Seringkali kita membuat serangkaian syarat dan kriteria untuk bisa menandai bahwa seseorang adalah belahan jiwa. Tapi setelah sekian lama mencari, si dia tak kunjung muncul juga. Harus mencari kemana lagi yah?
Disini saya mencoba menyadarkan bahwa belahan jiwa bukannya dicari, namun terjadi lewat semua perubahan dari diri kita. Mungkin saja belahan jiwa ada di sekitar kamu.
Dia selalu ada. Harus!
Bak karakter laki-laki di sinetron yang selalu ada di samping pacarnya ketika dibutuhkan. Sesekali ketika pasangan sedang mempunyai waktu luang mungkin dia bisa menjemput atau sekedar mengunjungi kamu untung mengajak makan siang. Tapi justru disaat kamu sedang sangat membutuhkan dia untuk menumpahkan segala kesedihan akibat perlakuan atasan yang menyakitkan, selama seminggu dia tidak menunjukkan batang hidungnya. Kamu pun segera meninggalkannya dan menganggap bahwa dia bukanlah orang yang tepat untukmu. Padahal mungkin saja dia sedang mengalami kejadian yang sama denganmu, kerjaan menumpuk, keluarganya sedang bermasalah, atau apapun yang menjadikannya menghilang. Cobalah untuk mencari tahu kabarnya dan tanyakan permasalahannya, stop menjadi orang egois yang harus diperhatikan. Dia juga butuh perhatian.
Dia seharusnya tidak pernah marah.
Apapun kesalahan yang kamu lakukan, dia selalu hanya tersenyum dan mengelus rambut lalu berbisik kecil supaya jangan mengulang kesalahan seperti itu. Namun suatu ketika tak sengaja kamu menjatuhkan gadgetnya, tak disangka-sangka, dia melotot marah dan diam seribu bahasa terhadapmu. Sebelum kamu berbalik marah padanya dan menganggap dia lebih sayang gadgetnya daripada kamu, bersabarlah dan beri dia waktu untuk sendiri terlebih dahulu jangan langsung berbalik menyerangnya dengan seribu pertanyaan. Bisa jadi dia sedang dilanda banyak masalah, lelah karena belakangan ini sering lembur dan ditambah masalah lainnya. Akibatnya, gadget jatuh memicu emosinya. Kini saatnya kamu yang diuji kesabarannya, jadi hiburlah dia, dijamin dia makin sayang!
Romantis? Ya pastilah!
Hampir tiap weekend dia mengisi hari-harimu dengan manisnya, mengajak ke tempat-tempat romantis, makanan-makanan yang seru dan eksotis, dan tentu saja dessert kesukaan. Namun suatu ketika dia ditanya tanggal ulang tahun kamu, dia tertegun dan berpikir keras..!
Kamu pun geram, jengkel dan kecewa pastinya. Lantas, apakah benar itu artinya dia bukan belahan jiwamu? Hey tunggu dulu kawan, jangan cepat-cepat angkat kaki dari hatinya. Mungkin saja sebenarnya dia ingat ulangtahun-mu hanya saja dia sering terbalik antara bulan Juni atau Juli. Atau Oktober dan November. Manusiawi bukan?
Nah sekarang, siapa ya yang kira-kira menjadi belahan jiwamu?
Foto oleh: ethnoscape
Artikel Terkait
- Apakah Hubungan ini (Masih) Harus Dipertahankan
- Resep Rahasia Berpacaran
- Membuat Si Dia Merindukan Kamu
- Cinta Jangan Kau Cari
- Apakah Dia Tertarik Pada Anda?




Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
January 2nd, 2010 at 9:57 am
Semoga tulisan ini menyadarkan wanita bahwa kami tidak bisa sempurna. Jangan nilai kami dari perbuatan, tingkah laku, romantisme, atau ingat atau tidak akan hari ulang tahun kalian. Tapi kalian bisa nilai kami dari ketulusan.
January 4th, 2010 at 4:22 pm
hehehe…kami sebagai wanita memang sering kali mengkorelasikan perhatian dan ketulusan dgn hal yg menurut pria remeh temeh spt : ingat atau tidak akan hari ultah (krn kami selalu ingat), romantisme, dan hal2 kecil…
January 19th, 2010 at 11:05 am
Aq stju dngan kmentaran yg d ats. Hrgailah ksbkn seorang laki2