Banyak sekali impian dari para kaum pekerja kantoran untuk bisa berkantor di luar negeri, dengan gaji dolar, hidup enak, aman, tentram, nyaman. Bukan tidak mungkin itu semua didapatkan, namun ada beberapa hal yang pertama-tama kali harus diperhatikan, supaya kamu tidak salah langkah dan mengulang semuanya dari awal lagi.
1. Teliti sebelum berangkat
Pastikan kamu mencari tahu seluk beluk negara mana yang akan kamu tuju. Cari tahu biaya hidup, tingkat keamanan, kebutuhkan tenaga kerja, bahasa dan hal lainnya. Jangan langsung percaya iming-iming orang yang mengatakan, ‘wah kerja di Singapura enak loh, gaji gede.. dibandingin di Jakarta dengan jabatan yang sama‘. Apakah kamu tidak memikirkan uang sewa tempat tinggal disana? Pengeluaran harian untuk kebutuhan pokok? Transportasi? Belum lagi pajak gaji yang harus dibayar. Jadi jangan terlalu sumringah dulu, jika dibandingkan gaji memang jauh lebih besar di Singapura, namun biaya hidup disana juga besar, jadi yah sama-sama saja.
2. Pastikan kamu punya relasi, teman, atau keluarga
Sebagaimanapun social person kamu, akan lebih asik jika kamu punya relasi, teman, ada sanak famili di negara yang akan kamu tuju. Jika kamu punya relasi, mungkin saja nantinya setibanya kamu disana, dia akan memperkenalkan kepada temannya atau relasinya yang lain yang mungkin butuh tenaga kamu untuk diperkerjakan di kantornya, siapa tahu loh!
Nah, bagi kamu yang mungkin nekat pergi sebatang kara, sebaiknya kamu kirim dahulu beberapa CV sebelum berangkat. Banyak website yang menawarkan pekerjaan di luar negri. Setelah ada beberapa panggilan kerja, barulah kamu berangkat kesana dan berdoalah supaya salah satu dari panggilan itu akan menerima kamu, supaya kamu tidak kerepotan mencari kerja disana sebatang kara.
3. Pelajari bahasa dan dialek serta budaya negara tujuan
Jangan lupa, jauh sebelum kamu berangkat, latihlah dahulu bahasa negara tujuan serta budaya di negara tersebut. Sebagai contoh, jika kamu ingin ke Jepang, paling tidak kamu belajarlah dahulu percakapan dasar dalam bahasa jepang, kemudian budaya jepang yang menghormati / memberi salam dengan cara menundukkan badan. Hal-hal seperti ini memang kecil namun dampaknya sangat besar jika kamu sudah paham terlebih dahulu. Istilahnya, supaya tidak Culture Shock.
4. Be legal not Illegal
Pastikan semua dokumen dipersiapkan dengan benar, dan jangan sekali-kali berpikir untuk masuk ke negara lain secara illegal. Dengan visa turis namun mencari kerja disana. Jika kamu tertangkap, wah, uang yang kamu kumpulkan dari keringat kamu bisa ludes disita, serta kamu bisa dideportasi dan masuk blacklist, alias kamu tidak akan bisa berkunjung lagi ke negara tersebut. Jadi saran saya, yang legal saja, sehingga kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan skill yang kamu miliki.
Jadi apakah kamu sudah siap kerja di luar negeri? Yuk berangkat!
Foto oleh: gingmagandaâ„¢isWaiting ForTheBus
Pastikan kamu tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Kamu bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Kamu juga bisa bergabung dengan Facebook Page.




Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
December 20th, 2009 at 4:04 pm
Sekedar berbagi pengalaman: Zaman-zaman belum berbisnis sendiri, sekitar 3 tahun lalu gw iseng lamar (via online) ke Yahoo Singapura. Tau2nya dapet balesan via email untuk jadwal tele-interview seminggu kemudian.
Nah pas interview tersebut, gw ditelepon gelagapan. Bahasa singlishnya mereka benar-benar sungguh ajaib bagi gw. Alhasil, 1 pertanyaan saja gw sampai minta diulang 3-4x. Udah gitu jawaban dari gw-nya juga parah.
Telinga ini seakan tidak bisa diajak bekerja sama. Konsentrasi sudah 200% tapi tetap saja “ora krungu-krungu”!!! Waktu itu yang menginterview ada 3-4 orang.
Benar-benar kesan yang buruk banget kan? Maka dari itu, sebaiknya minimal bahasa inggris dipertajam dulu sebelum berani berniat melamar kerja ke luar negeri.
December 22nd, 2009 at 8:39 am
@Felix Widjaja: ahahah sebenernya bisa lah cakap2 english… tapi berhubung yg telp yahoo (perusahaan gede gitu loh) jadi gelagapan trus otak blank… jadi gitu deh kek elu hahahaha
December 22nd, 2009 at 9:01 am
hihihi….ora krungu-krungu…. :D
belum ada pengalaman kirim cv k luar…
December 22nd, 2009 at 1:04 pm
@hendrik: cakap-cakap english. jiah elaaah (haghaghag)
semoga para TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di LN (Luar Negeri) lekas mendapat dokumen secara lengkap dan sah. amin..