Asuransi, terdengar sangat familiar dan semua orang pasti suatu saat membutuhkan asuransi, entah itu asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi umum dan lain sebagainya. Namun masih banyak juga yang bertanya-tanya apa sih asuransi itu dan apa sih gunanya?
Asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, perusahaan yang menjual polis serta nasabah yang membeli polis. Kewajiban perusahaan asuransi adalah membayarkan uang “ganti rugi” kepada nasabah jikalau terjadi syarat-syarat (kecelakaan, kehilangan) seperti yang tercantum pada perjanjian terpenuhi. Demikian juga bagi nasabah, berkewajiban membayarkan iuran.
Yang paling lazim adalah asuransi kesehatan, dan saya rasa semua orang wajib memilikinya. Karena jika terjadi kecelakaan yang mungkin mengakibatkan cacat dimana membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit, maka pihak asuransi akan sedikit “meringankan” kejadian buruk tersebut.
Nah, banyak dari kita yang mungkin terjebak akan manisnya para marketing asuransi dalam menawarkan produk-produk mereka. Atau bahkan sudah keburu marah setiap mereka menghubungi kita. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu sebelum mengambil asuransi:
Tanyakan pada diri kamu, apakah kamu sudah perlu sebuah asuransi jiwa?
Jika kamu belum ada tanggungan keluarga serta kewajiban maka bisa dikatakan kamu belum memerlukan sebuah asuransi. Bila kamu belum mengajukan kredit rumah, mobil dan hal “kelas berat” lainnya, keuangan keluarga tidak akan terganggu oleh beban hutang yang sedang kamu jalani.
Di lain pihak, jika kamu memiliki salah satu dari hal diatas antara tanggungan atau kewajiban, maka kamu sebaiknya memiliki asuransi. Supaya jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi padamu, maka kamu tidak menyisakan kewajiban kepada orang-orang terdekatmu.
Pastikan jumlah tanggungan yang didapat sesuai dengan kebutuhan
Produk asuransi jiwa menawarkan berbagai macam premi, dari yang kecil sampai yang cukup besar. Nah, bukan berarti kamu harus memilih yang terkecil dan beranggapan bahwa “Hore, gw udah punya asuransi“. Pemikiran ini salah, kenapa? Karena nantinya jika kamu meninggal dunia, dan kamu adalah kepala keluarga pencari nafkah, maka keluarga yang ditinggalkan hanya akan mendapatkan tanggungan sesuai yang kamu daftar dahulu, apakah cukup?
Ambil contoh mudah saja, kamu punya kredit rumah senilai 200 juta, serta kredit mobil senilai 100 juta, kemudian kamu hanya mengambil premi dengan tanggungan sebesar 100 juta saja. Kebayang toh kurangnya?
Tidak perlu mengambil produk-produk “manis” lainnya
Selain produk utama, biasanya para marketing asuransi juga akan menawarkan produk atau premi lain seperti, premi kehilangan ibu jari, mata, premi kehilangan salah satu anggota tubuh (contoh: ginjal) dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini sebaiknya tidak perlu kamu ambil, jika memang kamu bekerja di kantoran yang hanya duduk di depan komputer seharian dengan sesekali pergi ke tempat pelanggan. Lain halnya jika kamu bekerja di pabrik yang berhubungan dengan alat-alat berat, disarankan untuk mempertimbangkan. Tapi, cukup yang perlu-perlu saja untuk menghemat.
Bayar premi tepat waktu
Asuransi lain hal dengan kartu kredit, jika kamu telat bayar kartu kredit maka akan ada denda. Kalau premi asuransi kamu tidak bayar maka otomatis akan hangus dalam waktu tertentu keterlambatan pembayaran. Sayang sekali kan jika hangus? Untuk menghindari status blacklist, usahakan jangan menunggak pembayaran asuransi.
Jadi Twentea’ers sudah siap untuk mengambil asuransi?
Foto oleh: easyaupair
Artikel Terkait
- None Found








Halaman Facebook
Ikuti kami di Twitter
January 26th, 2010 at 2:39 pm
asuransi yang bagus apa ya??
January 28th, 2010 at 8:44 pm
@Arisyi: tergantung kebutuhan bu… Kayaknya sih kalo mau ambil yg preminya lumayan kompetitif plus ngak ada bad reputation ama perusahaan asuransi yg bersangkutan.
April 15th, 2010 at 2:33 pm
Orang bijak bilang “sedia payung sebelum hujan”
Saya acungkan jempol buat Anda, yang sudah menyadari pentingnya memiliki proteksi.
Tidak banyak lho orang yang memiliki kesadaran berasuransi. Pertanyaannya
perlindungan bagaimana yang kita butuhkan? Bagi Anda yang masih bingung dalam
memilih perlindungan mari berbagi informasi (untung dan ruginya berasuransi) di sini
http://bit.ly/bMtYPR <– terbuka untuk umum dan dibantu oleh ahli keuangan Aidil
Akbar, Safir Senduk, dll…
July 16th, 2010 at 7:38 pm
Saya salah satu yang melakukan inves dengan membeli premi asuransi. Hitung2 menabung.