Foto profil teman dan kolega kita di Facebook itu ternyata penuh dengan makna ungkapan ekspresi jiwa lho. Gak heran kalau foto profil menjadi sesuatu yang amat penting bagi sebagian besar orang. Maklum, seperti pribahasa tua: sambil eksis minum narsis, ya kan? Baca selanjutnya
Entah dari mana datangnya, si telemarketer selalu siap menghantui ponsel, telepon kantor, sampai ke telepon rumah kamu. Seolah tak berdosa, mereka selalu siap menghujani telinga kita dengan segala mantra penghasut tanpa titik tanpa koma. Tujuan mereka hanya satu dan selalu satu, yaitu agar kita menurut kepadanya untuk membeli produk/jasa perusahaan mereka. Baca selanjutnya

Ada satu kejadian dimana temanmu baru saja membeli suatu barang yang harganya cukup mahal. Kemudian dia membuat tulisan di blog, Twitter atau Facebooknya tentang produk yang baru saja dibelinya. Kemudian ada nada sumbang pada kolom komentar yang menyatakan komentar pedas, bahwa barang itu jelek. Baca selanjutnya
Ada pepatah tua, “Mata adalah jendela hati”. Yang jadi pertanyaan, apakah mata benar-benar merupakan jendela hati seseorang? Bila ia orang baik-baik, apakah matanya juga mengindikasikan “baik”? Sebaliknya, bila ia seorang penipu, apakah matanya akan memperlihatkan hatinya yang kelam itu? Baca selanjutnya
Menghubungi teman atau relasi yang jarang kamu hubungi, untuk mengucapkan selamat tahun baru, atau perayaan keagamaan lainnya bisa mengungkap suatu hal menarik tentang penilaian mereka terhadap kamu. Baca selanjutnya
Membuat hidup tidak semangat, mau beraktifitas rasanya malas, lebih memilih di rumah daripada kampus, mau marah tapi tidak tahu ke siapa, hati sangat sakit dan kecewa. Semua perasaan itu adalah perasaan yang timbul ketika kamu baru saja sakit hati karena disakiti oleh teman baikmu sendiri yang telah kamu kenal selama 5 tahun terakhir. Baca selanjutnya
Pengalaman saya yang paling tak terlupakan yang berhubungan dengan orang egois dan rakus adalah sewaktu saya masih bekerja kantoran. Tak tanggung-tanggung, ada lebih dari 1 orang “serigala” diantara kami yang hanya berjumlah sekitar 20 karyawan. Kita sebut saja “serigala” itu, si A dan si B. Baca selanjutnya
Bahasan, literatur, kampanye dan sosialisasi mengenai bahaya pemanasan global maupun penyelamatan bumi sudah sering menghampiri kita, tapi seringkali kita beranggapan prilaku hidup kita sudah cukup go green? Benar-benar yakin? Baca selanjutnya
Pernah gak terpikir kalau Bahasa Indonesia itu merupakan bahasa yang sungguh ribet digunakan dalam percakapan antara 2 orang yang saling menghormati, atau yang berbeda struktur hirarki kepemimpinan/status sosial? Baca selanjutnya
Kegiatan yang hampir sebagian besar digemari oleh kawula muda ini merupakan racun yang pelan namun mematikan dan sulit dihilangkan. Baca selanjutnya