Categorized | Keseharian

4 Tips Membaca Dengan Cepat

Mungkin ada beberapa Twentea’ers yang tidak hobi membaca karena sesuatu hal dan lain sebagainya. Seperti contohnya saya sendiri yang tidak begitu suka membaca karena saya lebih menikmati visual (video) serta alunan suara yang lebih menarik dan atraktif dibandingkan membaca.

Namun memang tidak bisa dipungkiri juga ada beberapa insan yang sangat lihai dalam membaca baik itu buku, novel, komik majalah dan lain sebagainya. Mungkin kamu bertanya dalam hati “gila aja bisa baca novel ratusan halaman tapi sehari kelar, gimana caranya tuw?” Nah, berikut ini beberapa tips yang saya pelajari ketika saya berhadapan dengan buku-buku bacaan.

1. Cari tahu dulu motivasi kamu dalam membaca suatu buku

Saya suka membaca

Ini hal terpenting yang harus kamu ketahui terlebih dahulu sebelum memulai membaca suatu buku. Apakah kamu memang tertarik dengan isi buku itu? Apa yang akan kamu dapatkan setelah membaca buku itu? Apa yang ingin kamu cari tahu dalam buku itu? Dan masih banyak pertanyaan lain yang bisa memotivasi kamu untuk membaca buku itu. Jangan sekali-kali hanya tertarik dengan judulnya saja, coba baca rankumannya yang biasa terletak di belakang buku itu sendiri.

2. Cari tempat dan waktu yang pas untuk membaca

Setelah mengetahui motivasi dan mendapatkan target buku yang akan kamu baca, sekarang saatnya kamu menentukan waktu dan tempat yang pas untuk memulai membaca. Ini juga sangat penting karena kamu tidak mau donk diganggu ketika sedang seru membaca. Waktu dan tempat yang tepat untuk membaca biasanya pada malam hari sebelum jam tidur kamu. Karena pada saat itulah pikiran dan badan kamu sudah mulai relax dan siap untuk menerima konten dari buku yang akan kamu baca.

3. Hindari “ini budi, ini ibu budi,…”

Tentu saja pada jaman dahulu kala ketika baru belajar membaca kamu harus melafal satu per satu kata sampai menjadi satu kalimat. Hal ini biasanya masih terbawa sampai sekarang. Ini bukan merupakan cara yang tepat untuk membaca buku ratusan halaman karena kamu ngak akan selesai jika masi menerapkan metode seperti ini. Biasanya konten didalam buku bacaan itu tidak semuanya merupakan topik yang penting, jadi kamu bisa dengan cepat lalui itu, baca dengan cepat tanpa perlu mengulangnya tetapi perlambat atau ulang bacaan jika kamu tiba pada topik yang menurut kamu penting.

4. Sering-sering membaca

Practice makes perfect. Pepatah ini memang benar adanya, mungkin pada awalnya kamu membutuhkan waktu 1 minggu untuk membaca 300 halaman novel, namun setelah beberapa kali membaca novel lainnya, secara tidak sadar skill membaca kamu akan meningkat dengan sendirinya, terutama poin no. 3.

Jadi Twentea’ers sudah siap untuk membaca? Ngak perlu takut melihat novel-novel atau buku lainnya yang memiliki ratusan halaman, terapkan tips diatas maka kamu tidak akan mendapatkan masalah dalam membacanya.

Foto oleh: margolove

Pastikan kamu tidak ketinggalan suguhan teh Twentea! Kamu bisa berlangganan melalui RSS feed, email. Kamu juga bisa bergabung dengan Facebook Page.

Artikel Terkait


Tentang Penulis

Hendrik. Bertanggung jawab dalam mengurus konten di Twentea. Ia juga merupakan salah satu pengagas Twentea. Selain menjadi kontributor tetap di Twentea, beliau juga bekerja sebagai Product Manager di PT IAHGames Indonesia

Buat kios gratis dan langsung jualan online di QiosQu

5 Komentar Untuk Artikel Ini

  1. Lany mengatakan:

    Penyakit gw, klo baca novel dan sejenisnya mau setebel apapun habis dilalap paling lama itungan hari. Padahal ga ada gambar sama skale betah gituh.
    Kalo baca buku sejarah, marketing mau ada foto2 segede-gede gaban kek, alamak lama bener istirahatnya. Kadang sebulan baru abis, kadang ga sampe setengah udah ditinggal begitu saja.

    ReplyReply
  2. cemputh mengatakan:

    @Lany: wah Jeung. itu artinya buku tersebut (cenderung) membosankan. hehehe…
    @ pemilik tulisan : brow, ini petuah membaca ala bocah sekolahan? jika ya. wajar. jika untuk umum, saya ada tanggapan sedikit. selain kenyataan buku itu menarik atau tidak, apa yang kamu baca hanyalah bagian dari apa yang ada dalam pikiran penulisnya. maka, daripada membiarkan diri tersesat dalam pikiran orang lain, menghentikan baca sesekali atau baca-super-cepat tak masalah. yang penting pikiranmu dan pikiran si penulis-buku itu ada benang merahnya. ntar, jadi temen deh “benda hidup” dan “benda mati”. xoxoxo (beneran lhoh…)

    ReplyReply
  3. Widi mengatakan:

    Tips terakhir : minta diceritain ama orang yang udah baca. lol

    ReplyReply
  4. guminasay mengatakan:

    wah bener tu yg di bilang Widi hahahaha.
    tp kadang klo baca novel yang menarik malah cepet kelarnya, tpi klo baca buku motivasi malah cepet ngantuk,… klo baca buku tutorial sma juga ga tips nya….

    ReplyReply
  5. yoxx mengatakan:

    whoaah pasti yang nulis ini rajin baca buku.. bener-bener cespleng jurusnya.

    ReplyReply

1 Tautan Untuk Artikel Ini

  1. show, don't tell fiksi anda ! | indonovel.com Mengatakan:

    [...] pun dengan detil yang mendekati aslinya melalu teknik olah kata & racik kalimat tingkat tinggi, penulis sesungguhnya masih saja berupaya memberitahu pembaca, bukan menampilkan. Ketiadaan karakter [...]

Berkomentar

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan