Posted on 12 February 2010
Awalnya begini. Saya punya seorang teman baru yang giat berladang jamur. Sebelumnya, ia adalah pekerja kantoran di Jakarta. Bidangnya dahulu adalah IT. Sampai-sampai ia mengatakan kira-kira begini bunyinya : dunia IT sudah ke mana entah sebab kini saya menjadi pelaku agrobisnis.
Adakah alasan kenapa ia berpindah kegiatan? Entahlah. Yang jelas, ketika bersua dengannya, sang teman ini telah memulai kegiatan jamur-menjamurnya sejak 6 bulan silam. Baca selanjutnya
Posted on 15 December 2009
Foto profil teman dan kolega kita di Facebook itu ternyata penuh dengan makna ungkapan ekspresi jiwa lho. Gak heran kalau foto profil menjadi sesuatu yang amat penting bagi sebagian besar orang. Maklum, seperti pribahasa tua: sambil eksis minum narsis, ya kan? Baca selanjutnya
Posted on 04 June 2009
Saya yakin pasti banyak yang sudah cukup kesal dengan prilaku para “teman” kamu di Facebook yang asal memberikan tag dirimu pada: Baca selanjutnya
Posted on 24 April 2009
Dahulu kala, Friendster memang pernah cukup populer di Indonesia. Namun tidak seperti Facebook saat ini, apalagi ditambah dengan hadirnya ponsel kategori smartphone semacam iPhone ataupun BlackBerry yang dapat diinstal aplikasi Facebook ke dalamnya; sejauh mata memandang mulai dari anak-anak sekolahan sampai para executive kantoran rajin melatih jempol dengan menari-nari diatas keypad BB sembari berjalan di mall, nongkrong di cafe, mengantri bioskop, dan sebagainya. Dan bisa ditebak, pada umumnya mereka sibuk ber-Facebook ria (mengupdate status dan mengupload foto hasil jepretan sekitar). Trus faktor apa saja sih yang membuat Facebook mampu merubah mereka menjadi manusia autis? Baca selanjutnya
Posted on 17 March 2009
Kehidupan 20-an dalam kartun. Baca selanjutnya