Posted on 23 July 2010
Tak terasa beberapa tahun telah terlewati semenjak putus hubungan dengan mantan pacar. Kendati demikian, ingatan tentang kemesraan, kegaduhan hingga sakit hati ketika berpisah masih teringat sangat jelas. Namun kini kamu harus segera menyimpan semuanya dalam-dalam karena sesaat lagi, kamu akan jadi milik orang lain. Baca selanjutnya
Posted on 14 July 2010

Wow kamu terlihat lebih tinggi dengan warna hitam
Memang tinggi badan seharusnya bukanlah penghalang di perjalanan cinta, karir atau pun urusan perhokian. Tapi tentu saja sebisa mungkin para lelaki menyeimbangkan tinggi badannya ketika berpasangan dengan wanita pecinta stiletto. Berikut beberapa tips-nya:
- Mengenakan pakaian berwarna gelap.
Memakai warna gelap juga terlihat lebih elegan, sehingga bisa membantu mendongkrak kepercayaan diri kamu.
- Pilih warna pakaian yang monochromatic.
Sebisa mungkin samakan warna antara celana dan sepatu, agar kaki terlihat lebih jenjang.
- Jangan memakai celana terlalu tinggi dan perhatikan panjangnya, sebaiknya cukup sampai di mata kaki.
Celana yang terlalu panjang akan tampak “menenggelamkan”.
- Suka motif garis? Pilihlah yang bermodel garis vertical, jangan horisontal.
Garis horisontal akan membuat tubuh terlihat lebih berisi, dan sebagaimana kita tahu bahwa tubuh yang terlihat gemuk sama sekali tidak tampak tinggi.
- Jika mengenakan jas atau jaket, jangan sampai potongannya terlalu panjang.
Jas atau jaket yang pas seharusnya panjangnya tidak lebih dari pangkal paha.
- Hindari memakai pakaian yang serba longgar (celana baggy atau tshirt super lebar: owh, it’s a big no no!).
- Memilih sepatu atau sandal dengan sol yang cukup tinggi, mungkin sekitar 2-3cm.
- Jangan memanjangkan rambut.
Model rambut spike sangat pantas dinobatkan sebagai model rambut terbaik bagi pria yang ingin terlihat lebih tinggi.
- Posisi tubuh harus selalu tegap.
Sudah melakukan tips diatas dan masih juga tidak terlihat terlalu tinggi?
Tenang dan tetap percaya diri saja. Tahu kan kalau beberapa pasangan selebritis pun banyak yang sang pria nya tidak lebih tinggi dari sang wanita
Foto oleh. Eayoyo
Posted on 09 July 2010
Jika para freelancer menganggap menjadi sebuah kewajiban untuk menjadi kecoa, kita yang kaum wajar pun bisa. Nih, lihat artikelnya salah seorang Kru Ruang Freelance : Freelancer itu (harus) Seperti Kecoak!
Bisa apa kita? Bisa belajar saja, pada para kecoa.
Hah, apa itu wajar? Maksudnya, jika mereka menjadi freelancer dan berguru pada kecoa sebagai keperluan – maka kita yang (mungkin) bukan freelancer akan menganggap kecoa sebagai sebuah pelajaran kehidupan sangat sulit yang sekaligus sangat penting dipelajari. Baca selanjutnya
Posted on 31 May 2010
Nah lhoh? Gimana ceritanya ini, perang kok manusiawi?!
Lagi-lagi, saya meminta bantuan teman saya – si benda mati bernama KBBI, Edisi Ketiga Cetakan Ketiga. Kata perang yang menjadi ide utama judul di atas, saya artikan sebagai konflik.
Sedangkan kata manusiawi dalam judul, saya maknai dari sebuah buku berjudul “Erwin Rommel, ‘The Dessert FOX’ (Rubah Padang pasir)” – Penerbit NARASI, cetakan pertama. Yogyakarta, 2008. Baca selanjutnya
Posted on 22 December 2009
Mungkin kamu semua bertanya-tanya, apa maksud judul diatas? Maksud dari judul diatas adalah, kesalahan keuangan yang sering terjadi pada pasangan. Memang banyak sekali terjadi kesalahan dalam hal keuangan kepada pasangan yang sedang dimabuk cinta. Karena serasa dunia milik berdua jadi apapun pasti dilakukan guna membahagiakan pasangannya, padahal kan belum tentu pasanganmu akan menjadi pendamping hidupmu. Baca selanjutnya
Posted on 09 November 2009
Dalam dunia perkantoran sangat lazim bagi kita semua untuk bertanggung jawab atas apa yang kita kerjakan kepada bos kita. Menjadi karyawan yang baik tentunya akan sangat disukai oleh bos kamu. Namun kebanyakan dari pekerja kantoran tidak memperdulikan apa yang mereka kerjakan, selama job desk sudah selesai maka santai-santai saja menunggu jam pulang kantor. Habit atau kebiasaan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena bisa berakibat menjadi malas. Baca selanjutnya
Posted on 02 November 2009
Itulah kata-kata itu terucap dari teman saya yang yang tiba-tiba curhat di kafe sekitar Kemang. Umurnya 24, single (obviously), mempunyai pekerjaan yang cukup mapan dan harus saya akui bahwa dia adalah pria yang menarik. Namun memang untuk masalah wanita, dia kurang.. ya.. kurang aja si
Untuk seseorang yang sangat menyenangkan untuk dijadikan teman, kenapa dia susah sekali ya menemukan pacar? Ok, inilah 3 hal yang menurut saya merupakan rintangan terbesar dia, dan juga yang saya jawab langsung padanya. Baca selanjutnya
Posted on 12 October 2009
Bermula dari seorang kawan yang mengobrol dengan saya tentang benda bernama Correction Pen. Sebutlah nama kawan itu Tita. Ia sedang mencari padanan kata yang sekiranya sesuai untuk kata Correction Pen. Yang menarik minat saya, adalah ketika ia melanjutkan obrolannya. Kira-kira begini kronologisnya, dalam bentuk fakta yang difiktifkan untuk privasi narasumber ^__^ Baca selanjutnya
Posted on 02 October 2009
Suatu ketika, saya berkunjung ke kantor icreativelabs. Kantor Yang Sangat Anak Muda, kata yang punyanya : Setyagus Sucipto alias Agus.
Di sana, saya berjumpa kembali dengan Dian Ara. Benar wahai Kru Twentea dan Twentea’ers.. Dian, salah satu kontributor Twentea yang menurut gosip sudah menjadi “kru-tetap” Ruang Freelance.
Tak penting lah itu, bukankah kita semua berteman baik? (Yaa, gitu deh.. Hehehe..)
Yang terpenting adalah, di sana saya dan Agus iseng banget mengganggu Dian dan tatto-temporer beliau di Punggung Tangan-nya! Baca selanjutnya
Posted on 20 August 2009
Pacarmu seharusnya menjadi penyemangat disaat kamu sedang jatuh, ikut senang jika kamu berhasil mengapai mimpimu, ikut membantu jika kamu perlu bantuan. Seharusnya saling melengkapi satu sama lain dan saling pengertian. Namun memang dasarnya manusia yang memiliki perasaan dan akal semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada kalanya kita harus mempertahankan hubungan, ada juga kalanya kita harus mengakhiri hubungan guna kebaikan bersama. Baca selanjutnya