Tag Archive | "bicara"

Lakukan Hal Terbaikmu, Meski Kau Hanya Rumput…

Tags: , ,

Lakukan Hal Terbaikmu, Meski Kau Hanya Rumput…


Ow May Gosh…!

Begimana ceritanya tuh? Lhah kok rumput?

Ini tentang job desk, dalam sebuah Team Work alias Kerja Tim alias lagi kolaborasi. Atau tentang Kerja Keroyokan.

Lalu, ini terkait dengan sistem. Lakukan job desk yang sudah disepakati, tidak perlu sok pahlawan dengan melakukan yang bukan bagiannya. Seperti artikel Jangan Lakukan Yang Bukan Pekerjaan Anda dari Ruang Freelance. Trims teman, atas idenya. Baca selanjutnya

Posted in Kantor & KarirComments (3)

Berguru Pada Kecoa… Siapa Takut?!

Tags: , , , ,

Berguru Pada Kecoa… Siapa Takut?!


Jika para freelancer menganggap menjadi sebuah kewajiban untuk menjadi kecoa, kita yang kaum wajar pun bisa. Nih, lihat artikelnya salah seorang Kru Ruang Freelance : Freelancer itu (harus) Seperti Kecoak!

Bisa apa kita? Bisa belajar saja, pada para kecoa.

Hah, apa itu wajar? Maksudnya, jika mereka menjadi freelancer dan berguru pada kecoa sebagai keperluan – maka kita yang (mungkin) bukan freelancer akan menganggap kecoa sebagai sebuah pelajaran kehidupan sangat sulit yang sekaligus sangat penting dipelajari. Baca selanjutnya

Posted in Fashion & Gaya Hidup, KeseharianComments (0)

Menjadi Korban? Kata Siapa?!

Tags: , ,

Menjadi Korban? Kata Siapa?!


Tenang-tenang. Ini adalah tentang kita, dan produk – baik benda maupun jasa.

Perkah teman-teman Twentea mendengar ungkapan-ungkapan semacam; korban mode, atau korban iklan. Atau jangan-jangan, Twentea’ers mengalaminya sendiri?

Oh sungguh, saya yakin, mengalami keadaan menjadi korban dua contoh di atas, pastilah memalukan. Apalagi jika kita pernah menjadi korban mode! Kentara sekali, jika kita tak paham alias kurang gaul..!

Kenapa bisa menjadi korban mode, atau korban iklan begitu?

Ada pelbagai alasan. Beberapa yang paling mudah terjadi, tetapi mungkin kita sering kurang menyadarinya, yaitu:

Mudah terbujuk rayu diskon

Barang-barang diskon umumnya mengalami kenaikan harga terlebih dahulu sebelum mendapat label “diskon XX%”. Untuk apa berburu barang diskon, jika tidak ada yang cocok dengan kita? Kecuali, jika kita hendak berdermakasih alias memburu barang-barang diskon, untuk tujuan amal. Saya tidak bisa berkomentar, deh…

Terperangkap jebak iklan

Tentu saja, korban iklan adalah jenis korban pastinya. Entah mengapa, iklan produk di negara kita kadang sungguh menyebalkan dan tidak penting.

Memang kenapa, jika muka saya pribumi alias berkulit eksotis?

Memang kenapa, jika rambut saya bergelombang dan kusut alias tidak licin sempurna?

Memang kenapa, jika tubuh saya berlebihan berat badan – thoh saya sehat dan tetap percaya diri dengan tubuh tersebut?

Dan memang kenapa, jika kita tidak memiliki tampilan fisik seperti di iklan?! Kita bukan boneka hasil cetakan pabrik. Ada sesuatu bernama gen, yang mempengaruhi tampilan fisik kita.

Tidak sadar diri

Oke, ini mungkin akan terdengar sadis. Tenangkan diri dulu, sebelum membacanya.

Wow nenek gaul!

Perhatikan diri kita baik-baik, di depan cermin. Lengkapi pengetahuan kita, untuk mempelajari diri kita sendiri – dari mulai bentuk wajah, tekstur rambut, sampai bentuk jempol kaki..!

Jangan ikuti peribahasa yang berbunyi; “gajah di depan mata tak nampak, kuman di seberang lautan nampak.”

Dengan demikian, dapatlah kita mencegah terjadinya “kecelakaan” penampilan sebelum waktunya.

* * *

Tenang saja. Pepatah bilang, tiada rotan akar pun jadi. Maka, jangan pernah ulangi lagi kesalahan alias keadaan menjadi korban tersebut.

Dan terakhir, yakinlah – seyakin-yakinnya yakin. Bahwa, tiap di antara kita adalah unik satu sama lain.

Bahwa kita, memiliki kuasa terhadap diri kita sendiri..!

Posted in Fashion & Gaya HidupComments (0)

Berperang dengan Manusiawi

Tags: , , ,

Berperang dengan Manusiawi


Nah lhoh? Gimana ceritanya ini, perang kok manusiawi?!

Lagi-lagi, saya meminta bantuan teman saya – si benda mati bernama KBBI, Edisi Ketiga Cetakan Ketiga. Kata perang yang menjadi ide utama judul di atas, saya artikan sebagai konflik.

Sedangkan kata manusiawi dalam judul, saya maknai dari sebuah buku berjudul “Erwin Rommel, ‘The Dessert FOX’ (Rubah Padang pasir)” – Penerbit NARASI, cetakan pertama. Yogyakarta, 2008. Baca selanjutnya

Posted in Kantor & KarirComments (0)

Seberapa Besar Kesanggupan Produsen Melayani Kepuasan Konsumen?

Tags: , , , , ,

Seberapa Besar Kesanggupan Produsen Melayani Kepuasan Konsumen?


Jika Twentea-ers adalah konsumen, maka catatan saya ini merupakan sebuah ajakan berbagi cerita. Sedangkan jika Twentea-ers merupakan produsen, anggaplah catatan saya ini semacam Surat Pembaca yang biasa ada di kolom tersendiri di Surat Kabar. Baca selanjutnya

Posted in KeseharianComments (0)

[Sruput 20-an] Mengakhiri Pembicaraan

Tags: , , ,

[Sruput 20-an] Mengakhiri Pembicaraan


Pernahkah kamu merasa berada pada posisi yang sudah tidak enak ketika sedang bersosialisasi dengan seseorang? Mungkin orang itu terlalu cerewet ataupun topik yang dibahas tidaklah menarik sehingga pembicaraan tidak berkembang kemana-mana dan hasilnya kamu hanya menjadi pendengar setia. Baca selanjutnya

Posted in KeseharianComments (5)

Meresapi Laba-Laba..

Tags: , , ,

Meresapi Laba-Laba..


Hmm, rumah tua penuh sarang laba-laba. Kusam, tua, lusuh, dan terkadang mistis. Itu kesan pertama saya terhadap hasil maha karya si laba-laba, berupa sarangnya.

Dan kadang, terkagum-kagum saya dengan polosnya pada itu Film Spider Man. Si manusia berkacamata yang kurang gaul ternyata Super Hero dan dia menggunakan jaring tipis dari lengannya untuk kebaikan nyaris semua umat manusia (di film..) meski ia sendiri aslinya tetap geek – alias si manusia engga gaul sejagat, atau begitu lah kira-kira asumsi yang ingin digambarkan kepada para penontonnya. Baca selanjutnya

Posted in KeseharianComments (2)

Telemarketing Ada Karena Mereka Ingin Hidup Kita Terganggu

Tags: ,

Telemarketing Ada Karena Mereka Ingin Hidup Kita Terganggu


Entah dari mana datangnya, si telemarketer selalu siap menghantui ponsel, telepon kantor, sampai ke telepon rumah kamu. Seolah tak berdosa, mereka selalu siap menghujani telinga kita dengan segala mantra penghasut tanpa titik tanpa koma. Tujuan mereka hanya satu dan selalu satu, yaitu agar kita menurut kepadanya untuk membeli produk/jasa perusahaan mereka. Baca selanjutnya

Posted in KeseharianComments (5)

[Sruput 20-an] Jangan Sembarangan Menjelekan Barang Orang Lain

Tags: , , , ,

[Sruput 20-an] Jangan Sembarangan Menjelekan Barang Orang Lain


sruput-20an

Ada satu kejadian dimana temanmu baru saja membeli suatu barang yang harganya cukup mahal. Kemudian dia membuat tulisan di blog, Twitter atau Facebooknya tentang produk yang baru saja dibelinya. Kemudian ada nada sumbang pada kolom komentar yang menyatakan komentar pedas, bahwa barang itu jelek. Baca selanjutnya

Posted in Kantor & Karir, KeseharianComments (8)

Mengasah Kemampuan Menuju Sukses

Tags: , , , , , ,

Mengasah Kemampuan Menuju Sukses


Siapa sih yang tidak mau sukses terutama dalam karir. Saya yakin Twentea’ers sedang menuju kesana. Saya juga yakin bahwa kita pasti ingin memenuhi kebutuhan kita sendiri, membeli semua apa yang selama ini diobsesikan, membahagiakan orang tua dan masih banyak lagi. Namun untuk mencapai semua itu dibutuhkan perjalanan super panjang yang tidaklah mudah. Baca selanjutnya

Posted in Kantor & Karir, KeseharianComments (8)

Advertise Here
Advertise Here

Tentang Kami

Twentea adalah sebuah majalah online untuk anda yang berumur dua puluh-an. (baca selanjutnya).


Twentea membahas tentang tips gaya hidup yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun pikiran dan tubuh yang lebih sehat.
Seperti hal-nya tea dengan segala sisi positif-nya, kami juga menyarankan anda untuk meminum Twentea setiap saat :)


Twentea @ Twitter

  • Komentar
  • Populer
  • Utama
  • Tag
  • Langganan