cinta dan harta datang dengan sendirinya…
wkwkwkwk,,
January 1st, 2010 at 7:13 pm
Bila di depan rumah Anda ada 3 org, sebutlah, si harta, si sukses, si cinta, maka undanglah si cinta masuk ke rmh Anda, karena begitu si cinta masuk, maka si harta dan si sukses akan mengikutinya. Bukan omong kosong, Saya dan suami telah membuktikannya.
January 12th, 2010 at 8:20 am
cinta vs uang memang persoalan manusiawi dan sepertinya saling mendukung tapi juga bisa saling menjatuhkan. bila dilihat dari sisi manusiawinya, tentu kita butuh uang, kita perlu cinta. ini hal sederhana sebetulnya, hanya berlainan obyektivitas saja. uang lebih mantap disebut kebutuhan phisikal dan cinta lebih manjur terkait perihal psikologis. tapi tetap saja bila seseorang merasa kekurangan dua hal ini sifat manusiawi bisa berubah frontal, mirip pisau bermata dua.
January 19th, 2010 at 11:21 am
Cinta jaman skarang seh harus di barengi dengan uang…!
February 5th, 2010 at 2:30 pm
bener tuh kata shanty, itu juga pernah gwe denger dari seminar motivasi. hampa aja dunia terasa klo ga ada cinta :D. klo gwe karena cinta nya pada pasangan dah pasti kita kan berusaha tuk mencari uang (yang halal ya…)..itu yg kan jadi motivasi hidup kita dengan pasangan. bersakit-sakit dahulu, bersenang – senang kemudian